
Terdengar suara dari dalam Ruangan direktur tersebut.
Ckleeek...!!
Bimo masuk dengan tersenyum sopan dengan di antar sekertaris yang tadi .
"Selamat pagi pak Adrian.."
"Pak ini dari kantor cabang yang mau melaporkan kegiatan bulanan."
Tampak laki laki yang bernama Adrian mengangguk ,menatap tajam ke arah Bimo sambil tersenyum ramah.
"Mari silahkan duduk saudara Bimo".
"Terima kasih pak".
Sesaat Bimo menarik kursi kemudian mulai membuka lembaran lembaran laporan yang sudah di siapkannya .
"Laporan bulan ini ..bla...bla...bla....
Dengan tenang Bimo menerangkan semua kegiatan,hasil kegiatan dan rencana kegiatan yang telah dan akan di lakukan.
Bahkan Bimo menyampaikan usulan pribadi tentang terobosan-terobosan yang kemungkinan menguntungkan perusahaan.
Pak Adrian yang baru Pertama melihat dan mengenal Bimo terkesima dengan kepiawaian anak muda tersebut.
"Bagus ...bagus...", dengan tersenyum lebar pak Adrian menganggukkan kepala.
"Saya juga menyetujui usualan anda saya kira dengan perhitungan yang anda berikan tadi , perusahaan kita bisa untung besar" kembali pak Adrian berkata.
Setelah pertemuan tersebut tampak pak Adrian sangat puas dengan kinerja Bimo.
Sebelum pamit kembali ke kantor cabang , pak Adrian menyalami Bimo , sambil menepuk bahu Bimo dan berkata ," Bagus..bapak suka dengan anak muda seperti kamu , dengan kecakapan kamu bekerja kamu layak di promosikan."
Bimo hanya mengangguk hormat kepada pimpinan perusahaan itu
"Terima kasih atas pujiannya pak ,semoga bisa memacu saya bekerja lebih baik lagi",sambil sedikit membungkuk Bimo menanggapi pujian pria paruh baya itu.
*****
Dalam beberapa hari ini Bimo tampak sangat sibuk , selain di kampus mulai banyak tugas karena sudah masuk semester empat , juga karena proyek-proyek di kantor yang mulai banyak .
Semua itu terjadi setelah gagasan terobosan yang Bimo sampaikan betul-betul di laksanakan.
Meskipun sangat sibuk Bimo tetap selalu datang ke cafe D'JOSs karena baginya cafe itu sudah seperti rumah kedua.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian Bimo kembali ke kantor pusat untuk melaporkan evaluasi proyek yang sudah mulai di jalankan.
"Pagi mbak.."
"Eeh..mas Bimo .. selamat pagi " sahut suci.
"Pagi .. juga tampan...",sahut Desi dengan senyum menggoda.
"Huuust...kamu itu..", sahut suci sambil mencolek pinggang Desiana.
"Lha emang mas Bimo ganteng kan...",Masih aja desi menjawab dengan sikap genitnya.
Bimo hanya berdiri sambil tersenyum dengan tampannya .
"Aku langsung naik aja ya mbak ,sudah janjian sama pak Adrian soalnya ",sahut Bimo menghentikan pertengkaran kecil tersebut.
Mereka berdua tersenyum secantik cantiknya.
"Ok ..mas...
"Ok ...tampanku..
Sambil cekikikan kedua gadis itu masih saja menggoda Bimo , sedang yang di goda cuma geleng-geleng kepala sambil jalan.
"Bagus....bagus sekali kerjamu anak muda ,saya mendapat laporan dari pak Bandi kerja mu sangat hebat",kata pak Adrian.
*****
Sesibuk apapun Bimo tetap bisa membagi waktunya, kegiatan di Dojo bela diri tetap di sambanginya .
Ketemu komunitas adalah salah satu hiburan nya , Dia bisa melepaskan semua kepenatan dengan memukul sansak , dengan membanting lawan dan juga kepuasan tersendiri bisa memberi kuncian kepada lawannya di atas arena Hexagon.
Seperti di hari Minggu pagi itu Bimo ketemu komunitasnya di Dojo , mereka berlatih sangat serius karena salah satu dari mereka akan melakukan pertandingan perebutan gelar di salah satu kekuatan X-pride.
Semua membantu menjadi sparing partner untuk mematangkan kuncian bantingan dan beberapa pukulan.
Bimo juga membantu menjadi sparing partner dari Leo, pria berumur tiga puluhan itu akan melakukan pertandingan penting beberapa saat lagi.
Mereka sudah berhadapan di arena Hexagon.
Sambil saling memegang bahu masing masing mereka mendorong mencoba mengambil celah melakukan kuncian.
Mereka memang khusus berlatih untuk gerakan kuncian ,soalnya pertandingan hanya tinggal beberapa Minggu saja , sehingga akan riskan cidera kalau berlatih pukulan , salah salah terpukul dan cidera.
"Haaaap......
__ADS_1
BRriuuaaaakk...!!
Bimo berhasil membanting dan mengunci Leo.
Buk..!! ...buk...!!!
Terdengar suara tangan menggebuk matras menandakan tanda menyerah.
'' Haaah...sial,aku kalah lagi sama kamu Bimo", kata Leo
"Soalnya badan kamu lebih besar siih.." kembali Leo berkata sambil mendengus.
"Ya Abang kan memang harus berlatih dengan yang lebih besar dan tinggi, biar saat ketemu lawan bisa mudah mengatasinya ",sahut Bimo mengomentari keluhan leo.
Memang benar sih semua yang di omongin Bimo, dengan lawan bertanding yang lebih hebat maka saat pertandingan sesungguhnya akan lebih mudah.
*****
Sore itu seperti biasa Bimo bekerja di cafe D'JOSs , suasana masih sore belum terlalu ramai.
Saat Bimo sedang menata perlengkapan dan kursi-kursi tiba -tiba ada yang memeluk dari belakang.
Bimo kaget kemudian menoleh ke belakang .
"Hei...apa apaan sih ..", teriak Bimo setelah tahu yang melakukan itu Arlita.
"Please ...jangan begitu ,ini di tempat umum enggak enak di lihat orang kan", kembali Bimo berkata.
Semua yang melihat itu pada kaget , apalagi Meytta , mukanya langsung cemberut.
Belum hilang keterkejutan atas kejadian itu
tiba-tiba datang seorang pria memukul Bimo.
Buuuuugghh..!!
pria itu memukul perut Bimo dengan keras.
__________
**Selamat membaca para reader semua.
jangan lupa like ,vote dan koment-nya.
bagi kalian itu gratis tapi bagi author semua itu berharga , dengan itu semua kerja keras author seakan di hargai...
__ADS_1
Happy reading ...see you again**..