Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
209. Penerus keluarga


__ADS_3

Kebahagiaan benar benar terpancar dari wajah para penunggu persalinan tersebut.


Papa Haryo maupun papa Adrian tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


"Mas cucu kita telah lahir..," seru papa Adrian.


Papa Haryo mengangguk tersenyum dengan gembira.


"Alhamdulillah..ya Allah..semoga menjadi anak yang Sholeh, berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa nya," lirih papa Haryo berdoa yang di Amini papa Adrian serta mama Halimah dan mama Qonita.


Bimo sudah kembali dari mengadzani Baby boy, kini kecemasan di wajahnya sudah menghilang.


"Bagaimana cucu kami..?," tak sabar keempat Opa dan Oma bertanya kepada Bimo.


"Alhamdulillah sehat pah ..mah.. nanti sebentar lagi di perbolehkan menengok kok tapi lewat kaca," sahut Bimo.


Bimo kemudian minta ijin kepada kedua orangtua dan mertuanya untuk menemani Meytta.


Lalu kembali masuk ke ruang persalinan.


Disana bertemu dengan dokter Puspita yang masih menulis laporan di meja nurse stasion.


"Apakah saya sudah boleh menemani istri ku Tante..?," tanya Bimo yang sudah tenang tak seperti tadi kepada dokter Puspita.


"Eeh..mas Bimo..sudah..sudah.. silahkan.," kata dokter tersebut dengan ramah.


"Terimakasih Tante Puspita..," sahut Bimo lalu masuk di ruang persalinan dimana istri nya masih disana.


Bimo masuk melihat istrinya yang masih nampak lemah dan pucat namun sudah nampak kelegaan di wajahnya.


"Terima kasih sayaang..," kata Bimo memeluk istrinya dan menciumi nya.


Meytta malah menangis terharu.


"Mana anak kita mas..? sehat kan mas..?."


"Alhamdulillah..sayang sehat.."


Kembali Bimo memeluk istrinya menciumi dan mengelus rambutnya.


**


Meytta sudah berada di ruang perawatan presiden suite, ruang termewah di rumah sakit tersebut.


Dengan ukuran tempat tidur yang lebih luas dan ruangan yang juga luas membuat para penunggu nyaman di sana.


Para pengawal masih berjaga dengan siaga di luar.

__ADS_1


Meytta sudah di mandikan dan sudah terlihat segar kembali meskipun masih tetap banyak berbaringnya.


Di sebelahnya Baby Boy tertidur dengan nyenyak di dekapan sang Momy.


Meskipun ASI belum lancar benar namun sudah cukup untuk Baby boy saat ini.


Bimo yang duduk di sebelah istrinya tak lepas memandang Baby boy yang terlihat nyenyak di dekapan sang Momy.


"Kayak kamu pas lahir Bim..," seru papa Haryo mengingat saat bayinya Bimo.


"Iya..pah..?," sahut Bimo sambil tersenyum.


''Iya..kalau kita cerita begini dia malah tertidur pulas, nanti kalau orang sepi malah rewel," sahut mama Halimah sambil tertawa kecil mengingat bayinya Bimo dahulu.


Mama Halimah dan mama Qonita juga tak bosan bosan tadi bergantian menimang sang cucu sebelum rewel minta minum ASI.


**


Hari sudah sore ketika Bu Siti datang ke ruang tersebut bersama pak Joko sambil membawa beberapa rantang makanan.


"Nyonya makanannya sudah siap..," kata Bu Siti yang telah menata makanan tersebut di meja yang berada di ruang tunggu kamar presiden suite tersebut.


"Makasih Bu Siti.., kalau begitu kami makan dulu," kata mama Halimah lalu mengajak suami dan besannya untuk makan.


"Bim..makan dulu..!, ajak papa Haryo."


"Sayang mau mas Bimo suapi..?," tanya Bimo kepada istrinya.


Meytta mengangguk kecil.


Bimo lalu berjalan di mana kedua orangtuanya dan mertuanya masih bersiap makan.


"Lho..mau kemana..?," tanya mama Halimah melihat Bimo membawa makanan dengan porsi besar menjauh dari meja tersebut.


"Mau makan bareng Meytta mah..sekalian Bimo suapi," kata Bimo sambil berlalu.


"Oh..iya..," mama Halimah tersadar menantu nya ada di tempat tidur, lalu tersenyum.


Semua benar benar gembira.


**


Malam hari papa Haryo dan mama Halimah serta papa Adrian dan mama Qonita pamit pulang.


Tinggal Bu Siti dan pak Joko yang menemani di dalam kamar, sedang para pengawal tetap siaga di depan.


Tok tok tok..

__ADS_1


Seorang perawat atau bidan masuk ke kamar itu.


"Maaf pak.. Bu..baby nya mau tetep di sini apa mau di bawa ke kamar bayi..?."


"Biar di sini saja sust...," sahut Meytta.


"Nanti kamu enggak bisa istirahat sayang," kata Bimo khawatir.


"Kan ada Bu Siti disini," kata Bu Siti menyahut sambil mendekat ke arah Meytta.


"Oh iya.."


"Biar bersama kami saja sust..," seru Bimo akhirnya, dan petugas tersebut pun meninggalkan ruang tersebut setelah mendapat kepastian.


**


Pagi hari mama Halimah sudah sibuk memerintahkan para ART menyiapkan bekal yang mau di bawa ke rumah sakit menengok sang cucu.


"Pah.. nanti mamah mungkin lama di rumah sakit, papah rencana pulang jam berapa dari ketemuan sama relasi..?."


"Apa papa habis ketemuan langsung ke rumah sakit aja ya mah..? kan papa juga pengen lihat Baby Boy."


"Terserah papa..aja, kalau enggak lelah mama malah seneng, habis ashar nanti gantian jeng Qonita sama mas Adrian yang mau ke rumah sakit."


"Ya sudah mah..nanti habis ketemu klien papa langsung ke rumah sakit."


**


Mama Halimah sampai di rumah sakit, nampak kamar menantunya sudah ramai pengunjung.


Rupanya orang orang dari kantor Bimo yang berdatangan menjenguk putra sang CEO tersebut.


"Assalamualaikum..," sapa mama Halimah yang barusan masuk.


"Waalaikumssalam.., selamat pagi nyonya ," sapa para pekerja GSB group.


"Pagi ..," balas mama Halimah dengan ramah penuh wibawa.


Semua menyalami mama Halimah mengucapkan selamat dan doa doa, atas lahirnya penerus keluarga tersebut.


"Terima kasih atas kedatangan nya dan atas doa doa nya, semoga Baby Boy nanti bisa menjadi anak yang sesuai dengan yang kita harapkan.


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku dengan mengklik profil ku**....

__ADS_1


__ADS_2