Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
132. Ijab qobul


__ADS_3

Pagi Hari sehabis sholat subuh sudah terjadi kesibukan luar biasa di hotel milik keluarga tuan Haryo itu.


Yang paling terlihat sibuk tentu saja kedua mempelai dan orangtuanya, karena akan di rias oleh pihak MUA.


Meytta sudah mulai di rias oleh penata riasnya begitu juga dengan Bimo serta kedua orang tua dari kedua mempelai.


Rencana ijab qobul yang akan di laksanakan tepat pukul 07.00 itu membuat para MUA berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan tugasnya.


Meytta yang sudah berganti dengan kebaya putih nan mewah sudah duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk di rias.


"Ya..duduk di sini nona," kata petugas MUA mengarahkan Meytta yang masih di rias.


Dengan di temani bude Rahmi Meytta di rias oleh petugas MUA tersebut.


"Wes..Jan...ayuu...tenan keponakanku Iki..," puji Bude Rahmi kepada Meytta.


"Aah..bude bisa aja...," jawab Meytta malu malu.


"Lho..tenan kok nduk...kamu ayu tenan...bude enggak bohong, pas banget... dengan mas Bimo yang ganteng, gagah, tajir..lagi," kata bude Rahmi dengan berapi api menyanjung keponakan dan calon suaminya itu.


Meytta tersenyum ..memang tak di pungkiri jika calon suaminya sangat ganteng, gagah dan juga kaya raya.


Tak berapa lama acara make up Meytta oleh pihak MUA sudah selesai.


Dan ternyata semua juga sudah selesai dan sudah bersiap menuju gedung yang akan di gunakan untuk ijab qobul dan resepsi pernikahan.


Para petugas MUA sudah mengemasi baju baju ganti untuk kedua pengantin serta semua yang di butuhkan untuk di bawa ke gedung yang menjadi tempat pernikahan itu.


"Waah...cantik banget calon bini mas Bimo," goda Bimo kepada Meytta yang sudah sampai di lobby hotel.


"Sudah pada nungguin lama..mas..?," tanya Meytta mengalihkan godaan Bimo.


"Lumayan lama..," sahut Bimo.


"Kamu ..cantik banget sayang..sampai enggak sabar mas Bimo...nunggu nanti malam," goda Bimo lagi.


Meytta tolah toleh..takut ada yang mendengar godaan Bimo.


"Issh...mas..kalau ada yang dengar malu..kan," sahut Meytta sambil mencubit pinggang calon suaminya itu.


Bimo tertawa keras melihat calon istrinya tersipu malu dengan wajah makin merona.


"Sudah siap semua..," tanya papa Haryo yang berdiri di sebelah papa Adrian.


"Kayaknya sudah pa," kata Bimo menjawab papanya.


"Ayook kita berangkat sudah jam enam lebih dikit," kata papa Haryo lagi.


Kemudian rombongan beberapa mobil dari dua keluarga itu sudah bergerak ke gedung tempat berlangsungnya akad nikah dan resepsi itu.

__ADS_1


Jarak yang tak terlalu jauh dari hotel tempat menginap itu malah membuat tamu tamu yang menghadiri undangan pernikahan itu memilih hanya berjalan kaki.


Karena untuk parkirannya juga malah kesulitan jika memaksa memakai kendaraan, berbeda dengan rombongan pengantin yang sudah di siapkan tempat khusus untuk parkir di sana.


Sampai di depan gedung itu sudah nampak Tratag dan tarub di depan lobi gedung.


Tratag adalah tenda yang di dekorasi sedemikian rupa hingga nampak menarik, sedangkan tarub adalah hiasan dari janur atau daun kelapa muda yang di bentuk berbagai macam bentuk.


Tratag yang di dekorasi dengan sangat mewah itu menambah kemewahan acara tersebut.


Apalagi tarub yang di hias sedemikian indah membuat dekorasi makin menawan.


Aneka tarub yang di hias dengan janur kuning dengan di bentuk berbagai macam benda itu makin menambah ke sakralan acara tersebut.


Kembang Mayang yang sudah nampak dari luar gedung serta aneka tuwuh tuwuhan makin menambah suasana makin adem dan mewah.


Kedua calon pengantin itu di arahkan menuju ke atas podium.


Dan di depan kursi pelaminan yang besar, sudah ada beberapa kursi dan meja yang memang di sediakan untuk acara ijab qobul, dan jika ijab qobul sudah selesai kursi dan meja itu nanti akan di singkirkan.


Disana sudah nampak petugas dari KUA yang akan menikahkan kedua calon pengantin itu.


Berhubung waktu yang di sepakati sudah tiba maka acara ijab qobul pun di mulai.


"Saya nikahkan engkau ananda Bimo Aryoseno Perwira Atmaja bin Haryo Perwira Atmaja dengan Meytta Aisha binti Adrian Subekti dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan kitab suci Al-Qur'an dengan mahar emas sebanyak lima kilogram dan uang sejumlah duajuta duapuluh satu ribu rupiah(2021.000) di bayar tunai."


"Saya terima nikahnya Meytta binti Adrian Subekti dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan kitab suci Al-Qur'an dengan mahar emas sebanyak lima kilogram dan uang sebesar dua juta duapuluh satu ribu rupiah di bayar tunai,'' kata Bimo dengan lancar dan dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana..para saksi..?," tanya penghulu di sana kepada saksi dan orang orang yang menyaksikan ijab qobul tersebut.


"SAH..!!.". "SAAAAH....!!."


Teriak orang orang disana menyambut ucapan dari penghulu pihak KUA tersebut.


"ALHAMDULILLAH..."


Kemudian orang orang bertepuk tangan menyambut semua itu.


Bimo mencium kening Meytta yang di balas dengan Meytta mencium tangan Bimo.


Kembali orang orang bertepuk tangan menyambut kebahagiaan kedua mempelai.


Semua tamu undangan di persilahkan mencicipi hidangan yang sudah tersaji di sana, sambil menunggu prosesi acara yang nanti akan di langsungkan dengan arahan dari pihak WO yang rencananya akan di langsungkan sekitar jam 09.00.


Bimo dan Meytta dipersilahkan untuk istirahat di kamar yang sudah di siapkan karena acara untuk keduanya masih akan berlangsung lama dan pastinya menguras tenaga.


Sampai di kamar Bimo langsung memeluk istrinya.


"Mas Bimo enggak sabar... nunggu malam tiba sayang..," goda Bimo sambil tangannya mulai menggerayangi tubuh istrinya.

__ADS_1


Meytta hanya mendesah.


"Issh...mass..nanti ada yang masuk ke sini..lho... malu kan..," sahut Meytta yang jadi blingsatan karena ulah nakal Bimo.


Bimo hanya terkekeh...kesenangan..sebelum terdengar ketukan di pintu.


Tok..tok...tok...


Meytta yang duduk di pangkuan Bimo langsung sontak berdiri pura pura menjauh.


"Masuuk..saja," sahut Bimo.


Rupanya bude Rahmi dan pakde Guno yang masuk ke kamar itu.


Memang bude Rahmi dan pakde Guno dapat tugas dari keluarga untuk mendampingi pengantin, untuk menjamin kebutuhan keduanya takutnya tak ada yang mengurusi karena pada sibuk dengan peran masing masing.


"Ini nduk bude bawakan minuman sama makanan kecil..nanti kalau telat makan dan minum malah semapuut...," kata Bude Rahmi dengan penuh perhatian.


"Makasih bude..," sahut Meytta dan Bimo berbarengan.


Bude Rahmi malah menyuapi Meytta dan menusukkan sedotan di minuman air mineral gelas dan menyodorkan ke mulut Meytta agar mudah.


Meytta menyambut semua itu dengan senang.


"Makasih bude...aku memang haus sejak tadi karena dari subuh minum sedikit," kata Meytta.


"Iya..bude tahu itu," kata bude Rahmi tersenyum tulus.


"Mas Bimo mau saya pijiti kakinya.., biar tetep kuat," kata pakde Guno.


"gak usah pakde," sahut Bimo karena sungkan.


"Nggak...papa..mas..dulu waktu muda pakde pas menikah juga di pijiti kakinya ...biar strong......... katanya..," kata pakde Guno dengan tertawa mengegoda.


"Waooow...," kata Bimo sambil melongo.


"Terus pakde jadi kuat..," sahut Bimo lagi.


"Weess...Joss pokoke, sampai budemu itu nyerah..," kata pakde Guno sambil melirik istrinya yang malu malu.


"Issh...opo to pak e...Iki...malah buka rahasia ," sahut bude Rahmi dengan malu malu.


Bimo dan Meytta saling pandang mendengar ucapan kedua pasangan sepuh di depannya, sambil tersenyum penuh arti.


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku..dan tinggalkan jejak juga ya**...

__ADS_1


__ADS_2