
Setelah selesai makan kemudian sebentar terdengar adzan ashar.
"Lha..sudah adzan ..kita sholat dulu, habis itu langsung berangkat," kata Bimo.
Meytta mengangguk menuruti ajakan Bimo.
Merekapun sholat ashar kemudian berangkat ke Butik langganan yang juga favorit para pejabat dan pesohor di negeri itu.
Meytta yang seharian ke kampus dan langsung menuju rumah utama keluarga Bimo nampak mengantuk di perjalanan.
"Tidurlah..nanti aku bangunin bila sudah sampai di butik," kata Bimo melihat calon istri nya nampak menahan kantuk.
**
Hartono yang sudah di tetapkan sebagai tergugat sudah mulai panik dengan di bacakan nya dakwaan dan tuntutan yang mengarah kepadanya sebagai tersangka.
Hari ini adalah pembacaan dakwaan dan tuntutan hukum dari penggugat oleh jaksa penuntut umum, karena upaya mediasi yang di tawarkan oleh pihak pengadilan di tolak oleh pihak GSB group.
Hartono yang saat itu ada di kantornya juga sedang memonitor jalannya persidangan dari orang orang nya.
Rasa sesal kini sudah tak berguna lagi karena proses hukum sudah mulai berjalan.
Selama ini kejahatannya selalu tak terendus oleh lawannya karena pintarnya orang orang suruhannya.
Baru kali ini dia merasa kena batunya, karena melawan raksasa bisnis lain yang tak boleh di buat main main olehnya.
Bahkan kini perusahaan nya lah yang mengalami kemunduran.
Entah apa penyebabnya, apa karena dirinya yang terlalu fokus mengurusi perusahaan orang... dalam artian fokus menyerang, yang ternyata tak memghasilkan apapun.
Atau memang kredibilitas perusahaan yang sudah mulai hancur dengan adanya kasus yang menimpa Johan anak nya, yang menyeret nama perusahaan menjadi perusahaan daftar hitam sebagai perusahaan yang perlu di hindari dan di waspadai.
**
Mobil Bimo sudah sampai di butik yang cukup terkenal itu.
Meytta masih nampak tertidur pulas, hingga Bimo tak sampai hati membangunkannya.
Meskipun sudah sampai dan mobil sudah berhenti di parkiran butik itu, namun Bimo belum mematikan mesin mobilnya karena masih menghidupkan AC mobil.
Hingga beberapa saat keduanya ada di mobil yang sudah tak bergerak itu, Bimo juga menghidup kan musik dimobilnya dan menikmati suasana disana.
Tak begitu lama Meytta sudah mulai terjaga.
"Loh...sudah sampai to mas..?," katanya, begitu melihat sekeliling mobil tak bergerak.
"Iya...soalnya kamu tidurnya pulas banget ...sayang, mas Bimo nggak tega bangunin kamu," sahut Bimo.
"Habisnya aku ngantuk banget mas..," Meytta nampak tersipu malu.
Kemudian Meytta berkaca sebentar di mobil memperbaiki penampilannya sebelum mengajak Bimo keluar menuju butik itu.
"Ayuk mas..nanti keburu di tunggu tante pemilik butik," ajak Meytta.
Bimo keluar dan menggandeng Meytta memasuki butik.
"Eeh...sudah datang to...calon pengantin nya," sambut pemilik dan perancang butik tersebut.
__ADS_1
Mereka pun bersalaman sebelum menuju sebuah ruangan di mana sudah terdapat beberapa macam pakaian rancangan terbaik termasuk baju baju pesanan keduanya.
"Ini ...pesanan kalian," kata owner butik itu.
Meytta dan Bimo memandangi pakaian yang masih di pasang di beberapa manekin di sana, karena memang ada beberapa model pakaian yang di pesan keduanya.
"Mari kita coba ," kata owner pemilik butik itu.
Keduanya mencoba baju pengantin rancangan desainer ternama tersebut.
Hasil yang luar biasa karena sangat pas dan membuat keduanya makin terlihat rupawan.
"Bagaimana mas...?," tanya Meytta kepada Bimo meminta pendapat nya.
"Cantik... sayang...kamu makin terlihat cantik," kata Bimo dengan sungguh sungguh.
Meytta nampak senang sekali dan cukup puas dengan rancangan butik tersebut.
Karena Meytta juga perancang dan tak mudah membuatnya menjadi sepuas ini.
"Kalau aku gimana sayang...?," tanya Bimo kepada Meytta.
"Makin tampan dan gagah," sahut Meytta sambil tersenyum.
Keduanya nampak senang dengan hasil rancangan baju pengantin itu dan mengatakan cocok.
"Kami sudah cocok Tante," kata Meytta.
"Kapan rencananya baju baju ini di kirim..?," tanya Bimo.
"Baik kami tunggu Tante," kata Bimo kemudian menggandeng tangan Meytta meninggalkan tempat tersebut.
Kedua calon pengantin yang sangat rupawan itu meninggalkan tempat tersebut dengan diiringi kekaguman pasangan yang lain nya.
Semua kagum selain karena kerupawanan keduanya namun juga karena kekayaan harta keluarga keduanya.
**
Mobil sudah keluar dari butik tersebut dan kembali ke rumah keluarga Bimo.
"Mas kita ke cafe D'JOSs dulu ya..kan sudah lama mas Bimo enggak main ke sana," kata Meytta.
"Ooh..iya ya..dipikir pikir mas Bimo juga lama enggak ke Dojo," sahut Bimo
"Mungkin karena kita sibuk kali ya..jadi enggak sempat kemana mana," sahut Meytta.
"Ngomong omong...kita jadi bulan madu kemana..?," tanya Bimo.
"Terserah mas Bimo."
"Lho..kok terserah aku...?, kalau aku sih pingin nya di kamar terus."
"Ish...apaan sih mas Bimo," Meytta pipinya memerah mendengar godaan Bimo.
"Lha iya.....kan biar cepat dapat dedek bayi, Opa dan Oma kan sudah nungguin kerja kita," kata Bimo lagi dengan sedikit serius.
Kali ini meytta hanya terdiam sedikit tersenyum malu malu, karena apa yang di katakan calon suaminya ada benarnya juga.
__ADS_1
Mereka berdua anak tunggal yang sangat di nantikan kehadiran penerus keluarga itu.
Mobil tanpa terasa hampir sampai di daerah cafe D'JOSs.
"Mas...berhenti di depan ya.., aku mau beliin anak anak camilan."
Bimo hanya mengangguk.
Keduanya turun dari mobilnya menuju ke pusat jajanan aneka camilan.
"Mas Bimo mau beli apa..?, kita nongkrong nongkrong dulu kan di cafe."
"Sekalian kita lihat live music di sana."
"Ooh..iya..ya... sampai mas Bimo lupa ada acara itu, ya..udah kita anggap refreshing malam ini," kata Bimo sambil memilih beberapa makanan di sana.
"Udah..kurasa ini cukup," kata Bimo menunjukkan hasil pilihannya dan membawanya ke kasir.
Setelah membayar keduanya kembali ke mobil dan meneruskan nya menuju cafe D'JOSs.
Sampai di cafe suasana sudah nampak meriah.
Pengunjung bahkan sampai meluber ke jalanan, beruntung bila malam hari jalanan depan cafe memang di khususkan pejalan kaki karena area food court.
"Malam mbak ..," sapa Adit pegawai baru di sana.
Adit adalah pegawai baru, anak lulusan SMA yang tak mampu membiayai kuliah dan memilih bekerja.
"Malam dit..," balas Meytta.
"Ooh..iya.. kenalkan ..calon suami aku mas Bimo," kata Meytta lagi.
"Adit ..pak," kata Adit sopan.
Bimo tersenyum menyambut uluran tangan remaja tersebut.
"Woii..bos..tumben datang kesini," sambut Iwan dan Dodi berbarengan.
"Kangen kalian..," sahut Bimo sambil menyerahkan sebagian makanan yang tadi di beli.
"Asyiiik...ada camilan ," Ruri dan Ani menyahut dari tempat kasir.
"Di makan sama sama pas longgar ya," pesan Meytta sambil berjalan masuk ke ruangan nya untuk memeriksa catatan pendapatan dan pengeluaran.
"Berees..mbak," sahut kedua gadis itu sambil tersenyum.
Bimo mengambil kursi dan duduk di dekat dapur sambil mengobrol dengan kedua temannya semasa kerja di sana sambil menikmati live music.
__________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya...
Bila berkenan baca juga karya lainku
* Sang pengacau
* Aku lebih mencintaimu**
__ADS_1