
Bimo memasuki rumah itu duduk di beranda depan sambil memainkan hp nya.
"Kamu Nisa apa putri..?," kata Bimo memecah keheningan setelah sesaat duduk.
"Emang kakak tahu kami..?," gadis itu nampak keheranan mendengar pertanyaan itu.
"Iya lah kakak tahu semua keluarga ini Babe, emak , Andre kamu dan dua adikmu putri juga Rizal," jawab Bimo sambil tersenyum bangga.
"Kakak ini siapa sih..," akhirnya nisa penasaran juga.
"Ada deeh..," jawab Bimo dengan bergaya seperti host salah satu acara tebak tebakan.
"Issh....kakak ini," jawab Nisa cemberut
Kedua orang itu dalam sesaat menjadi akrab, memang Bimo orangnya bisa membawa diri, dia bisa menempatkan dimana harus bersikap.
Babe keluar dari dalam rumah melihat ke meriahan di teras rumahnya.
"Eeehh...ada mas Bimo, sudah lama ya,?" tanya Babe.
"Baru aja kok be ,'' kata Bimo sambil menyalami Babe.
"Oh...kakak ini mas Bimo..eh mas Bimo yang mana ya? Nisa masih kebingungan dengan muka kocaknya.
"Mas Bimo ini temannya abangmu, dulu waktu SMP sering main ke rumah kita dan kamu masih kecil waktu itu, mungkin kelas empat apa lima," kata Babe
Nissa mengingat ingat kemudian tersenyum setelah menemukan ingatannya yang tercecer.
__ADS_1
"Oh ..iya..aku ingat mas Bimo anak sultan yang sering bawain kita oleh oleh kan," akhirnya Nissa ingat .
"Kamu ini ingatnya hanya oleh oleh nya saja," kata Babe sambil tersenyum.
Bimo tersenyum mendengar pembicaraan mereka berdua, sesaat kemudian Andre keluar setelah di dengarnya ribut ribut di depan rumah.
Setelah tahu Bimo yang datang Andre tersenyum dan menghampiri.
"Dah lama Bim.?"
"Gak kok ...baru aja, ada yang mau aku omongin ," kata Bimo.
Andre duduk di samping Bimo,babe permisi masuk ke dalam, sedangkan Nissa kembali melanjutkan pekerjaannya bersih bersih di sekitar nya.
"Ada apaan sih Bim..,kayaknya penting banget."
"Aku mau menawarkan pekerjaan kepada mu," kata Bimo pelan.
"Iya ..beneran dong...."
Andre sangat senang mendengar ada tawaran pekerjaan untuknya, dia sudah lama pengen bekerja sambil menyelesaikan kuliahnya itung-itung membantu ekonomi keluarga nya.
"Kerja dimana Bim.., kerja apaan, apa di cafe tempat kerjamu?
Rentetan pertanyaan di ajukan Andre kepada Bimo.
"Besok pagi kamu aku ajak ke tempat itu bila kamu memang mau dan siap," kata Bimo kembali.
__ADS_1
"kamu kan tahu kondisiku aku pasti mau lah kerja, apapun akan aku lakukan yang penting halal," jawab Andre.
Setelah berbincang cukup lama Bimo akhirnya pamit dan sebelum pergi Bimo berpesan supaya Andre besok berpakaian yang rapi dan sopan.
******
"Halo....," kata Adrian setelah mengangkat telpon di ruangan nya.
"Bagaimana perusahaan mu, apakah masih bisa bertahan," kata seseorang di seberang sana sambil tertawa tawa penuh penghinaan.
"Maaf siapa ini ? ," masih dengan menahan diri Adrian menanggapi omongan orang di seberang sana.
"Itulah akibatnya bila melawan dan menolak kemauan ku ha..ha...ha..," kembali orang di seberang mengejek dan terbahak-bahak.
Akhirnya Adrian mulai kehilangan kesabaran nya, dengan sedikit menggertak Andrian mencoba berbicara.
"kalau anda masih suka meneror orang maka akan saya bawa ke meja hijau," dengan suara keras Andrian mencoba mengancam orang tersebut.
"Ha..ha..ha..coba saja kamu lakukan kalau ingin tambah hancur perusahaan dan keluarga mu," kata orang tersebut balik mengancam.
Tuut...Tut..tut.......
Dengan suara keras telpon di seberang di matikan.
Adrian semakin pusing mendengar ancaman dari seseorang tersebut.
__________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya....
Happy reading.......