Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
165. Rencana periksa kandungan lagi


__ADS_3

Pukul sepuluh lebih sedikit mobil Bimo yang di kendarai nya bersama istrinya sudah tiba di rumah mertua indah.


Mama Qonita yang sudah menunggu nunggu tampak sumringah melihat kedatangan anak dan menantu nya tersebut.


Meytta langsung berlari memeluk mamanya kayak lama enggak ketemu.


"Padahal kemarin kan juga baru ketemu," gumam Bimo pelan sambil menurunkan barang barang bawaan.


"Pak..!, bantuin mas Bimo," panggil mama Qonita kepada tukang bersih bersih dan tukang kebun itu.


Pak kang kebun langsung berlari membawakan barang bawaan yang akan di bawa Bimo.


"Biar saya yang bawa tuan muda," sahut pak kang kebun tersebut.


"Iya..bapak bawa yang itu..biar ini saya yang bawa," kata Bimo sambil membawa tas berisi pakaian dirinya dan istrinya.


Pak kang kebun membawa dua tas berisi oleh oleh yang nantinya akan di bagi bagi.


"Ini di taruh di mana Nyonya..?," tanya pak kang kebun kepada mama qonita.


"Mau taruh mana Mey..?," tanya mama Qonita.


"Di ruang tengah aja mah..itu oleh oleh nanti kita bagi bagikan," sahut Meytta kepada mama qonita.


"Ruang tengah aja pak..," kata mama kepada pak kang kebun meneruskan perkataan anaknya.


Ketiganya memasuki rumah tersebut, Bimo langsung menuju ke kamar untuk menaruh tas yang berisi pakaiannya dan Meytta.


Sedangkan Meytta langsung menuju ruang keluarga bersama mama dan disana sudah menyambut bi Ijah dan satu pembantu perempuan lagi.


"Selamat datang non Meytta..," kata Bi Ijah yang sudah merawat Meytta sejak bayi tersebut.


Meytta tersenyum memeluk bi Ijah.


"Kangen rasanya dengan rumah ini," sahut Meytta, karena memang sudah hampir dua minggu semenjak kepulangannya yang dahulu.


Mama dan bi Ijah tersenyum mendengar perkataan Meytta.


"Mau bi Ijah buatin minuman apa non..?."


"Teh anget aja bi, kalau mas Bimo kopi hitam dengan sedikit krimer," sahut Meytta kepada bi Ijah.


"Meytta ke kamar sebentar ya Ma..ganti baju santai biar enggak gerah," pamit Meytta kepada mama.


"Iya...sana..biar capek nya ilang..," sahut mama qonita.


Meytta ke kamar, sampai di kamar di lihatnya suaminya masih berbicara dengan seseorang di telepon.


Kemudian Meytta mengambil baju santai semasa gadis yaitu baby doll kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


"Eeh.. ternyata memang agak gemukan badanku," gumam Meytta.


"Perasan sering enggak makan banyak..malah, kok gendutan siih...," sungut Meytta lagi sambil keluar dari kamar mandi.


Bimo yang melihat istrinya gumam gumam tersenyum geli.


"Ngapain sayang..kok ngomong sendiri..?," tanya Bimo sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ini mas..aku kok jadi gendutan..perasaan makanku juga enggak banyak banyak amat," gerutu Meytta dengan panik.


"Sudah ..mungkin bener kamu hamil sayaang..," kata Bimo mengingatkan istrinya.


Meytta yang jadi teringat hal itu seketika wajah nya sumringah.


"Ooh..iya.ya..mas...semoga memang benar ya Allah," doa Meytta sambil menengadahkan tangan nya.


"Aamiin..," sahut Bimo sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Mas Bimo telpon siapa barusan kok serius banget..?,"tanya Meytta Meytta masih dalam pelukan suaminya.


"Si Andre..., mas Bimo kasih kabar kalau lusa kemungkinan sudah bisa berangkat kerja," jawab Bimo sambil mencium rambut Istrinya.


"Ohh..," sahut Meytta sambil berjalan keluar kamar.


Bimo mengikuti istrinya yang tengah berjalan menuju ruang keluarga.


Disana mama Qonita masih duduk sambil membaca majalah kesukaannya.


"Papa pulang jam berapa Ma..?," tanya Bimo.


"Mungkin agak cepetan kan tahu kalian mau ke sini," sahut mama qonita tersenyum.


"Soalnya nanti sore kita mau periksa ke dokter kandungan mastiin Meytta sudah isi belum..," sahut Meytta.


"Nanti sore..?," tanya mama kaget namun kesenagan.


"Mama ikuut.., pingin lihat calon cucu mama..," kata Mama qonita.


Bimo dan Meytta tersenyum mengangguk.


"Kita ke tempat dokter teman mama saja, ..mungkin sedikit jauh tapi enggak sampai setengah jam kok," sahut mama qonita lagi.


"Boleh Ma..," sahut Bimo sambil menganggukkan kepalanya.


"Sebentar mama akan telpon teman mama dulu..ya..," kata mama sambil berdiri dan berjalan menuju ke kamar di mana ponselnya tertinggal di sana.


Mama nampak berbincang dengan seseorang di kamar, mungkin dengan dokter tersebut.


Bimo dan meytta menikmati hidangan kecil dan minuman yang sudah di buat kan oleh bi Ijah sembari menyalakan televisi berbayar.


Mama Qonita yang baru keluar dari kamar nampak tersenyum senang.


"Nanti sore kita langsung ke sana.., kita tak perlu antri," kata mama Qonita yang sudah menghubungi temannya tersebut.


Bimo dan Meytta kembali mengangguk dan tersenyum sambil menikmati hidangan di meja.


"Oh..iya..kita mau bagi bagi oleh oleh malah lupa belum membukanya," sahut Meytta yang langsung beranjak berdiri.


"Lho bukankan kemaren udah di bagi bagikan Mey..," tanya mama Qonita.


"Kan sebagian barangnya belum tiba Ma..., ini baru di kirim kemarin sore dari pihak bandara," sahut Meytta sambil mulai membuka beberapa tas tempat oleh oleh tersebut.


"Ini buat mama..," kata Meytta yang membelikan mama Qonita sebuah tas branded dan sepatu dengan model kesukaan mamanya.


"Waah Mey...ini bagus banget.."

__ADS_1


"Ini beli di laris Ma..," sahut Meytta sambil tersenyum.


"Cantiik..banget modelnya..," kata mama Qonita yang tersenyum senang.


"Ini buat papa..," sahut Meytta lagi sambil menunjukkan sebuah jam tangan mewah.


"Bagus banget ..papa pasti suka Mey..," sahut mama lagi.


Kemudian Meytta mengeluarkan oleh oleh yang berupa makanan khas Eropa untuk di makan bersama sama.


Juga beberapa cindera mata buat para pekerja di sana.


**


Sebelum makan siang papa Adrian malah sudah sampai di rumah.


Sambil tersenyum senang, papa Adrian turun dari mobilnya.


Mama sudah menyambut di depan pintu masuk.


"Meytta sudah datang..?," tanya papa Adrian dengan gembira.


"Sudah pa.., itu mereka baru ngobrol di ruang keluarga," sahut mama Qonita dengan tersenyum.


Papa Adrian bergegas masuk untuk ketemu dengan anak dan menantu nya.


"Assalamualaikum..," sapa papa Adrian.


"Waalaikumssalam.., lho papa sudah pulang," tanya Bimo yang keheranan sambil berdiri menyambut tangan bapak mertuanya.


"Iya .sengaja karena kalian mau datang..," kata papa Adrian.


"Meyttanya..mana..?," tanya papa Adrian karena tak melihat anaknya.


"Masih ke dapur pa..bagikan oleh oleh dari Eropa," sahut Bimo tersenyum.


"Ooh..," sahut papa Adrian.


"Sudah...sana Papa ganti baju dulu," usir mama karena papa Adrian malah ikut duduk disana dan asyik mengobrol.


"Habis itu kita lanjutkan obrolan sambil makan siang," kata mama Qonita lagi.


Papa kemudian berdiri dari duduknya.


"Papa ganti baju dulu..ya mas..," kata papa Adrian berpamitan kepada Bimo.


"Iya ..pa..," sahut Bimo kepada papa Adrian.


Papa pun masuk ke kamar diikuti mama Qonita.


"Pa..nanti sore mama mau ikut mas Bimo dan Meytta periksa calon cucu mama," kata mama Qonita.


"Apaa.., papa juga ikut dong..masak mau di tinggal," sahut papa Adrian bersungut-sungut kayak anak kecil.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


Happy reading**....


__ADS_2