Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
48. Kesedihan Meytta


__ADS_3

Begitu sampai di cafe D'JOSs Meytta langsung masuk ruang kerjanya.


Mereka yang ada di sana sampai terkejut dengan tingkah laku yang bukan biasa Meytta lakukan.


"Itu beneran mbak Meytta kan?," Ani bertanya seakan pada dirinya sendiri.


"Lah ..iya lah....! emang demit?," sahut Ruri.


"Emang enggak biasanya sih Meytta berlaku begitu," Bimo juga turut berkata.


"Udah cepetan sana samperin, mungkin ada permasalahan yang bisa kau bantu," kata Iwan sambil mendorong pelan punggung Bimo.


Bimo berjalan menuju ruang kerjanya Meytta, dengan pelan di ketuknya pintu itu.


Tok...tok...tok...


Tak ada jawaban dari dalam, namun pintu yang tidak sepenuh nya tertutup itu bisa terlihat bahwa Meytta masih duduk termenung dengan pandangan yang kosong.


"Mey...apakah aku boleh masuk," suara pelan Bimo menyadarkan Meytta dari lamunannya.


Meytta mengangguk kecil, mempersilahkan Bimo untuk masuk.


Begitu Bimo masuk ruangan itu, Meytta berdiri langsung memeluk Bimo dengan terisak.


"Apakah ada sesuatu yang aku boleh tahu?," tanya Bimo lembut.

__ADS_1


Meytta menangis semakin kencang dan memeluk dengan erat.


Bimo melepaskan pelukan itu, di pandangnya wajah gadis manis yang tampak sayu, di usap nya sisa air mata di pipinya.


"Ada apa beib...coba kamu ceritakan padaku mungkin aku bisa membantu mu,"


Meytta hanya menggelengkan kepalanya.


dia malah kembali memeluk Bimo dan terisak lagi.


"Aku tak mau membuatmu membenci ku, seandainya ku ceritakan semua permasalahan keluarga ku, perjodohan ku akan membuatmu terluka, aku bahkan tak sanggup bila kau pergi meninggalkan ku."


Bimo hanya diam tidak memaksa Meytta untuk berbicara lagi. Bagaimanapun dia cukup menghargai semua keputusan nya.


"Apa yang membuat Meytta seperti ini,apakah permasalahan perusahaan ayahnya yang bermasalah? atau ada permasalahan lain yang membuat nya sesedih ini?


Andre makin mahir mengendarai mobilnya, dia sudah mulai berani berangkat dan pulang ke apartemen menggunakan mobil yang di pinjamkan kantor, sesekali berangkat ke kampus juga menggunakan mobil.


Andre yang dahulu culun dan tampak miskin sekarang sudah mulai terlihat sedikit lebih tampan.


Sore itu Andre sengaja pulang ke rumah orang tuanya dengan menggunakan mobil dinasnya, karena jam pulang kerja membuat jalanan agak macet di tengah kemacetan yang padat nampak seseorang sedang kebingungan karena motornya yang macet.


Gadis itu nampak kebingungan di tengah keramaian dan padatnya arus kendaraan yang melintas.


Melihat orang itu kebingungan entah kenapa hati Andre tergerak untuk menolongnya, dia mencari tempat yang agak sepi untuk memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


Setelah mendapat parkiran Andre keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri gadis itu yang masih mangutak atik motornya.


Karena tenaganya yang kurang kuat sehingga dia kesulitan menstater motornya secara manual.


"Maaf mbak apakah ada yang bisa saya bantu ," kata Andre dengan tersenyum ramah.


Gadis itu kaget melihat dan menyelidik orang yang ada di depannya, setelah melihat ketulusan di wajah Andre gadis itu tersenyum.


"iya ni mas ..macet, aku enggak kuat untuk melakukan kick starter," kata gadis itu tersenyum malu-malu.


Andre mengambil alih motor itu, menuntunnya hingga mendekati tempat parkir mobilnya, di sana lebih teduh karena berada di bawah pohon yang cukup rindang.


"Mbak istirahat dulu," sambil Andre menegakkan standard motor matic itu.


Andre membuka pintu mobilnya mengambil minuman air mineral dan memberikan kepada gadis itu.


" minum dulu biar enggak haus, biar aku genjot stater motormu," kata Andre tersenyum ramah.


Gadis itu menerima minuman itu sambil mengulurkan tangannya.


"Namaku Rani," kata gadis itu kepada Andre.


"Aku Andre," sahut Andre kemudian menjabat tangan Rani.


___________

__ADS_1


**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya.....


Happy reading**...


__ADS_2