Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
111. Kegagalan Serangan hackers


__ADS_3

Bimo yang kini lebih banyak di rumah orang tua nya masih tampak sholat subuh di mushola keluarga.


Bersama para pekerja yang ada di sana mereka sholat berjamaah.


Bimo memang sengaja tinggal di rumah orang tua nya sampai hari pernikahan nya nanti.


Habis sholat subuh papa, mama dan Bimo nampak menikmati secangkir teh dan makanan ringan sebelum sarapan pagi.


"Bagaimana..dengan kondisi perusahaan kita..?," tanya papa Haryo di sela obrolan mereka.


Bimo menghela nafas sesaat.


"Papa tahu kan beberapa hari yang lalu ada serangan hacker..? untuk mengacaukan sistem di perusahaan.kita..? tapi itu untuk sementara bisa kita atasi," kata Bimo.


Papa Haryo hanya mengangguk mendengar penjelasan anakknya.


Kemudian pembicaraan beralih ke persiapan pernikahan Bimo.


"Bagaimana dengan persiapan pernikahan mu..?," tanya Papa Haryo.


"Untuk gedung dan baju sudah ok pah.., tinggal konsumsi nanti Meytta yang urus, sama mamah kan mah..?," jawab Bimo sambil bertanya sekaligus sama mamanya.


"Iya..mama sama Meytta udah memastikan semua beres," kata mama Halimah.


Mereka masih berbincang sampai saat makan pagi tiba, sesudahnya semua mulai melakukan aktivitas masing masing.


Bimo sudah nampak rapi dengan pakaian kantornya, berencana ke kantor untuk memonitor masalah yang ada di perusahaan nya.


Papa Haryo juga ada rencana bertemu dengan papa Adrian untuk membicarakan masalah yang terjadi dengan perusahaan mereka berdua.


**


Di perusahaan tuan Hartono.


Tampak beberapa orang yang sedang berada di depan monitor komputer dengan raut wajah sulit di gambarkan.


Ada raut geram namun ada juga yang heran bahkan kagum.


"kurang ajar..virus kita susupkan berhasil di hadang oleh mereka," kata salah satu orang itu.


"Padahal itu sudah virus yang terhebat ," kata yang satunya lagi.

__ADS_1


"Hebat juga hacker yang di miliki perusahaan itu," kata yang lain lagi.


Semua masih heboh dengan pendapat masing masing ketika tuan Hartono datang.


"Bagaimana dengan perusahaan yang kita serang...? tanya tuan Hartono dengan antusias.


"Yang satu tampak tak berkutik namun yang satunya kelihatannya mampu bertahan bahkan membuat pelindung anti virus yang hebat tuan," kata salah satu ahli komputer itu.


"Bagaimana itu bisa terjadi.. hah..?," bentak tuan Hartono mulai marah.


"Kami akan mencoba lagi susupkan virus yang lain tuan," kata orang itu mulai ketakutan.


"Cepat lakukan jangan hanya pintar bicara saja kau," teriak tuan Hartono mulai tak sabar.


Kembali para ahli komputer anak buah tuan Hartono bekerja dengan wajah sangat serius.


**


Hari sudah agak sedikit siang, saat itu Bimo sudah ada di kantor nya, selain menanda tangani beberapa berkas juga akan mengadakan rapat dewan direksi mengenai masalah serangan cyber terhadap perusahaan.


Mbak Diah yang tangannya sudah mulai bisa untuk menulis sudah mulai bekerja sendiri lagi.


Mbak Diah senang bukan kepalang, anak pertamanya sudah bekerja di usia yang masih sangat muda.


Bukan bekerja di tempat abal abal tapi di GSB group, tempat perusahaan yang paling di minati seantero negeri.


Mbak Diah selalu berpesan kepada anaknya.


"Untuk bekerja sebaik baiknya karena keluarga tuan Haryo sudah banyak membantu keluarga kita," begitu pesan yang selalu di dengung dengungkan kepada anaknya.


Hendry sendiri tanpa di minta pun sudah berniat bekerja sebaik mungkin, dia juga menyaksikan sendiri kebaikan dari keluarga bos nya.


"Mbak...berkas berkas sudah aku tanda tangani, bisa mbak Diah ambil di meja ku," kata Bimo kepada mbak Diah by phone internal.


"Baik pak," sahut mbak Diah yang masih ada di mejanya.


Mbak Diah mengambil berkas berkas itu dari meja atasannya tersebut.


"Jam berapa nanti rapat direksinya..?," tanya Bimo ketika mbak Diah masuk mengambil berkas.


"Habis ishoma saja pak, biar bisa ngumpul semua," kata mbak Diah.

__ADS_1


"Baiklah," kata Bimo.


Mbak Diah pun mengambil berkas berkas yang sudah di tanda tangani di meja atasannya tersebut.


"Oh..ya mbak tolong pesankan Kopi panas ya..," kata Bimo sebelum mbak Diah keluar ruangannya.


''Baik pak," kata mbak Diah yang langsung menghubungi OB lantai tersebut.


**


Sementara itu di rumah, Meytta masih nampak bersantai dengan mama Qonita.


Mereka membicarakan persiapan pernikahan Meytta dan Bimo.


"Bagaiman baju pengantin sudah cocok..?, kurang sebentar lagi lho Mey," kata mama Qonita.


"Sudah kok mah.., mama tenang aja tinggal mas Bimo aja nanti yang fitting terakhir," kata Meytta memenangkan mamanya.


"Pokoknya jangan sampai ada


masalah."mama Qonita berkata.


"Iya mah..aku juga terus memonitor kok," jawab Meytta.


Disaat mereka masih berbincang handphone Meytta berbunyi.


Tuut....tuut....


Meytta meraihnya dan melihat layarnya.


"Siapa Mey..?," tanya mama Qonita.


"Mama Halimah ...mah," jawab Meytta.


"Coba di angkat mungkin ada sesuatu yang akan di bicarakan," kata mama Qonita


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya.....


Happy reading**...

__ADS_1


__ADS_2