Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
188. Pulang ke Rumah


__ADS_3

Meskipun Bimo masih menjalani perawatan di rumah sakit, setelah beberapa hari tersadar, Meytta sudah tak lagi bersedih.


Dengan telaten ikut mengawasi dan mendampingi sang suami recovery kondisi nya.


Bimo sedikit demi sedikit berangsur menguat kembali fisik nya.


Dengan di bantu bagian fisioterapi Rumah sakit, Bimo mulai melatih semua otot otot tubuh yang mengalami atropi ( istilah medis untuk melemahnya atau mengecil nya otot karena lama tak di fungsikan).


Diawali latihan duduk, kemudian kaki di gerak gerakkan di pinggiran tempat tidur, di ayun ayun kan melatih otot otot paha maupun betis.


Kemudian berdiri di samping tempat tidur sambil berpegangan pada tempat tidur.


Berikut nya mulai jalan pelan pelan secara bertahap.


"Tak usah tergesa gesa mas..," kata Meytta yang masih saja ikut naik di tempat tidur suaminya sambil mengawasi setiap latihan yang di lakukan suaminya.


"Enggak apa apa sayang..mas Bimo sudah sedikit kuat kok," sahut Bimo sambil berbaring mengangkat kaki nya satu satu sesuai instruksi fisioterapis nya.


"Kapan mas Bimo boleh pulang..sayaang?," tanya Bimo kepada Meytta karena selama ini yang melakukan konsultasi selalu Meytta.


"Mungkin tiga hari lagi mas.., sambil menunggu hasil pemeriksaan bidang fisioterapi untuk kekuatan otot otot tungkai bawah.."


"Aku sudah kangen suasana rumah.."


Meytta mengangguk mengerti.


"Mas Bimo dirawat di rumah sakit aja sudah hampir empat minggu.. pasti lah kangen rumah..," sahut Meytta.


**


Hari ini genap satu bulan Bimo di rawat di rumah sakit, dan rencananya siang ini sudah boleh pulang.


Sejak Pagi Meytta di bantu oleh Bu Siti dan pak Joko sudah berkemas kemas.


"Rencana pulang jam berapa sayang..?," tanya Bimo sambil meminum susu yang di buatkan oleh Meytta.


"Tinggal nunggu jemputan mas..semua barang sudah di bereskan oleh pak Joko dan Bu Siti..tadi."


"Kok kamu enggak minum susu buat ibu hamil...?, mas Bimo lihat malah minum air putih," Bimo yang meletakkan gelas kosongnya bertanya.

__ADS_1


"Susu nya hanya tinggal rasa coklat...aku udah bosen mas..," kata Meytta sambil mengelus perutnya yang mulai membulat.


"Kalau begitu kita nanti mampir di supermarket.. sebelum pulang," sahut Bimo.


Bu Siti yang juga mendengar perkataan Bimo langsung menjawab.


"Enggak usah mas...nyonya sudah nyiapin banyak susu ibu hamil dengan aneka rasa kok di rumah," kata Bu Siti yang langsung menyahut.


"Baiklah .."


Tak terlalu lama mobil yang menjemput Bimo sudah datang, sebenarnya sih banyak mobil tuan Haryo yang ada di rumah sakit tersebut karena di bawa para pengawal maupun pak Joko, namun Papa Haryo tak ingin naik mobil sembarangan karena di rasa akan sangat berbahaya jika terlalu banyak goncangan nantinya.


"Mas..mobil jemputan sudah datang," kata Meytta yang baru saja keluar dari kamar perawatan.


"Baiklah kita pulang sayang.."


**


Mobil tiba di rumah utama keluarga Haryo tanpa kendala apapun.


"Alhamdulillah...," ucap Bimo dan Meytta begitu sampai di rumah utama.


Mama Halimah nampak sudah menunggu di sana.


"Waalaikumssalam..," balas mama Halimah sambil memeluk anak dan menantunya.


"Bu Siti barangnya suruh taruh di kamar yang sudah kita tata kemarin ya..," perintah mama Halimah.


"Iya..nyonya.," jawab Bu Siti lalu memerintahkan kepada para pelayan yang membawa barang barang bawaan ke kamar bawah.


"Loh..kok barang barang nya di bawa ke sana Ma..?," tanya Meytta yang masih heran.


"Kamar kalian sementara mama pindah ke bawah saja sayang, biar tidak naik turun... apalagi nanti kandunganmu makin besar."


"Makin bahaya jika masih di kamar atas," jawab mama Halimah sambil mengelus perut menantunya yang mulai membulat.


Bimo dan Meytta mengangguk dan menurut lalu berjalan ke kamar baru yang sudah di siapkan tersebut.


"Mas kok rasanya jadi lain ya...di kamar baru..," kata Meytta sambil tiduran dan merentangkan tangan dan kaki merasa nyaman, setelah sampai di dalam kamar.

__ADS_1


Bimo tersenyum melihat tingkah istrinya, sambil ikut rebahan di samping nya.


"Kayak pindah rumah ya..," sahut Bimo menanggapi perkataan istrinya.


Meyttapun sedikit bergeser bagaimana pun suaminya masih belum sembuh total, lukanya masih di balut dengan kain kassa.


Di kamar tersebut juga ada dua tempat tidur untuk sementara, supaya jika tidur malam tak takut tersenggol.


**


Sore harinya papa Adrian dan mama Qonita datang berkunjung ke tempat Papa Haryo menengok anak dan menantunya.


Makin marak lah rumah tuan Haryo kedatangan besan nya tersebut.


Mereka asyik mengobrol di kamar yang kini di tempati Bimo dan Meytta tersebut, karena bagaimanapun Bimo harus banyak istirahat.


"Bagaimana kondisi mas Bimo.. sekarang..?," tanya papa Adrian sambil duduk di tempat tidur dimana Bimo masih baring


"Alhamdulillah Pa...sudah berangsur membaik.."


"Semoga seiring perjalanan waktu tambah makin baik," kata Bimo lagi sambil sedikit bergeser.


"Ya...semoga saja nanti pas kontrol kandungan bulan ketiga sudah sehat dan bisa ikut," sahut mama Qonita.


"Insha Allah..ma..."


"Tadi pulang jam berapa dari rumah sakit..?."


"Sekitar jam sepuluhan pa.."


"Terus kontrolnya kapan..?."


"Tiga hari lagi sambil melepas jahitan..pa.."


Mereka masih berbincang dengan asyik di kamar itu, hingga Bu siti menghentikannya karena makan malam sudah siap di meja makan.


"Tuan tuan makanan sudah siap di meja makan," kata Bu Siti menyilahkan semuanya agar menuju meja makan karena makanan sudah siap.


______________

__ADS_1


Happy reading....


jangan lupa tinggalkan jejaknya....


__ADS_2