
Setelah menemui pak Rustam dan menyelesaikan tugas yang di berikan, sesuai janjnya Bimo menemui Andre yang dengan setia menunggu nya.
Melihat Bimo yang sudah keluar dari ruang kelasnya, Andre tersenyum lebar.
Mereka kembali berrangkulan dan tertawa bersama.
"Kemana selama ini...?," tanya Andre.
"Panjang deh ceritanya..,kita cari aja tempat nongkrong dan bebas bercerita," kata Bimo balik.
Mereka menuju sebuah warmindo yang khusus buat nongkrong anak anak yang berduit cupet.
"makan apa ndre..?," tanya Bimo.
"Nasi goreng aja deh, belum sarapan dari pagi soalnya," kata Andre jujur sambil nyengir kuda.
"Minum nya apa..," kembali Bimo bertanya.
"Air putih aja biar irit," kata Andre lagi
"Dah teh manis ..masak dari dulu ngirit terus," kata Bimo sambil tersenyum.
Mereka makan sambil bercerita panjang lebar.
__ADS_1
Menurut cerita Andre, setelah dia lulus SMP ia kesulitan biaya untuk meneruskan sekolah nya, namun tiba-tiba tanpa di duga ada orang kaya yang membantu membiayainya sekolah SMA, bahkan sampai sekarang pun biaya kuliah masih di bantu orang kaya tersebut.
"Sebenarnya aku pingin ketemu sama orang kaya itu tapi sampai sekarang belum bisa ," kata Andre dengan lemas.
"Aku ingin mengucapkan terima kasih secara langsung kepada tuan yang baik hati tersebut," kata Andre lagi.
"Lah .. selama ini mereka membantu melalui apa? maksudku yang menemui mu siapa?," tanya Bimo menyela pembicaraan Andre.
"Mereka hanya mengutus asistennya itupun hanya sekali dua kali aku ketemu, setelah beliau memberikan kartu ATM itu, kita tidak pernah ketemu lagi . hanya meninggalkan no hp dan berpesan bila ada kekurangan dana diharapkan menghubungi nya."
"Trus kamu pernah menghubungi nya ?."
"Gak pernah, uang yang mereka kirimkan bahkan cukup untuk membantu biaya belanja nyokap," kata Andre lagi.
"Trus sekarang tinggal dimana..? ," tanya Bimo berikutnya.
"Main ke rumah yuk, pasti babe sama nyokap seneng banget ketemu kamu," kata Andre mengajak Bimo.
Setelah makanan dan minuman habis mereka beranjak keluar dari kampus, berniat ke tempat tinggal Andre.
"Kamu naik apa ke kampus tiap hari nya ?" tanya Bimo.
"Biasalah angkot..kan keren mobil ku banyak,'' jawab Andre membanyol.
__ADS_1
Mendengar banyolan Andre, Bimo hanya tersenyum simpul.
Mereka berdua berjalan menuju parkiran kampus tersebut, saat sampai di dekat parkir mereka berpapasan dengan Arlita yang sedang di jemput pacarnya si Joni Arman.
Bimo hanya berjalan santai menuju parkir motor nya sedang Joni berdiri di mobilnya sambil bergaya sombong sambil memeluk Arlita, sedangkan Arlita hanya menundukkan kepalanya.
"Lihat tuh cowok kere, emang kamu mau di bonceng motor nya," kata Joni Arman kepada Arlita mengejek.
"Apaan sih kamu...," dengan kasar Arlita memasuki mobil dan menutup nya dengan keras.
"Boom.." suara pintu mobil di banting dengan keras, Arlita nampak sangat kesal dengan sikap dan perkataan pacarnya.
"Ayo..." kata Bimo sambil menaiki motor Verza miliknya.
"Aku gak pakai helm?" tanya Andre.
"Gak usah, kita lewat tengah kampung aja gak perlu pakai helm," kata Bimo santai.
Memang keseharian Bimo hanya memakai motor laki Verza, bila ada urusan di kantor baru balik ke rumah dulu ganti baju sultan dan mobil sultan.( namanya juga sultan apa apa mah bebas he..he...he..)
Motor melaju dengan kecepatan sedang, selama di perjalanan kedua sahabat itu bercerita ngalor ngidul gak karuan( yang penting Heppy)
_____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya..
Happy reading.....