
Sore itu Bimo langsung meluncur mencari Meytta ke cafe D'JOSs.
Suasana jalanan yang padat membuat kendaraannya tersendat.
Buukk..!
Bimo memukul stir mobil nya, jengkel dengan keadaan sekelilingnya.
Pikirannya makin tak enak, apalagi sejak Meytta mengirimi gambar Arlita yang memeluk dirinya dari belakang, hingga kini Meytta tak bisa di hubungi.
"Siaal..!!."
Umpatan keluar dari mulutnya.
Bimo kembali melajukan mobilnya begitu ada celah untuk menyalip kendaraan di depannya.
"Aku jadi lebih menyukai naik motor ketika seperti ini," batin Bimo sambil memandang padatnya lalu lintas di depannya.
Setelah melewati padatnya lalu lintas sore itu akhirnya Bimo Sampai juga di cafe D'JOSs.
"Sore bos..," sapa Ani.
Bimo hanya mengangguk kan kepala sambil berjalan menuju kantor Meytta.
"Mbak Meytta belum datang..!," sahut Ruri dari belakang mesin kasir.
Bimo menoleh ke arah Ruri dan menghampiri nya.
''Tumben...?, emangnya pamit kemana..?," tanya Bimo setelah dekat dengan Ruri.
Ruri tolah toleh kemudian bertanya.
"Siapa ya .?.yang angkat telpon dari mbak Meytta..?," teriak Ruri.
"Aku ..!, emang Napa..?," tanya Iwan masih berjongkok mengganti Gas di ruang masak yang sudah habis.
"Ini di cari bos Bimo," teriak Ruri lagi.
Selesai memasang gas dan mengeceknya, Iwan berjalan menghampiri Bimo yang duduk di meja paling dekat dengan kasir.
"Ada apaan sih ..bos..?," tanya Iwan yang melihat Bimo sedikit kusut.
"Tadi Meytta bilang apa saat telpon...?," tanya Bimo begitu Iwan mendekat.
"Gak bilang apa-apa ..sih, cuma bilang ..sore ini ijin gak ke cafe," kata Iwan yang mulai ikut cemas, takutnya kejadian penculikan terulang kembali.
"Emang ada apaan sih bos..?," kali ini teman temannya sudah pada berkumpul, untung saja masih sore dan cafe belum ramai pengunjung.
Bimo mengambil handphone dari sakunya membuka media sosial nya dan memperlihatkan gambar dirinya yang di peluk Arlita.
"Ooh...bos Bimo sekarang pacarnya dua to..," gumam Iwan setelah melihat gambar itu bersama teman temannya.
Semua menoleh ke arah Iwan.
"Dasaar otak dodol..!," kata Ruri.
"Lha ini, tulisannya bersama; kekasih baru yang tajir melintir, berarti ini orang pacaran, bersama pacar baru kan..?," jawab Iwan dengan muka polos.
"Somplaak lu..ah..," kata Ani yang sekarang melihat Bimo lemas.
"Tadi pagi aku ke kampus, tahu tahu Arlita memelukku dari belakang, sudah ku marahi sih..tadi pagi, jangan seperti itu...kata ku pagi itu."
"Eeh..tadi barusan Meytta ngirimi gambar kayak gini..ini," terang Bimo lemes kepada teman temannya.
"Waah..emang mak lampir ya cewek itu."
__ADS_1
"Eeh..eh.. bukannya itu gadis yang bikin kisruh di sini..?," tanya Dodi.
Bimo menganggukkan kepalanya.
"Ya...udaah samperin aja ke rumah mbak Meytta, mungkin lagi bersedih di sana mbak Meytta nya," usul Ruri.
Bimo pun bangkit dari tempat duduknya, berdiri dan melangkah pergi.
"Aku pamit dulu teman teman...," kata Bimo sambil jalan dan melambaikan tangan.
Teman teman cafe hanya mengangguk dan berteriak
"Hati hati di jalan," pesen teman temannya.
"Makanya aku enggak mau punya kekasih..suka...ribet," celetuk Iwan.
"Halaaah.... jomblo abadi aja koment...," sahut Ani.
"Eiitt..!!.jangan... salah sista..aku jomblo itu pilihan, bukan karena tak laku..," kata iwan ...sok sokan...membela diri.
"Sudah...sudah..sesama jomblo jangan saling menyakiti...," lerai Dodi melihat perdebatan makin panas.
Bimo yang melajukan kendaraan nya membelah kepadatan jalanan masih nampak gelisah.
Di ambilnya telepon genggam nya mencoba menghubungi Meytta kembali, namun tak juga di angkat.
"Ayo..dong..beib..angkat telpon ku..," gumam Bimo pelan sambil menyetir.
Setelah tak juga di angkat, Bimo akhirnya berhenti berusaha menelponnya.
Setelah berjuang menembus kepadatan lalu lintas akhirnya Bimo Sampai di rumah Meytta.
Mama Qonita sedikit kaget melihat kedatangan Bimo, karena Meytta juga tak di rumah.
"Assalamualaikum."
"Meytta mana..Tante..?," tanya Bimo nampak tak sabar.
"Lho ..Tante kira sama nak Bimo..?, soalnya tadi pergi enggak pamit mau kemana..," jawab mama Qonita yang jadi sedikit cemas.
"Enggak kok... Tant...nggak sama saya," jawab Bimo jadi tak enak hati melihat kecemasan di wajah mama Qonita.
"Adduuuh...kemana anak itu..?, tapi kalian baik baik aja kan..? enggak bertengkar kan..?," tanya mama Qonita.
"Oh.oh..e.enggak kok Tante kami baik baik aja," jawab Bimo tergagap.
Akhirnya Bimo pamit dari sana setelah berbasa basi sebentar.
"Ya udahTante ....saya pamit dahulu mungkin Meytta sudah sampai di cafe ," kata Bimo agar mama Qonita tidak terlalu cemas.
"Ya nak Bimo..tolong jagain Meytta untuk tante ya.? ," kata mama Qonita lagi.
"Pasti Tante..," kata Bimo yang langsung pamit dari sana.
**
Mama Halimah yang saat itu ada di rumah kaget karena Meytta menelpon nya.
"Ada apa sayang..?, tumben telpon mama duluan."
"Mama ada di mana..?," malah kini Meytta balik bertanya.
"Mama ada di rumah, ada apa..?," jawab Halimah.
"Meytta mau main ke rumah, boleh kan ma..?."
__ADS_1
"Tentu saja sayang, mama tunggu ya..hati hati di jalan ," jawab mama Halimah dengan lembut.
Beberapa waktu kemudian Meytta sudah sampai di rumah super mewah itu.
Begitu ketemu mama Halimah Meytta langsung menghambur memeluk sambil menangis.
Mama Halimah yang melihat itu sedikit bingung.
"Ada apa sayang..?, coba ceritakan pada mama.., mungkin mama bisa membantumu...," tanya mama pelan sambil mengusap lembut punggung nya, setelah berhasil menenangkan Meytta.
Meyttapun mengeluarkan handphone dari tas branded pemberian nama Halimah.
"Mas Bimo jahat ma..," kata Meytta sambil menunjukkan foto yang ada di sana.
Mama Halimah mengambil handphone itu dan melihat apa yang diresahkan calon menantu nya itu.
"Sabar ya sayang, coba nanti biar mama yang akan bicara kepada Bimo, jangan dulu kamu berpikir yang macam macam ya sayang," bujuk mama Halimah.
**
Drrtt..drrt..
Telpon genggam Bimo yang di taruh di kursi samping berbunyi.
Dengan cepat Bimo mengambilnya, mungkin Meytta yang menghubungi nya.
"Loh..kok mama..?, ada apa ya..?."
"Assalamualaikum ma..?," jawab Bimo.
"Kamu pulanglah sekarang , mama mau bicara sama kamu,hati hati di jalan," kata mama Halimah dari seberang yang lain.
Bimo pun segera mengarahkan mobilnya ke arah rumah mewahnya.
Perjuangan membelah kepadatan lalu lintas kembali Bimo lakukan.
Beberapa waktu kemudian mobil Bimo sudah berada di gapura jalan pribadi menuju rumahnya.
Penjaga yang mengenalinya langsung menghormat dan membukakan portal yang menghalangi jalanan itu.
"Selamat datang tuan muda."
Bimo hanya menganggukan Kepala nya.
Kemudian Bimo melajukan mobilnya masuk lebih ke dalam hingga sampai di gerbang utama.
Tiiiin..tiin...
Suara klakson mobil memberi isyarat penjaga untuk membukanya, papa Haryo memang sengaja tak membuat gerbang yang terbuka otomatis karena lebih senang bila dijaga oleh penjaga rumahnya.
Setelah gerbang terbuka, Bimo memasukkan mobilnya dan parkir di lobi, sedangkan tadi Meytta memarkirkan mobil di garasi yang ada di samping rumah utama.
"Assalamualaikum..ma..?," teriak Bimo memanggil mama nya.
Merasa sepi Bimo langsung saja masuk lebih dalam dan di lihatnya mama masih mengobrol dengan Bu Siti.
"Lha itu mas Bimo sudah datang Nyonya..," kata Bu Siti yang melihat kedatangan Bimo.
__________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak.....
Baca juga karya lainku
*Sang pengacau
__ADS_1
*Aku lebih mencintai mu**