
Pembicaraan antara papa Adrian, Bimo dan juga Meytta sudah selesai, mereka menuju ruang makan yang sudah di tunggu mama Qonita.
Sambil makan mereka berbincang ringan.
"Kemarin ada acara apa nak Bimo..?," tanya mama Qonita.
"Cuma acara biasa Tante, kemaren papa ngajak ke pesantren yang ada panti asuhannya," jawab Bimo sambil mengunyah makanannya.
"Kayaknya acaranya meriah..banget yaa....banyak yang menghadiri juga," kata mama Qonita sambil memandang Bimo dan tersenyum.
"Lho kok mama bisa tahu..??," tanya Meytta memotong pembicaraan mamanya, sambil mengambilkan mas Bimo lauk rendang lagi, karena itu kesukaannya.
"Mama di kirimi foto acaranya sama mama Halimah," kata mama Qonita sambil tersenyum senang.
"Ooh," sahut Meytta pelan.
"Sebenarnya selain acara rutin keluarga di pondok itu juga mau minta di doakan agar di beri kelancaran...., kemudahan... dan kelanggengan serta bisa menjadi keluarga samawa... nantinya," kata Bimo lagi kepada papa Adrian dan mama Qonita.
"Karena tempatnya jauh banget, makanya mama Halimah kemaren menawari Meytta menginap di rumah mas Bimo," kali ini meytta yang menerangkan.
"Bimo minta maaf enggak ngabari om dan Tante sejak awal kalau Meytta nginap di rumah kami, tak menyangka acaranya molor hingga larut malam," kata Bimo lagi.
Papa Adrian dan mama Qonita makan sambil menganggukkan kepalanya.
"Om..percaya.... kamu mampu menjaga calon istrimu, nggak apa apa Om ngerti," kata papa Adrian.
Selesai acara makan siang mereka masih berbincang kecil masalah pernikahan.
"Bagaimana kemarin hasil ketemuan sama pihak katering..?," tanya mama Qonita kepada Meytta yang di jemput mama Halimah kemarin.
"Lancar ma.. sudah sepakat dengan menu yang di tawarkan pihak sana, malahan mama Halimah juga udah kasih DP."
"Bahkan mama Halimah pesan tiga macam paket menu, padahal satu paket ada sepuluh menu," kata Meytta lagi.
__ADS_1
"Yaa... kan relasinya banyak, yang di undang juga banyak," kata Bimo pelan.
Mereka pun masih berbincang di selingi gurauan hingga mendekati sore, Bimo pun pamit pulang karena merasa sudah lama di sana.
"Om...Tante..., saya pamit dulu, sudah mulai sore," kata Bimo.
"Oh iya ....sampaikan salam Om dan Tante kepada papa mama di rumah," kata papa Adrian.
Bimo pun keluar dari ruang tamu dan berjalan ke arah car port dengan di iringi Meytta.
"Hati... hati..mas, jangan ngebut ngebut," kata Meytta.
Bimo mengangguk kemudian memeluk Meytta dan mencium dahinya.
**
Andre yang meskipun hari libur namun masih bekerja dengan Hendry dan timnya tampak sudah menemukan beberapa bukti bukti dan titik terang pelaku yang menyabotase perusahaan GSB group.
Meskipun tak mudah namun sedikit demi sedikit bukti bukti keterlibatan tuan Hartono dan PT ASA PRIMA terhadap sabotase itu mulai terkuak.
Semua bukti bukti itu segera di laporkan kepada Bimo.
"Halo bos..?, lagi dimana..?," tanya Andre setelah sambungan telepon nya di angkat.
"Barusan antar Meytta pulang ke rumah nya, ada apa..?."
"Ni ..kami punya tambahan bukti bukti yang mengarah kepada seseorang yang menyerang sistem komputer perusahaan kita," lapor Andre
"Ok kamu catat dan simpan semua bukti bukti, entar malam langsung aja kita ke kantor polisi untuk membuat laporan kasus ini," kata Bimo yang juga mulai tampak geram.
"Siap bos..," jawab Andre di tempat lain.
Bimo melajukan mobilnya menuju rumahnya.
__ADS_1
Setelah memarkirkan mobilnya, Bimo langsung mencari papa nya.
"Papa mana mah..?," tanya Bimo begitu tak di dapatinya papa Haryo.
"Baru aja keluar di antar pak Joko, mau ketemu dengan mitra dari negeri Jiran di hotel kita," jawab mama.
"Kira kira pulang jam berapa ya ma..?."
"Katanya sih habis maghrib...mau sholat di hotel sekalian, ada apa tumben nyari nyari papa mu," gantian mama Halimah yang bertanya.
"Masalah kantor kok ma.., Andre sudah menemukan bukti bukti yang kuat buat menjerat orang yang sudah macam macam sama perusahaan kita," jawab Bimo dengan muka geram.
"Rencanaku mau aku laporkan kasus ini ke pihak berwajib malam ini, tapi aku juga masih nunggu persetujuan papa dulu," kata Bimo lagi.
"Ya sebaiknya gitu, kamu rundingkan dulu sama papa mu, sebelum membuat laporan ke kantor polisi," kata mama menyarankan dan memberi masukan kepada Bimo.
"Baik kalau begitu aku hubungi Andre, memberitahukan hal ini," kata Bimo kepada mama Halimah.
Bimo lalu menelpon Andre sambil berjalan menuju kamarnya.
"Halo ndre..."
"Iya bos," sahut Andre.
"Ini papa baru ada meeting sama rekanan, rencana ke kantor polisi nunggu aku berunding sama papa dulu," kata Bimo memberitahu.
"Siap bos yang penting bukti sudah kita simpan, tidak perlu tergesa gesa tapi ya semakin cepat semakin baik sih..," jawab Andre.
"Ok ..aku ngerti... pokoknya nanti aku hubungi lagi bila sudah ada kepastian, tapi kamu tetap bersiap jangan kemana mana dulu."
"Siap bos."
Bimo menutup handphone nya begitu sudah sampai kamarnya.
__ADS_1
__________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya....