Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
187. Masa pemulihan.


__ADS_3

Dua pasang suami istri itu langsung menuju ke kamar di mana Meytta menunggu.


Begitu melihat tuan Haryo datang para pengawal pribadi yang menjaga Meytta langsung berdiri, begitupun dengan pak Joko yang langsung menghampiri Tuan Haryo yang sudah di anggap keluarga.


Mama Halimah dan mama Qonita langsung masuk kamar, mereka menangis bersama dengan Meytta saking gembiranya.


Bu Siti yang ada di dalam kamar juga ikut menangis, Bimo baginya sudah seperti anak sendiri..karena dari bayi dirinyalah yang merawatnya.


"Alhamdulillah..ya Allah ," tak henti hentinya semua mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa.


"Beneran sayang Bimo sudah siuman..?," tanya mama Halimah.


"iya..mah..tadi aku sudah di ijinkan masuk dan mas Bimo sudah mengenaliku bahkan tersenyum pada Meytta."


"Tapi karena masih lemah kita di larang lama lama di dalam kata petugasnya biar mas Bimo istirahat," kata Meytta kembali dengan wajah sedikit sumringah.


Semua nampak senang dengan berita perkembangan kesehatan Bimo tersebut.


Semua tak lupa mengucapkan syukur Alhamdulillah..bekali kali, baru tadi pagi tim dokter menyatakan angkat tangan menyerah menunggu keajaiban...kini Allah mengabulkan doa mereka semua.


Papa Haryo dan papa Adrian langsung ke ruang rawat sekedar melihat Bimo.


"Maaf sus..kami hanya ingin melihat sekilas saja," sahut papa Haryo.


Petugas yang tahu siapa itu tuan Haryo hanya mengangguk sopan.


Bimo masih terbaring lemah namun sudah membuka matanya, masih mengumpulkan seluruh kekuatan di tubuhnya untuk lebih kuat lagi.


Semua alat medis sudah di lepas tadi sore, hanya tersisa infus dan pengukur tanda tanda vital yang langsung terkoneksi ke layar monitor.


Begitu melihat papa dan papa mertuanya, Bimo sedikit tersenyum.


Papa Haryo maupun papa Adrian tak lagi bisa menahan tangisnya.


Kedua orang tua yang biasanya sangat tegar itu kini menangis sesenggukan karena bahagia.


"Sudah...kamu istirahat dulu ya..papa sama papa mertua mu menunggu di luar," pamit papa Haryo kepada Bimo.


Bimo mengangguk sedikit tersenyum.


Begitu keluar semua pengawal di panggil papa Haryo.


"Ini fitrah.. untuk kalian...gunakan sebaik baiknya..di bagi yang rata," kata papa Haryo yang sangat gembira menyerahkan segepok uang kepada komandan penjaga keamanan.


"Nanti yang tidak kebagian di catat di rumah aku kasih..," kata tuan Haryo lagi.


Para pengawal membungkuk hormat.


"Terima kasih..tuan besar..semoga tuan muda segera bisa beraktivitas seperti biasanya kembali," sahut kepala keamanan itu dengan sangat gembira karena mendapat rejeki nomplok juga tuan mudanya sudah sadar dari koma nya.


**


Andre yang mendapat laporan dari petugas keamanan bahwa Bimo sudah siuman langsung meluncur ke rumah sakit dimana Bimo di rawat.


Kedatangan nya hampir bersamaan dengan Om Satya yang juga mendapat berita dari sumber yang sama.


"Bagaimana tuan...kondisi Bos Bimo..?," tanya Andre begitu sampai di sana.


"Alhamdulillah Ndre... Allah mengijabahi doa doa kita," sahut papa Haryo sambil tersenyum.

__ADS_1


Hanya berselang beberapa menit Om Satya juga sudah datang kesana.


"Selamat tuan atas kesembuhan bos muda," kata Om Satya sambil tersenyum menjabat tangan tuan Haryo dan papa Adrian.


Malam itu benar benar malam yang menggembirakan bagi keluarga Haryo Perwira Atmaja dan Adrian Subekti.


**


Pagi pagi Meytta sudah bangun dari tidurnya.


Mengambil air wudhu dan sholat subuh di kamar tersebut.


Malam itu semua menginap di sana, papa Haryo, mama Halimah serta papa Adrian dan mama Qonita.


Mereka menyewa kamar tunggu dua lagi malam itu, untuk papa Haryo dan mama Halimah serta papa Adrian dan mama Qonita.


Bu Siti tetap bersama Meytta sedangkan pak Joko diluar bersama para penjaga sambil ngopi dan mengobrol.


"Sudah non sholat nya..?," tanya Bu Siti kepada Meytta.


"Sudah Bu..aku mau ke ruangan mas Bimo untuk menyuapinya," pamit nya kepada Bu Siti setelah sedikit berdandan merapikan penampilan nya.


"Memangnya ini sudah jam makan pagi..?," tanya Bu Siti.


"Hehehe...ya belum Bu..maksud Meytta nanti sekitar jam enam an," balas Meytta sambil tersenyum sumringah.


Tok tok tok


Cekleek..


Pintu di buka dari luar, mama Halimah dan mama Qonita masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Lho..kok udah dandan..?," tanya mama Halimah.


"Mama juga ikut masuk..semalam kan belum ketemu sama mas Bimo," kata mama Qonita.


"Mama juga..," kata mama Halimah.


**


Jam 06.00.


Meytta sudah memasuki ruang perawatan sambil membawa makanan.


Bimo yang sudah di sibin petugas laki laki nampak sudah bersih dan segar.


"Assalamualaikum..," sapa Meytta dan kedua mama nya.


"Waalaikumssalam..," jawab Bimo pelan karena masih lemah meskipun kini sudah mulai memerah mukanya.


"Sayang aku bawakan makanan kesukaan mu..," kata Meytta sambil mendekat dan mengusap rambut suaminya.


Bimo mengangguk..melihat bubur mutiara dan bubur beras yang di campur jadi satu.


"Aku suapi ya..."


Bimo mengangguk dan tersenyum.


Meytta duduk di tempat tidur di dekat Bimo.

__ADS_1


Mama Halimah dan mama Qonita duduk di kursi dekat tempat tidur.


"Aaa...," kata Meytta memberi aba aba suaminya untuk membuka mulutnya.


"Amm...ymm...ymm," Bimo mengunyah bubur yang terasa lembut di mulut tersebut.


"Bagaimana sayang ...?, kondisimu..?," tanya mama Halimah.


"Masih lemes semua mah..," kata Bimo pelan sambil mengunyah buburnya.


"Iya...kamu sudah lama terbaring..," kata mama Halimah kembali.


Bimo menganggukan kepalanya masih sambil menerima suapan makanan dari istrinya.


"Sekali lagi ya...sayang..," bujuk Meytta ketika Bimo sudah sedikit lambat mengunyahnya.


Bimo menganggukan kepalanya.


**


Siang hari di ruang tunggu sudah banyak para kolega yang berdatangan, mereka mengucapkan selamat atas kesembuhan dari sang CEO muda tersebut.


Meskipun begitu kali ini pengawalan betul betul ketat tak ingin lagi kejadian serupa menimpa keluarga mereka.


Para pegawai perusahaan GSB group milik tuan Haryo juga berdatangan silih berganti.


Semua mengucapkan selamat atas kesembuhan pemimpin tertinggi perusahaanya.


"Terima kasih atas kedatangan saudara saudara semuanya..saya mewakili tuan Haryo dan tuan Bimo mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas doa kalian semua CEO kita tuan Bimo bisa sembuh dan semoga segera bergabung kembali dengan kita di perusahaan," demikian sambutan Andre mewakili tuan rumah.


"Maaf untuk saat ini semua belum bisa masuk ke ruang tuan Bimo karena masih masa pemulihan, tapi kami mengapresiasi kedatangan bapak dan ibu semuanya."


"Ada sedikit berita gembira yang barusan saya dapatkan dari tuan Haryo, karena ras syukur beliau atas perbaikan kondisi dan kesembuhan tuan Bimo maka perusahaan akan memberikan bonus satu kali gaji kepada seluruh karyawan sebagai bentuk rasa syukur nya."


"Horeee....!."


Teriakan para karyawan menggema yang saat itu ada di depan ruang tunggu tersebut mendengar berita gembira itu.


**


Siang hari Bimo sudah di pindahkan di ruang rawat presiden suite.


Semua terlihat bahagia, terlebih Meytta yang selalu berada di samping sang suami.


Bahkan kayak anak kecil Meytta selalu berada di atas tempat tidur suami nya tak mau di pisahkan lagi.


Papa Haryo dan papa Adrian serta mama Halimah dan mama Qonita hanya tersenyum saja melihat Meytta yang masih maruk berdekatan dengan suami nya.


"Pokonya aku mau tidur sama mas Bimo di sini..," kata Meytta saat mama Qonita khawatir nanti mengganggu Bimo.


"Tapi hati hati Mey...mas Bimo kan belum sembuh total," nasehat mama Qonita.


"He'em mah.."


_____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....


Baca juga karya lainku

__ADS_1


* Sang Pengacau


* Aku Lebih Mencintaimu**


__ADS_2