
Mama qonita dan papa Adrian masuk kemudian mereka duduk di ruang tamu.
Bimo langsung masuk ke dalam bersama istrinya sambil membawa perlengkapan nya sendiri.
"Mas Haryo kok sepi jeng ..?, apa masih ngantor..?," tanya mama Qonita.
"Enggak kok jeng..katanya tadi ada ketemuan sama klien.''
"Malah sampai sekarang belum pulang, paling sebentar lagi pulang nya," kata mama Halimah.
"Jeng Qonita sama mas Adrian silahkan istirahat di kamar dulu ..kan baru pulang dari kantor," kata mama Halimah.
"terima kasih jeng Halimah, saya memang sedikit lelah," kata papa Adrian dengan jujur
Seorang pekerja rumah tangga sudah bersiap dengan membawakan tas yang di bawa papa Adrian dan mama Qonita.
Suami istri itu mengikuti pekerja tersebut menuju kamar yang di siapkan untuk keduanya.
Sementara itu di kamar atas Bimo dan Meytta masih memperhatikan tas tas besar yang sudah di siapkan dengan sebagian isinya.
"Perlengkapan kita malah sudah di siapkan sama mama Halimah," kata Meytta.
"Ya...itu yang koper merah kayaknya isinya pakaianmu..sayang , yang koper hitam ini punya mas Bimo,'' kata Bimo.
Keduanya masih meneliti tas tas tersebut ketika ada ketukan pintu.
Tok.. tok ...tok
"Masuuk..."
Ternyata mama Halimah yang masuk ke kamar anak anaknya.
"Ehh..mama..," kata Meytta.
"Mama cuma mau memberitahu kamu sayang.." kata mama Halimah kepada Meytta.
"Yang tas warna merah punyamu..terus yang hitam punya mas Bimo, terus ada satu lagi warna coklat yang sudah di bawa ke bawah..isinya makanan dan perlengkapan."
"Baju baju ganti kalian sudah masuk semua di tas itu, tinggal tambahkan aja...apa..yang kalian inginkan."
"Mah..Meytta boleh tanya enggak..?."
"Boleh dong sayang...mau tanya apa memangnya..?," tanya mama Halimah dengan tersenyum.
"Kita mau pergi ke Eropa mana sih mah.."tanya Meytta sambil tersenyum malu malu.
Mama Halimah tersenyum.
"Oh...mama kira mau tanya apa," kata mama Halimah dengan tersenyum geli.
__ADS_1
"Besok kalian mau ke Belanda, Italia dan Prancis terus pulang mampir di Turki...sayang."
"Kenapa kami memilih empat negara tersebut..?, karena di sana perusahaan papa berada jadi kalian nanti akan ada yang mengantar kemanapun kalian mau..," kata mama panjang lebar.
"Ooo..Berarti kita tak usah takut bakal nyasar ya ..mah..," kata Meytta lagi.
"Hehehe..ya enggak lah..sayang, makanya Papa sama Mama kasih kalian tiket wisata di empat negara itu agar ada yang menjaga kalian dan memandu kalian."
"Di sana juga ada apartemen kami, kalian tak usah sewa hotel cukup menginap di apartemen saja, nanti sudah ada pengurusnya jika kalian membutuhkan sesuatu tinggal panggil," kata mama Halimah berturut turut.
"Waaah....makasih Mama," kata Meytta langsung memeluk mama Halimah.
"Iya.. sayang...," balas mama Halimah sambil memeluk juga.
"Eeh...tapi ada tugas untuk kalian setelah pulang nanti akan mama tanyakan."
"Apa..itu..mah..??," tanya Meytta dengan serius.
"Kalian harus membawa berita tentang cucu untuk mama dan papa,"
Meytta langsung tersipu, sedangkan Bimo malah ngakak.
"Lho..beneran.....pokok nya kalian nanti pulang, harus sudah ada berita keberadaan cucu pertama kami," kata mama Halimah lagi dengan muka serius.
"Ish...mama..ini..emang mudah..?," kata Bimo.
"Emang mudah kok," kata mama Halimah.
"Itu kan karena kami tak ingin kerepotan.., tapi kalau kalian nanti punya anak banyak..kami yang akan mengurusnya," kata mama lagi.
Mereka masih berbincang di kamar itu.
"Sudah mama mau turun..kalian masukkan lagi apa apa yang kalian anggap perlu, habis itu biar tas itu di bawa turun pekerja."
"Iya...Ma..," kata keduanya serempak.
Sehabis menata barang barang tambahan di tas tersebut, keduanya langsung turun ke lantai satu untuk berkumpul dengan yang lainnya.
Nampak keempat orang tua mereka sudah berada di taman samping rumah, yang pengerjaannya sudah delapan puluh persen selesai.
Sudah mulai nampak keindahan di taman itu, arena bermain juga sudah di pasang.
"Waah..jadi kayak taman kanak-kanak ya mas..," seloroh papa Adrian kepada papa Haryo.
"Hehehe...demi cucu kan mas..," kata papa Haryo sambil tersenyum senang.
"Waah... nanti di rumah sana juga mau aku buatkan mainan kayak gini..mas, biar nanti kalau cucu cucu kita main ke rumahku juga tak terlalu kebanting dengan kemewahan istana di sini," canda papa Adrian kepada papa Haryo.
Yang di sambut tawa para istri istri mereka.
__ADS_1
"Ada apaan sih pah kok rame banget ketawa nya," tanya Bimo yang datang di ikuti oleh istrinya.
"Ini lagi bahas yang mama pesan tadi....setelah kalian pulang dari Eropa," kata mama Halimah lagi menggoda kedua anaknya.
"Cck...mama ini.....itu lagi ...itu lagi..," sahut Bimo sambil sedikit cemberut.
"Laaa kami memang sudah kepingin gendong cucu kok mas Bimo," kata mama Qonita.
"Ish..mama ini," kali ini Meyta yang protes dan tersipu.
"Beneran sayang...mama Halimah dan mama Qonita sudah kebelet gendong cucu dari kalian," kata mama Halimah kepada Meytta.
Kehangatan obrolan keluarga itu terhenti saat adzan Maghrib mulai di kumandangkan.
"Sudaah...sudah..kita sholat bersama dulu habis itu kita ngumpul di sini lagi," kata papa Haryo yang terlihat kesenengan karena ada teman mengobrol.
"Eeh...kita makan malam dulu..baru mengobrol lagi," kata mama Halimah.
Semua kemudian menuju ke mushola keluarga untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah.
Disana sudah ada beberapa pekerja yang akan menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah.
Saat papa Haryo datang iqomah lalu di kumandangkan.
Dengan di Imami oleh papa Haryo sholat Maghrib berjamaah itu berlangsung.
Selesai sholat Bimo kembali ke kamar nya meminta para pekerja untuk menurunkan kedua tas koper besar tersebut, yang sudah di perkirakan lengkap.
"Pak..tolong di turunkan ya kedua tas ini, di taruh sekalian bersama tas coklat yang sudah ada di bawah," perintah Bimo.
"Iya Den...,"jawab kedua pekerja laki laki Tersebut sambil mengangkat tas besar itu turun ke bawah.
Di rumah itu hanya pak Joko dan Bu Siti yang memanggil Bimo dengan sebuah "mas" lainnya kalau enggak Aden, Den atau bahkan Tuan Muda.
Bimo kemudian menuju ruang makan karena tadi mama Halimah berpesan habis sholat Maghrib akan makan malam bersama seperti hari biasa.
"Tas nya sudah di turunin mas..?," tanya Meytta sambil ikut menata menu makanan di meja.
"Sudah sayang..."
"Memangnya ada yang mau kamu masukkan lagi..?," tanya Bimo kepada istrinya.
"Enggak sih mas, kayaknya sudah cukup," jawab Meytta.
"Udaah...nanti kalau ada yang kurang tinggal beli di sana aja," kata papa Haryo kepada keduanya.
Mereka pun memulai acara makan malam bersama.
__________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..