Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
191. Periksa Kandungan lagi


__ADS_3

Pagi itu Bimo datang ke Dojo.


Semua yang ada di sana tampak gembira menyambut kedatangan nya.


"Woii.. bos Bimo datang...," teriak Maman mengabarkan kepada semuanya.


Anton dan Fachri langsung berlari ke depan dan benar saja Bimo sudah turun dari mobilnya.


"Selamat datang Bos..," kata Fachri dan Anton.


"Makasih Bang..," balas Bimo sambil memeluk keduanya.


Mereka berpelukan lumayan lama.


"Alhamdulillah...sudah sehat..?," seru bang Fachri.


"Puji Tuhan..," sahut bang Anton.


"Alhamdulillah..bang..berkat doa kalian semua," sahut Bimo tersenyum.


"Ehh..Man..panggil Asep..bawa keluar semua makanan di dalam buat kita makan bersama," seru Bimo kepada Maman dan Asep.


"Siap bos," sahut Maman langsung mencari Asep.


Begitu Asep sudah ketemu, keduanya bersama anak lainnya mulai melansir kardus kardus makanan itu...di bawa masuk ke Dojo.


"Man mbak Ratih dan mbak Ina serta anak anak di ambilkan..," perintah Bimo kepada Maman agar mengambilkan beberapa kardus makanan untuk di antarkan ke hunian bang Fachri dan bang Anton, dimana anak dan istrinya berada.


"Siap Bos..," sahut Maman dan Asep mengantar ke tempat istri istri pelatih Dojo tersebut.


Sambil menikmati makanan yang di bawa Bimo mereka berbincang di dalam ruang Dojo.


"Jangan lupa yang rapi makannya, jangan ada sampah yang tertinggal nantinya," kata bang Fachri mengingatkan.


"Siaap..," serentak semua menjawabnya.


**


Di rumah utama mama Halimah masih bersama Meytta mempelajari menu baru membuat kue.


Bu Siti yang masih mengawasi petugas dapur memasak, sekali kali ikut mendekati nyonya rumahnya tersebut yang sedang bereksperimen membuat kue bersama menantunya itu dan juga melihat proses nya.


Mereka asyik memperhatikan tutorial di Chanel media sosial.


"Masukkan tepungnya non..," sahut Bu Siti sambil membantu mengaduknya karena sedikit berat.


Akhirnya adukan roti itu sudah jadi dan ringgal memasukkan ke Oven, di situlah tugas utama Bu Siti.


Ketiganya masih bercanda sambil menunggu hasil pembuatan roti nya.


"Sayaang...apa kamu enggak mau periksa kandungan di sini.., mama kan juga kepingin lihat calon cucu mama.," kata mama Halimah.


"Iya..Mah..nanti Meytta bilang mas Bimo..ini juga sudah lebih dari satu bulan dari periksa yang pertama dulu sama mama di rumah," sahut Meytta.


"Bagaimana kalau nanti sore aja sayang..," kata Mama Halimah yang makin enggak sabaran.


Meytta tersenyum sambil mengangguk.


"Nanti kalau Bimo sibuk sama mama juga bisa kok," kata mama Halimah lagi.

__ADS_1


Obrolan keduanya tentang kontrol kehamilan terhenti saat Bu Siti sudah membawa roti di loyang yang sukses dan mengembang dengan baik.


"Rotinya sudah jadi nyonya.., hmm haruumm..," seru Bu Siti sambil membawa roti tersebut dan beberapa piring kecil.


**


Sebelum jam sebelas Bimo sudah sampai di rumah.


"Sudah pulang mas..?."


"He'em.."


"Bagaimana teman teman Dojo..?," tanya Meytta.


"Mereka kaget saat aku datang, terutama bang Fachri dan bang Anton...apalagi si Maman sudah teriak teriak kaya anak kecil waktu aku turun dari mobil.


"Terus mas Bimo jadi traktir mereka makanan...?."


"Iya..lah..berbagi rejeki..," sahut Bimo sambil berjalan ke kamarnya.


Badannya terasa segar, setelah sekian lama tak ber olahraga.


Berjalan menuju kamarnya yang kini ada di bawah, biar tak membahayakan juga buat istrinya yang kian besar perutnya.


Meytta masih berjalan di belakang nya.


"Mas..."


"Hemm," sahut Bimo sambil melepas kausnya untuk di ganti dengan kaos yang lebih tipis karena masih merasa gerah meskipun sudah mandi di Dojo tadi.


"Mama nanti sore ngajakin aku periksa kandungan..," sahut Meytta .


"Mas Bimo ada waktu enggak ngantar kami...," sahut Meytta kembali.


"Maaf sayang ..harusnya malah mas Bimo yang ajakin kontrol, Ok nanti mas Bimo antarkan."


"Yeeii..," Meytta berseru senang.


"Hati hati jangan pake lonjak lonjak sayang ..," seru Bimo khawatir lalu mendekati istrinya dan memeluknya.


"Aaaa..mas Bimo bau aceemmm," seru Meytta begitu di peluk suaminya.


"Enggaklah...mas kan sudah mandi di Dojo..," pelan Bimo mengangkat tubuh istrinya.


"Eeh..mas..jangan mas... entar mas Bimo sakit..," kata Meytta mencegah suaminya mengangkat nya.


"Mas Bimo sudah sehat..," sahut Bimo mengangkat dan mendekat kan wajah mereka.


"Mas Bimo emang jagoan ku..," kata Meytta sambil mengecup bibir suaminya.


Bimo pun membalas kecupan itu dengan *******, setelah sembuh dari sakit mereka memang belum pernah "melakukannya".


Meytta yang sudah lama tak di perlakukan seperti itu, kini juga terbakar dengan gairahnya.


Bimo membawa istrinya ke kasur masih dengan digendong di depan.


Mereka terhanyut dengan pemainannya.


"Mas...pintunya di kunci dulu..," kata Meytta dengan nafas yang sudah memburu.

__ADS_1


Bimo bergegas menuju pintu dan menguncinya, lalu melanjutkan kegiatan yang tertunda sesaat tadi.


**


Habis sholat ashar..mereka sudah bersiap untuk periksa ke dokter kandungan.


"Kita mau periksa ke mana Ma...," tanya Bimo yang sudah bersiap kepada mama Halimah.


"Ke dokter Puspita aja...dia juga teman mama kok, dinasnya juga di rumah sakit kamu di rawat kemarin," kata mama Halimah.


"Tadi mama udah ngabari... beliaunya," kata mama Halimah lagi.


Bimo hanya menganggukkan kepalanya, kemudian duduk di kursi ruang tengah sambil menunggu Meytta yang masih berdandan.


Karena lama Bimo kembali masuk ke dalam kamarnya.


''Lho kok malah ngaca terus..," kata Bimo yang melihat istrinya malah berdiri di cermin.


"Mas...aku jadi gendut ya...," kata Meytta sedikit lesu.


Bimo terkekeh geli mendekat kemudian memeluk istrinya.


"Mau gendut...mau langsing..mas Bimo tetep sayang kamu...my princess...," kata Bimo memeluk dan menciumi rambut Istrinya tersebut.


Meytta sangat senang di manja manja sang suami.


"Ayuuk..ah..mama udah nunggu nunggu tuh..di depan.."


Meytta menggangguk dan menurut saja saat di gandeng sang suami keluar kamar nya.


**


"Bagaimana dokter...?," tanya mama Halimah kepada dokter Puspita SpOG.


"Bagus.. sehat jeng..ni gerakannya aktif banget..," seru dokter Puspita.


Mama Halimah juga nampak senang sekali, begitu pun dengan Bimo dan Meytta.


"Dok...apakah jenis kelamin nya sudah kelihatan..?," tanya Bimo.


"Belum mas Bimo.. kan usia kandungan nya masih belum genap tiga bulan," sahut dr Puspita SpOG.


"Nanti kalau sudah empat bulan kita periksa lagi ya..," sahut dr Puspita SpOG kepada Bimo.


"Apakah ada keluhan selama hamil ini..?," tanya dokter Puspita begitu selesai melakukan USG dan Meytta sudah kembali merapikan pakaian nya.


"Alhamdulillah enggak ada dok., cuma di awal sempat mual sedikit tapi begitu mas Bimo kena musibah malahan saya enggak merasa apa apa..mungkin saking paniknya enggak mikirin diri sendiri," kata Meytta.


Bimo langsung memeluk istrinya merasakan beratnya beban yang di hadapi istrinya saat itu.


"Baik saya tambah vitamin saja ya..buat ibu dan Baby nya agar makin sehat dan jadi anak cerdas nantinya..," kata dokter spesialis kandungan tersebut.


"Ya..dokter," jawab mama Halimah,Bimo dan Meytta bersamaan.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku

__ADS_1


* Sang Pengacau


* Aku Lebih Mencintaimu**


__ADS_2