Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
92. Ijin papa


__ADS_3

Mama Halimah Rosmala yang mendengar anaknya mau berkunjung dengan membawa kekasihnya, sangat gembira.


Dia sudah kepingin segera menimang cucu dari darah dagingnya sendiri.


"Pah..anak kita nanti malam mau mengajak teman wanitanya ke sini," kata mama Halimah kepada papa Haryo pada saat mereka makan pagi.


"Baguslah..papa mau lihat apa dia memang pantas untuk anak kita apa enggak..," kata papa Haryo.


"Hush..enggak boleh ngomong gitu pah, bukan kah selama ini anak kita menutupi identitasnya juga karena ingin menguji gadis ini," mama Halimah berbicara sambil mengambilkan makan pagi papa Haryo.


"Ya semoga saja gadis itu gadis yang baik dan cocok untuk anakmu." kata papa Haryo lagi sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Atur saja sama mama, jangan sampai anakmu malu. nanti malam papa akan usahakan pulang awal." kata papa Haryo kembali.


Mama Halimah pun mulai memerintahkan Bu Siti dengan di bantu asisten rumah tangga yang lainnya untuk menyiapkan makanan yang istimewa.


Sepanjang hari itu terjadi kesibukan yang luar biasa di rumah itu, padahal hanya kedatangan satu orang saja.


**


Di rumah Adrian


Meytta nampak sedikit gelisah dengan ajakan dari kekasih nya tersebut.


Ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan keluarga kekasihnya, ya keluarga yang kekayaannya jauh di atas orang tuanya.


Ada kegelisahan tersendiri di hatinya.


Bagaimana kalau kedua orang tua Bimo tak menyetujui hubungan mereka.


Mengingat itu debaran jantungnya kian keras.


Mama Qonita yang melihat kegelisahan anaknya sedikit bertanya tanya.


"Ada apa sih Mey..? mama lihat dari tadi gelisah terus.''


"Kamu ada masalah dengan nak Bimo..?," tanya mama Qonita keheranan.


"Bukankah semalam nak Bimo mengantar mu..kan," kata mama lagi.

__ADS_1


''Justru itu mah.. semalam Bimo mengajakku menemui orang tuanya," kata Meytta dengan lemas.


Mama Qonita yang mendengar itu malah bersorak kegirangan.


Terang saja, siapa sih yang enggak mau berbesanan dengan keluarga kaya raya tersebut.


"Beneran nak Bimo mengajak mu ke rumahnya..?," tanya mama Qonita lagi.


Meytta mengangguk lemah seakan penuh beban.


Mama Qonita malah memeluk anaknya tersebut, sampai Meytta keheranan.


"Mama ini ada apa sih..kok girang banget..," Meytta berkata sambil cemberut.


"Terang aja mama seneng sayang ..kan berarti sebentar lagi mama mau gendong cucu..," goda mama kepada anak gadisnya tersebut.


Meytta menjadi tersipu mendengar godaan mamanya.


"Iishh ...mama ini, aku sekarang masih bingung mah..mau pakai gaun yang mana..?."


"enggak usah bingung sayang.., jadi diri sendiri aja, apa yang kamu rasa baik dan sopan pasti pakain itu akan cocok deh buat anak mama ini," kata mama menguatkan anaknya.


**


Dengan memakai pakaian yang baru di ambil dari butiknya, Meytta mulai berhias.


Pilihan pakaian yang di dominasi dengan warna hitam dan putih itu membuat penampilan Meytta makin nampak elegan dan makin cantik.


"Bagaiman mah..? penampilanku..?," tanya Meytta kepada mamanya.


Mama yang memandang anak gadisnya memandang dengan takjub.


"Waah .. sempurna sayang..kamu terlihat cantik," kata mama Qonita.


"Berarti kemarin kemarin Meytta enggak cantik ya ma," cemberut.


"Ya enggak sayang ..kamu kapan pun cantik."


Papa Adrian yang habis sholat dari mushola sebelah masuk rumah dan kaget.

__ADS_1


"Lho mau kemana..?malam malam kok berdandan apa mau kondangan..?," tanya papa.


"Oh..ya pa.., tadi mau ijin sama papa, keburu pergi ke mushola RT."


"Aku mau di ajak Bimo ketemu orang tuanya..., boleh ya pa..?."


"Ooh..ya..hati hati aja, dan jaga sikap sopan santun," pesan papa.


"Titip salam dari papa dan mama di sini ya," kata papa Adrian.


mereka masih duduk di ruang tamu ketika terdengar suara klakson mobil memasuki rumah tersebut.


Papa, mama dan Meytta serentak berdiri dan menuju pintu ruang tamu.


Tampak mobil sangat mewah sudah terparkir di sana di samping mobil papa, mama dan mobil Meytta.


Papa Adrian yang melihat mobil mewah itu sampai ternganga


Bimo keluar dengan penampilan yang lain dari yang lain.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumssalam ," jawab semua yang ada di ruang tamu itu.


"Masuk dulu nak.bimo.,'' kata papa Adrian yang sudah tak sesungkan dulu.


"Makasih om," Bimo memasuki ruang tamu tersebut.


Setelah duduk sebentar Bimo meminta ijin kepada papa Adrian dan mama Qonita.


"Om..Tante..saya mau minta ijin mengajak Meytta ke rumah, insya Allah akan saya jaga sampai nanti pulang kembali."


"Hati hati ya nak.. Om ..titip Meytta." kata papa Adrian.


___________


**Selamat membaca jangan lupa like vote dan hadiahnya..


Juga rate bintang lima dan jadikan favorit....

__ADS_1


Baca juga karya lainku dengan cara klik profilku...


Makasih.. happy reading**....


__ADS_2