
Johan yang makin geram dengan perlakuan yang di terima dari pemuda yang bersama Meytta mulai mencari tahu.
"Siapa pemuda itu.? dan apa hubungannya dengan Meytta .? apakah dia pacar Meytta.?"
Semua pertanyaan berkecamuk di dalam hatinya.
"Halo..,ada di mana kamu ..? aku ingin bertemu denganmu,'' kata Johan kepada seseorang.
Johan mulai mengatur sebuah rencana untuk menjebak pemuda yang telah berani mencampuri urusan nya tersebut.
"Awas kau akan ku buat kau menyesal seumur hidup mu berani macam macam dengan Johan Kurniawan Hartono," begitu rutuk hati Johan.
*****
Pagi hari itu Meytta berangkat ke kampusnya, karena sudah mendekati akhir semester semua mahasiswa termasuk Meytta dan teman seangkatannya tidak masuk tiap hari.
Hanya bila ada keperluan di kampus saja mahasiswa datang ke kampus untuk menyelesaikan beberapa keperluan baik pembayaran uang kuliah maupun menyerahkan tugas tugas yang belum selesai.
Dengan adanya kejadian peristiwa di kantin Meytta membuat Bimo sedikit over protective.
Selain "pengawal bayangan" yang di suruh menjaga Meytta, Bimo juga ingin menunjukkan eksistensi nya sebagai pacar Meytta, biar semua orang tahu bahwa Meytta sudah punya gandengan dan jangan di ganggu.
Bimo mulai sering mengantar Meytta ke kampusnya, meskipun Bimo belum pernah main ke rumah Meytta.
Bimo hanya mengantar dan menjemput Meytta dari luar gerbang rumahnya.
Pagi itu Bimo mengantar Meytta ke kampus dengan menaiki motor sport nya.
Sampai di halaman depan kampus Meytta yang melihat teman temannya minta berhenti.
"Stop..sayang, itu ada teman teman aku," teriak Meytta menghentikan motor Bimo agar tidak masuk ke lobi kampus tersebut.
Bimo yang di hentikan Meytta kemudian menepikan motor dan berhenti.
Sambil menunggui Meytta yang menunggu teman temannya lewat, Bimo memainkan ponselnya memastikan "para pengawal bayangan" sudah berada di kampus itu.
"Halo... dimana kalian.?," tanya Bimo.
"Sudah di lokasi bos," sahut suara dari seberang telpon.
"Ok nanti aku tinggal, terus monitor dan amankan," sebuah perintah dari Bimo.
"Ada apaan sih .?, kayaknya penting," tanya Meytta yang merasa aneh.
"Enggak ada apa apa kok," balas Bimo sambil tersenyum.
"Ya udah, aku pergi dulu ya, tuh teman teman ku udah menunggu," kata Meytta sambil melangkah menghampiri teman temannya.
Bimo menganggukan kepala sambil tersenyum.
"Hati hati, kalau sudah pulang hubungi aku nanti aku jemput," kata Bimo kembali.
Meytta hanya mengangguk dan tersenyum manis.
Teman teman Meytta tampak menggoda nya .
__ADS_1
"Ciee....cie....pakai antar jemput segala, baru jadian ya neng ?," goda Debora.
"Huuft..tinggal kita bertiga yang masih jomblo, ternyata Meytta sudah punya gandengan," kata Shinta pura pura sedih.
Wulan yang mendengar perkataan Shinta juga ikut pura pura sedih dan berkata," iya niih padahal dahulu geng kita bernama jomblo abadi tapi sekarang kita sudah di tinggal salah satu membernya."
Mereka berempat tertawa bersama mendengar guyonan mereka sendiri sambil berlalu menuju ruang kelasnya.
Bimo yang masih asyik bermain dengan gadgetnya tidak menyadari sepasang mata mengawasi dengan penuh amarah.
Rupanya Johan yang saat itu berada di kampus memergoki Bimo yang mengantar Meytta.
"Huh ..pemuda itu lagi, awas aku kerjai kau," batin Johan sambil menelpon teman teman nya.
Merasa Meytta sudah aman bersama teman temannya, Bimo menstater motornya dan pergi dari kampus itu.
Bimo masih santai mengendarai motor sport yang sudah di modifikasi tersebut.
Melalui kaca spion Bimo merasa ada yang membuntutinya, dia mencoba memastikan nya, setiap dia belok kanan rombongan lima motor di belakang nya mengikuti mengambil kanan.
Dia mengambil belokan kiri kembali motor motor itu ikut belok kiri.
Setelah merasa pasti motor motor tersebut memang mengikutinya, timbul keisengan dalam dirinya ingin mengerjai orang orang yang membuntuti nya.
Ditariknya gas motornya dengan cepat membuat motornya tiba-tiba melaju dengan kencang, membuat motor motor penguntit nya kelabakan mengikutinya.
"Ha..ha..rasain lu,'' kata Bimo tertawa dalam hati melihat para penguntitnya yang pontang panting mengejarnya.
Begitu para penguntitnya mulai terlihat menjauh Bimo kembali mengendarai motornya dengan santai kembali.
Mengetahui para penguntit sudah agak mendekat kembali Bimo menarik gas motornya dan memacu kembali motor nya dengan kecepatan penuh.
"Kurang ajar anak ini, dia mencoba mempermainkan kita ," kata penguntit itu yang rupanya Johan dan teman-temannya.
Johan dan teman-temannya semakin panas hatinya merasa di lecehkan oleh kelakuan Bimo yang seakan akan mengejek tersebut.
"Kejar anak itu, bila tertangkap kita hajar ramai ramai," kata Johan memberikan perintah.
Kembali rombongan Johan mengejar motor Bimo yang sedikit melambat, namun begitu sudah hampir kena dan mau di hentikan motor Bimo tiba -tiba ditarik melaju dengan kencang.
Bimo yang merasa habis mengisi BBM dengan RON terbaik full tank pula, sudah siap bila diajak kejar kejaran seharian.
Sifat isengnya kambuh lagi, kali ini yang jadi sasaran ya..si Johan.
Kembali motor Bimo melambat untuk yang kesekian kalinya, para pengejar nya yang sangat bernafsu, mengejar kembali dan bila sudah dekat Bimo akan menjauh dengan memacu motornya sekencang kencangnya.
Rombongan Johan makin naik pitam di ejek dan di remehkan, pokoknya mereka bertekad akan terus mengejar motor Bimo sampai dapat.
"Pokonya jangan kita lepas anak itu, tanganku gatal untuk menghajarnya,'' kembali Johan berteriak dengan marah.
Bimo yang rupanya sangat hafal daerah tersebut sengaja mau mengerjai pengejarnya.
Pada tikungan ketiga Bimo belok kanan ambil jalan menuju perkampungan, motor sport Bimo yang sudah di modifikasi bagian kaki kaki nampak santai melewati jalur penuh lubang itu, namun berbeda dengan motor pengejar mereka pontang panting menguasai laju kendaraan di jalan penuh lubang itu.
Melihat para pengejar nya begitu kesulitan melalui jalur itu, dengan sengaja Bimo menghentikan motornya menoleh ke belakang sambil membuka sedikit penutup helm nya sambil tertawa tawa ngakak mengejek.
__ADS_1
Dari lima motor yang mengejarnya tinggal tiga motor, karena dua teman Johan sudah terjungkal dengan wajah yang nyonyor terbentur tanah yang berlubang.
Tiga pemgemudi motor yang merasa di tertawa kan oleh Bimo mencoba tetap mengejarnya, mereka berhasil melewati jalur itu dengan susah payah.
Begitu ketiga motor itu mulai mendekat, Bimo kembali tancap gas.
Rrrreeeeeng...
Motor Bimo kembali melesat, membuat ketiga orang pengemudi motor yang mengejar itu makin panas hatinya.
Disebuah jalan Bimo berbelok ke arah kiri, sebelum berbelok Bimo menunggu sesaat motor motor pengejarnya.
Begitu pengejarnya mulai terlihat mendekat Bimo memasuki jalan yang sangat banyak brenjulan polisi tidurnya tersebut sambil berdiri diatas motor nya memprovokasi pengejarnya.
Merasa di lecehkan sedemikian rupa harga dirinya, para pengejar Tanpa pikir panjang langsung ikut tancap gas memasuki jalan yang penuh brenjulan polisi tidurnya itu.
Bagi motor Bimo sangat mudah karena motornya sudah di modifikasi, tapi kembali lagi motor motor pengejarnya sangat kesulitan.
Bersamaan dengan lewat motornya, Bimo membunyikan klakson keong nya yang bersuara sangat nyaring.
Diinn... !! Diiiiiin...!!
Membuat keriuhan di tempat itu.
Ternyata di gang jalan itu banyak terdapat anjing anjing liar yang merasa terganggu dengan suara berisik tersebut.
Dan dengan segera anjing anjing liar itu mengejar motor motor yang lewat di sana.
Motor Bimo lewat dengan mulus jalan yang buruk itu, tapi ketiga motor pengejar tampak kesulitan.
Tampak kepanikan pada ketiga pengemudi motor di belakang Bimo , apalagi di kejar anjing anjing galak itu.
Bimo berhenti dan berteriak kencang kencang.
"Rasain ..emang enak di gigit anjing." kata Bimo sambil tertawa senang bisa mengerjai Orang-orang itu dan memacu motornya kencang kencang meninggalkan area tersebut.
*****
Keesokan harinya nampak Johan dan beberapa temannya datang ke kampus dengan badan penuh balutan perban kayak mumi yang di awetkan.
Bimo yang mengantar Meytta dan melihat pemandangan itu tak bisa menyembunyikan tawanya, kemudian Bimo tertawa terbahak bahak.
"Ada apa sih kok sampai segitunya tertawanya,'' tanya Meytta yang bingung.
Bimo hanya menunjuk rombongan mumi berjalan itu.
_____________
**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya..
Juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date....
jangan lupa mampir juga ke karya aku yang lain yang bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU**'
__ADS_1