Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
57. Tamasya ala keluarga receh


__ADS_3

Kedua orang tua Andre sangat bangga dengan anaknya, bagi keluarga yang serba kekurangan itu pencapaian Andre bagaikan mimpi.


Mereka tak akan menyangka anakknya bisa bekerja jadi orang kantoran.


Mereka berpikir paling paling anakknya akan ikut berjualan gorengan seperti bapaknya, atau setidaknya buka lapak sendiri di tempat lain.


Tapi kenyataan sekarang membuat keluarga itu seperti ketiban berkah tiada Tara, dahulu untuk sekedar bermimpi saja, tidak berani.


Namun apa yang terjadi saat ini membuat keluarga itu bersyukur, mereka selalu ikut mendoakan keluarga tuan Haryo yang sudah mengangkat harkat martabat anaknya dan juga keluarganya.


"Ndre..Babe cuma pesan sama kamu, kerja sebaik mungkin kita tidak hanya hutang harta benda dan uang saja, tapi hutang Budi yang akan kita bawa sampai mati, jadi jangan sampai mengecewakan keluarga tuan Haryo dan mas Bimo," demikian selalu pesan babe kepada Andre anaknya.


Andre hanya menganggukkan kepalanya.


Tanpa di pesan ayahnya pun dalam hati terkecil Andre sudah sejak dari dulu akan selalu setia dan membalas segala Budi baik Bimo, bahkan sebelum dia tahu keluarga Bimo yang menyekolahkan dirinya dan membantu perekonomian keluarganya, dia sudah berhutang banyak kepada Bimo.


Andre ingat sewaktu di sekolah SMP dahulu hanya Bimo yang mau menjadi sahabat nya, tidak menjauhinya seperti yang lainnya.


Hampir setiap hari selalu membagi bekal kepadanya, memberinya uang saku dan melindunginya dari kejahilan anak-anak orang kaya yang lain.

__ADS_1


Andre juga masih ingat dengan jelas bagaimana Bimo membelanya hingga berkelahi dengan kelompok gang yang ada di sekolahnya dulu.


Sejak itulah Andre sudah bertekad dalam hatinya akan membalas semua kebaikan itu dengan segenap hatinya dan seluruh jiwa raga nya.


"Iya Be... insya Allah aku akan bekerja sebaik baiknya selayaknya seperti milikku sendiri, berjuang seperti pada keluarga sendiri," kata Andre meyakinkan ayahnya.


Kedatangan Andre di akhir pekan itu di manfaatkan untuk mengajak keluarga nya berlibur di sebuah tempat wisata di wilayah itu.


Seumur hidup kedua orang tuanya dan adik adiknya selama ini tidak pernah berlibur seperti ini, membuat mereka semua tampak sangat bahagia.


Pagi pagi habis sholat subuh emak sudah menyiapkan bekal yang akan di bawa ke pantai itu.


Babe yang ikut sibuk mencuci mobil bersama Andre tampak bersemangat, sambil bersenandung kecil babe menggosok badan mobil itu dengan air sabun dan membilasnya dengan air bersih.


"Sudah siap belum Mak..? teriak Andre dari luar kepada emaknya.


"Sudah ni Ndre, masukkan semua bekal ini ya ," kata emak dari dalam rumah.


Andre di bantu adik adiknya memasukkan bekal makanan dan baju baju ganti yang sudah di masukkan di dalam tas punggung yang akan di bawa nanti.

__ADS_1


Sambil menunggu Babe dan Emak bersiap Andre memanaskan mobilnya.


"Bang aku duduk di depan ya ," kata Rizal yang penasaran ingin duduk di dekat sopirnya.


Andre tersenyum dan mengangguk," Iya deh nanti biar Babe sama emak di tengah dan kak Nissa sama kak putri di jok belakang," kata Andre.


"Yoiii...!".


Rizal bersorak kegirangan di perbolehkan untuk duduk di depan.


Mobil mulai bergerak berangkat menuju tempat wisata pantai di wilayah tersebut.


Hari yang masih pagi dan udara sangat cerah membuat perjalanan itu kian menyenangkan, keluarga Andre nampak menikmati momen tersebut.


_____________


****Selamat **membaca jangan lupa like vote dan koment-nya......


**juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date

__ADS_1


Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU********



__ADS_2