Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
211. Menuju Aqiqah


__ADS_3

Hari yang di nantikan pun tiba, sejak pagi sudah terjadi kesibukan yang luar biasa di rumah utama tersebut, terutama kegiatan dapur.


Sore serta malam nanti akan di adakan acara Walimatul Aqiqah dan pengajian.


Karena rumah utama tak berada di perkampungan seperti rumah papa Adrian, maka nanti acara Walimatul Aqiqah di hadiri para kenalan, relasi, sanak famili serta anak anak panti asuhan yang di undang ke rumah utama tersebut.


Dua kambing yang menjadi syarat utama Aqiqah sudah di siapkan.


Kambing jantan jenis etawa yang besarnya seukuran sapi sudah di beli sejak beberapa hari yang lalu.


Kambing yang harganya hampir setara dengan sapi bahkan lebih itu nantinya akan di jadikan sembelihan.


Meskipun demikian karena kebutuhan daging sangat banyak papa Haryo juga masih menyembelih sapi.


Pak Joko yang menjadi korlap sudah menyiapkan arena penyembelihan di halaman belakang yang sangat luas tersebut.


Bersama sama dengan pekerja yang lain mereka menyembelih hewan tersebut.


"Ayoo!! semua di bawa ke belakang ..!," teriak pak Joko mengarah kan para pekerja yang lainnya.


Para pekerja kemudian menuntun hewan sembelihan itu ke halaman belakang untuk di Potong.


Di halaman belakang juga sudah di siapkan tenda untuk acara nanti sore dan malam, acara yang akan di hadiri sekitar lima ratusan orang lebih itu sudah kokoh berdiri.


Koki ternama yang biasa tampil di TV sudah di sewa untuk memasak aneka olahan yang nanti akan di hidangkan.


Bersama tim nya koki tersebut masih berbincang dengan mama Halimah, menegaskan kembali menu apa saja yang akan di olah nantinya meskipun kemarin sudah di bicarakan.


**


Meytta yang masih belum berani memandikan Baby Boy masih memperhatikan Bu Siti yang masih mandiin Baby boy.


"Ini kayak mas Bimo dulu Non, Bu Siti yang mandiin..kan nyonya masih belum pulih benar," kata Bu Siti sambil memandikan Baby boy.


Meytta hanya tersenyum mengangguk memperhatikan sambil mendengar cerita Bu Siti.


Setelah di keringkan dan di kasih minyak penghangat dan pewangi Baby boy di serahkan ke mommy nya.


"Naah...udah ganteng benget..sekarang mimik sama momy..," kata Bu Siti sambil menyerahkan baby boy yang sudah tampan dan wangi.


"Iis...anak mommy udah ganteng banget ," kata Meytta sambil menimang Baby Boy sebelum menyusui nya.

__ADS_1


"Oee... Oee.."


"Uuuh...lapar ya sayaang..., mimik dulu ya..," gumam Meytta sambil masih mendekap bayinya.


Bimo yang masih akan ke kantor tiba tiba masuk kamar anaknya.


"Boy...! Daddy..juga pingin jangan di abisin..ya..," goda Bimo yang sudah rapi dan masuk ke kamar anaknya.


"Issh..apaan sih mas," seru Meytta sambil menatap suaminya yang masih saja belum berangkat kerja.


Bimo langsung duduk di samping istrinya menatap baby boy yang masih menyusu dengan lahapnya.


"Cck...mainanku sudah di rebut si Boy..," gumam pelan Bimo sambil berpura pura lemas dan lesu.


Meytta hanya tersenyum melihat suaminya yang tak mau mengalah sama baby boy.


"Sudah.. berangkat..nanti telat..," kata Meytta mengusir suaminya dengan halus.


"Aku kan Bos nya..tak ada kata telat," sungut Bimo yang masih saja lesu sambil memandang baby boy yang mulai memejamkan matanya setelah kenyang.


"Sayaang...mas Bimo sudah enggak sabar nunggu berhenti nifasnya," kata Bimo sambil cemberut dan lesu.


"Issh...masih lama..satu bulan lebih, makanya Daddy berangkat sana..," usir Meytta lagi kepada suaminya.


Lalu di kecup oleh sang istri.


Cuup..


"Hati hati Daddy..," kata Meytta menirukan suara anak kecil.


Bimo mencium baby boy sebelum berangkat.


"Mas Bimo cuma setengah hari," kata Bimo sebelum keluar kamar anaknya.


"Hati hati mas.."


Bimo mengangguk membalas perkataan istrinya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumssalam..," Kemudian Bimo melangkah keluar menuju lobi depan rumah di mana sopir dan pengawalnya sudah menunggu.

__ADS_1


**


"Pagi pak Bimo.."


"Pagi mbak Diah..," balas Bimo sambil melangkah masuk ruangnya.


Sebelum masuk Bimo berhenti untuk bertanya kepada mbak Diah.


"Apakah ada agenda dengan rekanan siang ini..?."


"Jam satu siang habis ishoma pak.."


"Ckk..," tanpa sadar berdecak sebal kemudian masuk ke ruangannya.


Setelah menyampirkan jas nya di sandaran kursi, Bimo duduk di kursinya dan memanggil Andre dan om Satya untuk keruangannya melalui telpon internal.


"Ndre keruangan ku sekarang.."


Andre beranjak keluar dari ruangannya hampir bersamaan dengan Om Satya yang juga telah keluar dari ruangan nya.


"Di panggil direktur juga..?."


"Iya pak..," sahut Andre sambil mensejajari Om Satya.


Mereka masuk ke ruang direktur yang sudah nampak menunggu kedatangan ke dua nya.


"Duduklah..,"


Om Satya dan Andre duduk di depan pemimpin perusahaan nya itu.


Mereka berbincang tentang perusahaan sebelum akhirnya Bimo berkata mau pulang awal ada acara aqiqah nanti sore.


"Tolong wakili aku menemui rekaman nanti jam 13.00."


"Ya bos."


Om Satya dan Andre yang memang sudah mengetahui tentang hal itu mengangguk.


"Jika bisa datang entar sore Ndre.. Om... Satya..," kata Bimo sebelum meninggalkan tempat tersebut.


Keduanya kembali mengangguk.

__ADS_1


___________


Happy reading.....


__ADS_2