
Di atas kapal yang menyusuri sungai Seine Bimo dan Meytta masih nampak mesra duduk di antara penumpang yang lainnya.
Sengaja memilih kapal yang menyerupai bis kota tersebut bersama penumpang lainnya.
Memandang pemandangan kota Paris dengan latar belakang menara Eiffel.
"Kita jadi pulang besok..?," tanya Bimo kepada istrinya, sambil melingkarkan tangannya di pundak Meytta yang memakai jaket tebal dengan jumper di belakangnya.
"Iya..mas..aku kangen rumah..," kata Meytta sendu.
"Ok sayang ...jangan sedih, besok kita akan pulang," kata Bimo sambil mengelus rambut Istrinya yang panjang dengan sedikit gelombang di bagian bawahnya.
Keduanya sudah kembali menikmati suasana kota Paris dari sudut pandang sungai Seine.
Gedung gedung yang tampak dari sungai Seine yang terlihat rapi berjajar dengan perpaduan klasik dan modern nampak sedap di pandang.
Kapal yang menyerupai bis kota dengan kemasan sangat nyaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri, bahkan di kapal itu ada restoran nya dimana penumpang bisa makan romantis di atas kapal tersebut.
Bimo tak menyia nyiakan kesempatan itu.
Di bagian geladak paling atas tempat resto itu berada mereka menghabiskan waktu makan siang bersama.
"kita makan siang di sini saja sayang..," kata Bimo
"Tapi harganya mahal banget," kata Meytta.
Bimo tertawa mendengar keluhan istrinya yang sudah melihat daftar harga menu.
"Beneran bila di bandingkan cafe D'JOSs bagaikan bumi dan langit," kata Meytta lagi.
"Sekali kali tak apa sayang..," kata Bimo menenangkan istrinya.
__ADS_1
Keduanya memesan makanan sejenis soup daging sapi dengan potongan roti di dalamnya.
Menurut pramusaji itu makanan favorit di sana.
"Lumayan..enak," sahut Bimo
"Tapi jika di bandingkan masakan tempat kita jauh lebih enak tempat kita mas," sahut Meytta yang masih saja membandingkan dengan tanah air.
"Karena kita sudah familiar dengan masakan tanah air, makanya kita tetap merasa makanan paling enak ya..yang dari tanah air."
Mereka terus menikmati makanan tersebut meskipun masih membanding bandingkan dengan masakan tanah air.
Selesai mereka makan bertepatan dengan kapal tersebut sampai di pangkalan pertama kali tadi naik.
Keduanya sudah turun dari kapal itu, sedikit tolah toleh mencari keberadaan Yosef.
Karena tak juga kelihatan, Bimo berniat menelpon nya.
Tapi belum sempat Bimo memencet tombol Handphone nya, nampak Yosef sudah bejalan menghampiri kedua nya.
"Maaf tuan saya terlambat."
"Tak apa ..kami juga barusan turun dari kapal itu," kata Bimo sambil melihat k arah kapal feri yang masih bersiap siap kembali menyusuri sungai Seine.
Mereka menuju ke mobil di parkir.
"Yosef tolong pesan kan tiket pesawat untuk kami berdua."
"Memangnya kapan tuan dan nyonya berencana pulang...?."
"Rencana besok siang atau malam."
__ADS_1
"Karena istriku hamil muda, dan ingin balik ke asal tempat kami."
"Maka... tolong belikan tiket untuk kami," perintah Bimo kepada Yosef.
"Baik tuan...akan saya pesankan nanti."
"Kalau ada penerbangan yang langsung...,maka itu lebih baik."
**
Keduanya sudah balik di apartemen.
Setelah bersih bersih Bimo melihat jam di tangannya.
"Ah..masih sore ..paling di tanah air belum terlalu larut," gumam Bimo sambil menekan nomor mama Halimah.
Agak lama sebelum akhirnya terhubung dengan kedua orang tuanya, tak lupa juga kedua mertuanya.
"Loh..belum sepuluh hari malah sudah mau pulang..?, tanya mama Halimah dengan sedikit keheranan.
"Iya mah.. pinginnya makanan nusantara," sahut Bimo.
"Jangan jangan Meytta beneran hamil Bim..?."
"Enggak tahu mah."
"kan ada testpack di sana, yang bisa di beli di apotik apotik," sahut mama Halimah lagi.
"Biar aja mah, besok aja periksa di tanah air setelah kami pulang." jawab Bimo kepada kedua orang tunya.
"Baik, hati hati, saat nanti pulang," sahut mama Halimah lalu menutup telponnya.
__ADS_1
_____________
Happy .. reading