Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
207. Menjelang persalinan


__ADS_3

"Aduuh..," pelan Meytta mengusap perutnya karena terasa kenceng sesaat.


Bimo yang berada di sampingnya langsung panik.


"Sayaang..?, sakit ya..?," kata Bimo sambil beranjak mencari ponselnya yang entah tadi di taruh dimana.


"Iya..mas kenceng sesaat..," sahut Meytta sambil tersenyum meskipun perutnya terasa sakit sesaat tadi.


"Ponselku mana..? ponselku..?."


Bimo malah berdiri gusar kebingungan dengan ponselnya.


"Apaan sih mas, perutku kenceng malah kamu bingung nyari ponsel," sungut Meytta setelah rasa kencengnya hilang.


"Mas Bimo nyari ponsel mau telpon ambulan," kata Bimo yang masih bingung tengak tengok.


"Aku belum mau lahiran mas..cuma kenceng dikit mungkin baby boy nendang nendang tadi."


"Ooh..fyuuh...kirain mas Bimo... kamu sudah mau lahiran sayang..," kata Bimo sambil mengusap keningnya seakan menyingkirkan sesuatu, lalu kembali duduk di sebelah istrinya yang masih memandang ponselnya melihat model baju baby yang bagus bagus.


"Ini bagus ya mas..?."


"Mana sayang ..? Bimo mendekati istrinya mengalungkan tangannya mendekap sang istri seakan melindungi perut istrinya dari semua bahaya.


"Ya..bagus banget," kata Bimo setelah melihat pakaian bayi yang di tunjukkan istrinya tersebut.


"Aku order ya mas..?."


Bimo hanya mengangguk saja karena masih asyik bermain dengan perut istrinya yang kian membuncit itu.


"Sayaang..jangan nakal ya..di perut momy, Daddy enggak sabar untuk segera bermain denganmu nanti kalau sudah keluar..," Bimo berkata pelan sambil menciumi perut istrinya yang berada di rangkulannya tersebut.


"Sudah mas..aku sudah order," kata Meytta lagi.


"He'em," sahut Bimo asal karena masih asik memegang dan mengelus lembut perut istrinya.


"Perkiraan lahirnya kapan sayaang..?."


"Issh..mas Bimo selalu saja lupa, tanggal xx bulan ini," sungut Meytta sambil menggeliat kecil karena tangan suaminya malah makin bergerak ke bawah.


"Berarti tiga minggu lagi ya.. sayang.."


"Ya..itu perkiraan nya, bisa maju atau mundur kata Tante Puspita," sahut Meytta sambil menahan tangan suaminya yang makin ke bawah.


Bimo tersenyum sambil melihat ke arah istrinya.


"Boleh nggak mas Bimo menengok baby boy..," pelan Bimo berkata dengan wajah mupeng tak berdosa.

__ADS_1


"Nanti kenceng kenceng perut aku..," sungut Meytta saat tahu maksud suaminya.


"Enggak enggak sayang ..," kembali Bimo membujuk..


"kan Tante Puspita masih ngebolehin.," sahut Bimo kembali dengan tangan makin liar membuat mau tak mau Meytta terhanyut juga.


"Pelan pelan loh..," kata Meytta sambil memperbaiki posisinya.


Bimo sudah tak menjawab pesan istrinya, karena keinginannya di kabulkan saja sudah senang tak terkira.


**


"Uuh..seger..," gumam Bimo selesai mandi dan berganti pakaian.


Meytta yang kini sedikit cemberut karena perutnya jadi kenceng kenceng terus.. sedikit ..sih.


"Ayuuk..makan siang sayang..," ajak Bimo menghampiri istrinya yang masih duduk sambil mengoleskan bedak tipis-tipis di wajahnya.


"Bentar mas..rambut aku belum kering.."


"Mas Bimo bantu ya.."


"Emooh...nanti mas Bimo megang megang aku terus malah pingin aneh aneh lagi."


Tolak Meytta karena setiap suaminya megang megang tubuhnya pastinya minta "jatah".


Bimo tersenyum kecut, karena memang benar apa yang di katakan istrinya.


"Ya..udah mas tunggu di sini," kata Bimo sambil rebahan di kursi sofa yang ada di kamar seluas rumah warga itu.


Meytta mengangguk sambil mengeringkan rambut nya sambil kadang kadang meringis sesaat merasakan perutnya yang kenceng kenceng.


**


Mama Halimah dan papa Haryo sudah berada di meja makan ketika Bimo dan Meytta muncul dari kamar nya.


Bimo dalam minggu minggu terakhir ini memang kerjanya hanya setengah hari saja, karena memang ingin selalu menemani istrinya.


Menjadi bapak siaga alasannya, padahal ..selalu ingin berdekatan dengan istrinya agar bisa peluk peluk sampai keinginan nya tercapai..modus.. emang.


"Baru mau mama suruh pelayan memanggilmu sayang..," kata mama Halimah melihat Meytta sudah nampak di meja makan.


Meytta hanya tersenyum, mengusap perutnya.


"Mau kesini dari tadi malah perut Meytta kenceng kenceng mah," kata Bimo beralasan, Meytta yang mendengar alasan suaminya tersenyum kecut.


"Ya...iyalah..kenceng kenceng.. habisnya mas Bimo..siram..dengan sp*rm*..."

__ADS_1


"Ooh..terus masih kenceng.. kenceng sekarang sayang..?," tanya mama Halimah yang jadi khawatir.


"Enggak kok mah..kadang kadang aja.."


"Ooh..itu namanya His palsu..," sahut papa Haryo ikut berkomentar.


"Ish..papa ini sok tahu..ah..," kata mama Halimah tersenyum kearah suami nya.


"Yaah kan gitu..papa masih ingat dulu pesan dokter waktu mama hamil Bimo," papa Haryo masih saja ngeyel dengan pendapat nya.


"Iya..iya..papah bener," sahut mama Halimah sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Mau lauk apa pah..?."


"Ini sama ini dan itu," kata papa Haryo.


Setelah papa dan mama mengambil nasi dan lauk, giliran Meytta mengambil kan nasi untuk suaminya dan dirinya sendiri.


"Ini saja sayang lauknya," kata Bimo saat Meytta mau bertanya kepadanya.


"Kok enggak pakai sayur..?."


"Nanti aja kalau sudah agak dingin..ni masih panas," kata Bimo sambil mendekat kan piring nya.


Keluarga itu nampak menikmati makanan yang di sajikan hari ini.


**


Hari hari menjelang persalinan makin kian dekat.


Mama Halimah yang biasanya sangat aktif di perkumpulan sosialitanya kini sudah sedikit mengurangi aktivitas itu.


"Bu..Siti kayaknya kita harus sudah menyiapkan segala keperluan persalinan deh..," kata mama Halimah saat duduk di ruang dapur bersama Meytta dan bu Siti.


"Sudah kok nyonya...dari dua hari yang lalu sudah saya masukkan ke tas hitam yang ada di kamar non Meytta."


"Jadi kalau nanti non Meytta sudah kenceng kenceng perut nya, langsung saja kita bisa berangkat ke rumah sakit," kata Bu Siti sambil membantu pekerja dapur menuangkan bahan bahan adonan roti yang akan di jadikan appetizer nanti malam.


"Oh..sudah toh Bu.."


"Sudah kok Nyonya.."


Meytta yang juga di sana menganggukan kepalanya menegaskan.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


Terima kasih atas segala dukungan nya..mungkin dalam beberapa chapter kisah ini akan segera end...


Sekali lagi terimakasih banyak atas suport nya**...


__ADS_2