Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
160. DP calon istri


__ADS_3

Bimo sudah mandi dan berganti pakaian, kini Badannya sudah segar dan wangi.


"Lho..kok masih di sini sayang..?," tanya Bimo melihat istrinya masih ada di kamar.


"Aku menunggu mas Bimo, mau makan sendiri...tadi.. malas."


Bimo spontan melirik jam di dinding


"Haah..jam 21.05 .."


"Ayuuk...makan sayang ," kata Bimo yang tersadar kini jam berapa.


"Harusnya kamu jangan nunggu mas Bimo, kan malah lapar..," kata Bimo pelan.


Bimo menuruni tangga dan sudah mulai terdengar kehebohan di lantai bawah.


"Lho papa Adrian dan mama Qonita sudah tiba di sini rupanya," kata Bimo pelan kepada istrinya.


"He'em."


"Sejak kapan ..?."


"Katanya sih habis Maghrib.."


"Aduh...kenapa mas Bimo enggak di bangunin tadi..," kata Bimo yang jadi tak enak.


"Enggak pa pa... kan mas Bimo lelah, jagain aku terus," sahut Meytta.


Bimo menuruni tangga dan menyambut kedua mertuanya.


"Pa..Ma...," sapa Bimo sambil mencium tangan kedua nya.


"Eeh..mas Bimo," sahut keduanya.


Bimo duduk sebentar dan ikut bercakap ringan dengan orang tua dan mertuanya.


"Ayuuk mas makan dulu...," ajak Meytta.


"Ooh..iyaa..sana makan dulu..," sahut mama Halimah mengusir keduanya karena tahu keduanya belum makan.


"Iyaa..kasihan si jabang bayi...nanti kelaparan.," sahut mama Qonita.


"Ish..mama..belum tentu juga Meytta hamil ..," sungut Meytta kepada mamanya.


Semua tertawa mendengar guyonan tersebut, meskipun mereka berharap sih.. beneran.


Keduanya sudah di ruang makan.


Melihat Bimo menuju ruang makan Bu Siti langsung tanggap.


"Mas Bimo dan non Meytta mau makan ya..?."


"Iya..Bu.."


"Saya hangat kan lauknya.. ya..mas, sementara makan makanan pembuka ini dulu," sahut Bu Siti sambil menghidangkan martabak buatan para chef di rumah utama.


Ada martabak manis dan gurih.


Keduanya memakan makanan pembuka ala orang negeri kita.


"Jangan banyak banyak cabe nya sayang," kata Bimo yang khawatir melihat istrinya makan cabe segitu banyak.


Meytta tersenyum.."aku sudah kangen makanan kayak begini mas."


"Mas Bimo yang manis aku yang gurih..," kata Meytta sambil menyantap lagi martabak gurih itu lagi dengan beberapa cabai.


"Issh..sayang..makan nasi dulu, entar perutnya sakit lho..," kata Bimo lagi.


Tak lama makanan pun sudah di tata Bu Siti.


Aneka makanan lezat terhidang.


Meytta mengambilkan nasi buat suaminya.


"Segini mas..? nasinya."


"Tambah lagi sayang..mas Bimo juga sudah kangen makanan di sini."

__ADS_1


"Lauknya mas ambil sendiri ya.."


"He'em."


Keduanya makan dengan lahap nya, menikmati makanan yang sudah beberapa saat tak di temui nya.


**


Meskipun sudah hampir jam sepuluh malam namun di rumah utama itu masih nampak kemeriahan.


Mereka bercerita seakan tak ada habisnya.


"Kapan kapan kita ke Eropa ramai ramai mas.," usul papa Adrian.


"Waah ..pasti seru itu..," sahut papa Haryo.


"Iya..apalagi kalau cucu kita sudah lahir makin ramai," kata mama Halimah, yang di sambut dengan canda tawa semuanya.


"Mas Bimo cutinya tinggal berapa lama..?," tanya papa Adrian mengalihkan topik.


"Masih tiga hari Pa.."


"Kalau begitu sebelum aktif ngantor lagi, tidur di rumah mama ya.., mama kangen biar rumah sana juga enggak sepi," ajak mama Qonita.


"Boleh ya..mas Haryo..jeng Halimah..," kata mama Qonita lagi.


"Tentu saja boleh jeng..kan disana juga rumah nya," sahut mama Halimah.


"Kapan ke sana Mey..?," tanya mama Qonita.


"Lusa ..ya ma..," kata Meytta sambil memandang suaminya meminta persetujuan.


Bimo mengangguk.


"Ya..ma..lusa pagi kita kesana," sahut Bimo menegaskan perkataan istri nya.


Mereka berbincang hingga larut malam, bercanda dan bergurau.


**


Pagi dini hari Bimo sudah bangun dan sholat berjamaah dengan para laki laki.


"Mas..tadi ponsel mas Bimo bunyi.."


"Siapa emang pagi pagi udah telpon..?."


"Nggak tau mas...aku masih sholat tadi."


Bimo kemudian mengambil ponselnya yang ada di nakas samping tempat tidur.


"Ooh..si Andre..," sahut Bimo pelan.


Belum sempat Bimo menghubungi ulang, ponselnya malah sudah berdering lagi.


Drrt.. drrtt...


"Halo.. Assalamualaikum..," sapa Bimo.


"Waalaikumssalam.. bos," sahut Andre.


"Ada..apa ndre..?."


"He.he.he..dengar dengar sudah pulang dari Eropa...ya..bos," sahut Andre dari seberang.


"Iyaa.. kemarin kami sudah pulang."


"Oleh olehnya mana..?."


"Makanya ke sini nanti aku kasih oleh oleh gantungan kunci..," goda Bimo.


"Alaaa...cuma gantungan...kunci.." sungut Andre.


"Beneeer...nggak mau gantungan kunci sama..mobilnya..," kembali Bimo menggoda.


"Issh...si bos.."


"Eeh...bos.. memangnya kenapa sih..kok pulangnya tergesa gesa.."

__ADS_1


"Iyaa.. istri ku kangen tanah air..kangen makanan di sini, kayak orang ngidam..," sahut Bimo.


"Lhoo...ngidam..? emang kemarin Bos ngasih DP..dulu..?, kok cepet banget.." kini gantian Andre yang menggoda Bimo.


"Issh... sembarangan..gemboknya aja baru gue buka pas MP..tahu..," sahut Bimo bersungut sungut.


"Hehehehe.... becanda Bos.."


"Sudah..sudah...mau apa lu telpon pagi pagi..hah..?," tanya Bimo.


"Mau pastiin aja bos, kalau beneran udah pulang mau main ke rumah sekalian laporan kegiatan perusahaan."


"Yaa..udah..kapan mau ke rumah..?."


"Habis ishoma ya Bos.."


"Ok...aku tunggu.." kata Bimo sambil menutup telponnya.


Meytta yang mendengar suaminya bersungut sungut menghampirinya.


"Ada..apaan sih..mas..?."


"Siapa yang barusan telpon..?."


"Si Andre..," sahut Bimo masih sedikit jengkel.


"Lho..yang telpon Andre, kok tumben mas Bimo..malah jengkel," balas Meytta.


"Habisnya aku ceritain kita pulang cepetan dari Eropa karena kamu kayak orang ngidam...eeh... malah mas Bimo di bilang udah DP in kamu sebelum nikah...coba apa enggak sebel..," sungut Bimo.


Meytta tertawa.


"Mungkin bercanda kali..," sahut Meytta.


"Ya emang bercanda...tapi bercanda nya..jelek.." kata Bimo masih saja sedikit jengkel.


"Udaah ah..kita keluar yuuk..mas, entar mama Halimah dan mama Qonita nyariin aku ..," ajak Meytta kepada suaminya.


Bimo menuruti istrinya turun ke lantai bawah.


Seperti biasa orang tua dan mertuanya sudah duduk di taman samping rumah berbincang di sana.


Menikmati secangkir minuman hangat dan camilan, mereka berbincang serius.


"Bagaimana mas perkembangan kasus Hartono..?," tanya papa Adrian.


"Sudah mendekati final, paling paling dalam beberapa minggu sudah ada keputusan.," sahut papa Haryo.


"Kans kita bagaimana..mas..?."


"Menanglah.., berdasarkan bukti-bukti yang di dapat dari perusaahan kami sudah pasti bisa menjeratnya."


"Belum dari perusahaan sampeyan..pasti kita bisa menjerat itu orang," kata papa Haryo geram.


"Ya..semoga kita bisa memenangkan kasus ini," sahut papa Adrian.


"Makanya tim lawyer kita selalu mengawasi kasus ini, jangan sampai ada yang bermain main di belakang," kata papa Haryo lagi.


Semua masih berbincang dengan topik masing masing.


"Mas..teman teman mau main ke sini apa boleh..?," tanya Meytta minta ijin suaminya.


"Siapa aja sih..?."


"Deborah, Shinta sama Wulan..," sahut Meytta.


Bimo tertawa.. mendengar nya.


"Mas kirain siapa..? kalau cuma mereka...ngapain kamu ijin mas Bimo segala," sahut Bimo sambil tersenyum.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau (silat)

__ADS_1


* Aku Lebih Mencintaimu ( roman**)


__ADS_2