Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
127. Perbincangan dua Keluarga


__ADS_3

Waktu terus berjalan tanpa terasa sudah tinggal dua hari dari hari pernikahan yang di jadwalkan.


Semua hal yang berhubungan dengan pernikahan sudah siap, semua sudah di urus oleh pihak WO untuk lebih menegaskan nya.


Busana pengantin yang kemarin belum jadi karena tinggal finishing, sudah di kirim ke rumah yang nantinya akan di bawa ke Hotel H -1, artinya besok sore telat telatnya semua sudah harus berada di hotel.


Sengaja semua keluarga di sarankan menginap di hotel agar tak terlalu jauh dari gedung resepsi yang nanti di gunakan.


Kali ini untuk resepsi memang berbeda dengan tempat lamaran, karena memang di butuhkan tempat dan ruang yang lebih luas.


Maka keluarga dan handai taulan tetap menginap di hotel keluarga tuan Haryo yang dulu, karena gedung yang di gunakan untuk acara ijab qobul serta resepsi berada tak jauh dari sana.


Keluarga Meytta hari itu memang sengaja di undang ke rumah utama dan menginap di sana, atas usulan keluarga Bimo agar besok bisa bersama sama menuju ke hotel.


Selain itu memang dari pihak penyelenggara acara atau WO memang perlu berkoordinasi bagaimana nanti jalannya prosesi adat pernikahan.


Karena rencananya acara pernikahan nanti akan menggunakan adat Jawa yang di sesuaikan dengan kekinian namun tak menghilangkan kesan tradisional nya.


Sore Hari H -2 itu kedua keluarga masih bercengkrama di rumah utama keluarga tuan Haryo.


Mereka tampak duduk duduk di taman di samping rumah mewah itu.


Pemandangan taman yang nampak asri dan sejuk serta indah itu membuat suasana kekeluargaan makin terasa kental.


Bimo yang sudah cuti kerja sejak kemarin juga nampak menikmati suasana sore bersama keluarga nya dan juga keluarga calon istri nya.


Namanya juga pengusaha meskipun sedang bersantai pun pembicaraan masih saja mengarah ke perusahaan apalagi memang sedang ada kasus di sana.


"Bagaimana perkembangan PT KSAJ sekarang mas..?," tanya papa Haryo.

__ADS_1


"Alhamdulillah...mas, berkat bantuan mu dan juga nak Bimo semua bisa di lewati dengan baik."


"Lho ..memangnya Bimo bantu ..apa...?," tanya papa Haryo lagi.


"Bantu mengatasi serangan hacker itulah mas..kan timnya lebih jago dari pada yang kami miliki."


"Bukankah itu sama saja Bimo ikut ngobok obok perusahaan sampeyan mas..?," kata papa Haryo lagi.


"Hehehe..mas Haryo ini loh yaa.. bahasa nya kok ya ngobok obok...kayak lagu..anak anak saja," balas papa Adrian.


"Tapi ya ..nggak apa apa to mas..kan nanti juga nak Bimo harus tahu juga perusahaan yang di pegang istrinya," kata papa Adrian lagi.


"Ya..lah mas....memangnya nanti siapa yang mau mengurusi perusahaan papa nya Meytta kalau bukan nak Bimo dan Meytta, kan sayang tempat yang sudah lama dirintis bila tidak ada yang mengurusi," sahut mama Qonita.


"Nanti bagaimana nasib para karyawan kalau sampai perusahaan itu tutup," sahut mama Qonita lagi.


"Iya...kayak..itu.. sebuah Rumah Sakit Swasta di Daerah yang akhirnya karyawan di PHK karena rebutan kepemilikan, kan kasihan mereka sudah susah susah membangun nya dari dulu kecil.. .ehh sudah jadi besar dan tampak keuntungan nya malah akhirnya cakar cakaran rebutan hak kepemilikan."


"Kalau begitu kan yang paling di rugikan para karyawan, karena tanpa mereka kita juga bisa apa..?," kata mama Halimah lagi.


"Lha...makanya itu lah jeng Halimah saya tidak mau menjadi pemimpin perusahaan yang menjanjikan pepesan kosong, karyawan yang sudah setia mengabdi berjuang bersama hingga mereka tua ...eh.ujung ujungnya di PHK...DOSA nanti kita," kata papa Adrian lagi berapi api.


"Masih untung jika ada lahan lain sehingga bisa menampung keahliannya kayak teman aku ..bisa kerja kembali," kata Bimo ikut berkomentar.


Meytta yang membawa sepoci minuman berbahan kopi dan kreamer nampak menuangkan ke cangkir papa Haryo.


"Papa juga mau tambah...?," tanya Meytta kepada papanya setelah menuangkan minuman itu ke calon papa mertuanya.


"Sedikit aja....," jawab papa Adrian.

__ADS_1


"Mas Bimo mau nambah lagi..?," tawar Meytta.


Bimo menganggukkan kepalanya.


"Kalau proses persidangan Hartono bagaimana mas..?,'' tanya papa Adrian gantian.


"Dari laporan lawyer perusahaan sih masih pembacaan bukti bukti yang nanti habis itu baru pembacaan tuntutan karena akibat kelakuannya kita sangat di rugikan," jelas papa Haryo.


Semua masih berbincang dari topik satu ke topik yang lain.


"Semua undangan sudah terdistribusi ....kan Bim..?," tanya mama kepada Bimo.


"Alhamdulillah mah...sudah..., kemaren orang kantor yang di suruh Andre untuk membagikan sudah melaporkan semua beres, baik undangan teman kantor, saudara juga tetangga dan juga para pejabat sudah terdistribusi," kata Bimo.


"Syukurlah...jangan sampai kita melewatkan seorang pun, yang kita kenal, nanti di kira kita membeda bedakan," kata mama.


"Lha...kalau teman teman kampung dan RT kan mama yang undangi," kata Bimo.


"Itu sudah beres...pagi tadi pak RT kesini laporan sama papa," sahut papa Haryo.


"Pokoknya undangan untuk warga kelurahan sudah papa serahkan sama pak Sukiman ketua RT kita," kata papa Haryo lagi.


Mereka berbincang di sana hingga saat Maghrib menjelang.


Membubarkan diri karena akan sholat Maghrib berjamaah bersama para karyawan di rumah itu.


___________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


__ADS_2