
Kejadian Penculikan terhadap Meytta menjadikan suatu pelajaran tersendiri.
Membuat semua kini lebih berhati hati, bahkan pengawal bayangan yang di tugaskan Bimo lebih dari dua orang.
Sore itu Bimo masih kembali ke cafe D'JOSs meskipun hanya sekedar main main, soalnya setiap Bimo mau mengerjakan sesuatu mesti di larang sama Iwan maupun Dodi.
"Heeh ..terus aku ngapain di sini..?," protes Bimo kepada keduanya.
Mereka hanya menyuruh Bimo duduk.
"Udah bos Bimo duduk di sini aja, buat penglaris..kan kalau ada orang lihat pasti jadi mampir ke sini soalnya bos besar aja makan di sini," terang kedua orang itu.
Bener juga sih..kan di TV kalau ada artis datang ke sebuah warung makan, warung itu menjadi sangat ramai.
Bimo yang datang awal layaknya karyawan lain akhirnya hanya duduk saja tanpa melakukan apapun, paling paling berdiri di depan cafe sambil menawarkan untuk singgah.
"Mari Kaka mampir di tempat kami..," sapa Bimo ramah kepada tiap pejalan kaki yang melintas di sana.
Yang semula cuek akhirnya menoleh, setelah menoleh melihat cowok yang tampan berdiri di sana langsung aja para gadis berbelok dan mampir dah pesan menu di sana.
Yang sudah mengikuti berita dan mengenal siapa Bimo tanpa di minta pun langsung mampir, kan keren makan bersama pemilik GSB group sambil minta di foto kan temen temannya dan di jadikan status di media sosial nya.
Meytta yang datang agak belakangan sedikit kaget melihat Bimo sudah ada di sana.
Tersenyum kecil kemudian masuk ke kantor nya.
Bimo yang melihat kedatangan Meytta mengekor menuju ke ruang kantor nya.
Menarik kursi dan duduk di sana sambil memandang wajah cantik kekasih di depannya.
__ADS_1
"Kenapa lesu..?," sapa Meytta melihat Bimo yang nampak duduk sambil memandang dirinya.
"Aku enggak boleh melakukan apapun sama Dodi dan Iwan," kata Bimo pelan.
Meytta tersenyum mendengar keluhan Bimo.
"Terang aja ..kamu kan bos besar, mana pantas kerja di sini bareng kita kita," kata Meytta mulai sedikit ketus.
"Heh..kok..?."
"Aneh.. Meytta kok ikut ikutan sih jadi gini," batin Bimo sambil melipat dahinya.
"Kamu juga masih berhutang penjelasan kepadaku," kata Meytta lagi masih dengan ketus.
"Penjelasan apa lagi..?."
Meytta masih sedikit cemberut.
"Ooh.. masalah itu..?," kata Bimo enteng.
"Aku jadi merasa asing deh sama kamu,..jangan..jangan..?," Meytta tak meneruskan perkataannya.
"Jangan .. jangan..apa..?," kata Bimo malah tambah ingin menjahili gadisnya.
"Ya ..siapa tahu aja ..mungkin kamu memiliki kehidupan lain di belakangku yang ingin kamu tutupi dari aku..," kata Meytta dengan masih cemberut.
Bimo tak bisa menyembunyikan tertawanya lagi.
"Kamu itu ngomong apa sih..?,"kata Bimo sambil menghampiri dan mencoba memeluk Meytta namun gadis itu sedikit bergeser menghindar.
__ADS_1
"Nanti aku akan ceritakan semua nya kepadamu," kata Bimo melihat Meytta yang nampak serius.
"Bagaimana kalau kau ceritakan sekarang saja..," kata Meytta sedikit mengejar jawaban Bimo.
"Sekarang apa yang paling ingin kau tahu tentang ku..," kata Bimo pelan sambil kembali duduk di kursi nya.
"Kamu kan anak sultan..yang hartamu sangat berlimpah, dan biasanya orang orang super kaya pasti sudah menjodohkan anak anak mereka," kata Meytta menghentikan ucapannya.
"Terus..?," kata Bimo sambil mengangkat kepalanya melihat Meytta yang masih sok sibuk menata sesuatu di belakang mejanya sambil membelakangi Bimo.
"Mungkin kamu juga sudah di jodohkan dengan pilihan orang tuamu yang se kasta denganmu," terdengar suara Meytta sudah sedikit serak menahan tangis.
"Baiklah aku akan menceritakan semuanya kepadamu sekarang," kata Bimo akhirnya setelah mendengar semua yang ada di pikiran Meytta.
"Duduklah di sini, aku akan mengatakan semua nya kepadamu," kata Bimo sambil berdiri dan menggandeng tangan Meytta untuk duduk di dekatnya.
Kemudian Bimo menceritakan semua yang di alaminya mulai dari Akhir sekolah SMP sampai ketemu dan bekerja di cafe D'JOSs ini.
"Jadi aku baru ketemu kembali dengan papa mama ku setelah aku kerja di sini," kata Bimo yang masih sedih juga bila mengingat itu.
Meytta yang mendengar penuturan kisah Bimo juga ikut sedih dengan cerita sewaktu di desa.
"Maafkan aku sayang..., aku sudah sempat meragukan mu..," kata Meytta sambil menghampiri dan memeluk lengan Bimo yang masih duduk di kursinya.
"Besok aku akan mengenalkanmu dengan papa dan mamaku."
____________
Happy reading....
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak di sini..