
Acara pengajian masih berlangsung dengan penuh khidmat, ulama yang di undang untuk memberikan tauziah juga cukup piawai membawakan materi tauziah nya.
Bahkan beberapa kali ulama itu melemparkan gurauan di antara penyampaian materi inti tauziah yang sedikit menggoda calon temanten.
Membuat Bimo dan Meytta jadi tersipu karena pandangan orang orang langsung tertuju kepada keduanya.
Acara inti dari tauziah sudah selesai, kini tinggal acara santai santai dan berbincang mengobrol karena lama tak bertemu.
Papa Haryo dan mama Halimah duduk di sisi tersendiri bersama ulama panggilan dan ustadz Anwar serta sesepuh dan pengurus pondok mungkin membicarakan program program dan rencana pondok pesantren kedepannya.
Bimo dan Meytta masih berbincang dan bercanda dengan Rojali dan Rohayah.
"Ini teman teman mas Bimo saat sering main ke sini dahulu," kata Bimo mengenalkan keduanya.
"Aku kalah sama mereka berdua," kata Bimo lagi.
"Kalah ..?, kenapa mas..? tanya Meytta yang tidak mengerti arah pembicaraan Bimo.
"Coba lihat ...anaknya sudah dua.., mas Bimo malah belum bisa buatnya," kata Bimo menggoda Meytta.
"Apaan non Meytta,...mas Bimo..ini dulu jahil banget, Rohayah sampai nangis bila sudah di godanya," kata Rojali.
"Halaah...itu juga keuntungan buatmu kan kamu jadi PDKT sama Rohayah," elak Bimo sambil terkekeh.
Rohayah hanya tersenyum mendengar guyonan dari Bimo dan suaminya, sambil sesekali mengawasi anak balitanya yang berlarian kesana kemari.
"Iya non dahulu mas Bimo jahil banget, tapi juga baik banget karena sering membagi makanan kepada kami," kata Rohayah.
"Kami jadi bisa merasakan makanan yang tak pernah kami makan," kembali Rohayah berkata.
Mereka masih berbincang hingga malam hari, sampai akhirnya rombongan tuan haryo undur diri.
Kepergian rombongan tuan Haryo di antar oleh para pengurus pondok pesantren dengan iringan doa doa.
Semua mengamini doa doa yang di pimpin oleh ulama panggilan itu.
Mobil tuan Haryo beserta rombongan tampak sudah meninggalkan pondok pesantren yang juga panti asuhan itu.
"Sayang ini kan sudah malam, kamu tidur di rumah mama saja ya, nanti biar mama mengabari mama Qonita," kata mama Halimah kepada Meytta.
__ADS_1
"Iya ..mah," jawab Meytta.
"Nanti kamu bobok sama mas Bimo ya," kata Bimo bercanda.
"Hush..!! enggak boleh..!," kata papa Haryo dengan cepat.
Bimo tergelak.. mendengar jawaban papa nya tersebut.
"Hahaha....bercanda papa..," kata Bimo.
Meytta yang mendengar guyonan itu jadi tersipu malu.
Candaan itu sesaat terhenti saat mama Halimah menelpon mama Qonita.
"Assalamualaikum..jeng," sapa mama Halimah.
"Waalaikumssalam..jeng Halimah," balas mama Qonita.
"Ini kami masih di pinggiran kota baru saja menghadiri pengajian, mungkin sampai di rumah sudah sangat malam, aku mau minta ijin agar Meytta di ijinkan bermalam di rumah kami," kata mama Halimah meminta kan ijin untuk Meytta.
"Iya...jeng nggak pa pa, nanti saya sampaikan sama papa nya Meytta," kata mama Qonita dari seberang.
Sampai di rumah sudah hampir jam dua belas malam, semua bersih bersih sebelum beranjak tidur.
"Sayang kamu tidur di kamar mas Bimo ya, biar mas Bimo yang tidur di kamar tamu depan saja," kata Bimo yang di angguki oleh Meytta.
**
Pagi Hari semua sudah bangun dan sholat subuh berjamaah di mushola keluarga.
Karena hari itu hari libur maka semua nampak bersantai dan menikmati suasana pagi yang indah itu.
Meytta sudah ikut nimbrung di dapur, meski tak melakukan apapun.
Hanya duduk di kursi dan berbincang dengan mama Halimah sambil melihat berbagai proses pembuatan makanan.
Bimo dan papa Haryo nampak sedang bermain tenis di halaman belakang berpasangan dengan para pekerja lainnya.
Sambil istirahat di sela main tenis papa Haryo bertanya tentang situasi terkini perusahaan.
__ADS_1
"Bagaimana dengan imbas serangan hacker sampai saat ini..?," tanya papa.
"Tak masalah pa.., Alhamdulillah..bisa kita atasi," kata Bimo.
"Papa kemarin berbincang dengan papanya Meytta, dan kita mencurigai ini ulah dari Hartono yang masih sakit hati anakknya kita jebloskan ke penjara," kata papa Haryo.
"Seandainya bukan orang tua sudah aku hajar orang itu," kata Bimo geram.
"Kamu harus sabar.. jangan sampai terpancing yang akan membuat kita melawan hukum," pesan papa Haryo.
"Kita tunggu bukti bukti dahulu, jika nanti sudah kuat bukti kita, maka kita laporkan ke polisi cybercrime," kata Papa Haryo.
"Iya pah..," jawab Bimo mendengar pesan pesan papanya.
Perbincangan dan olahraga pagi segera di akhiri ketika utusan datang mengatakan makan pagi sebentar lagi siap.
Papa Haryo dan Bimo segera beranjak meninggalkan lapangan tenis di rumah itu untuk bersiap mandi dulu sebelum makan pagi.
Di meja makan sudah terhidang aneka menu makanan yang sudah di tata Bu Siti serta pekerja lain yang juga di bantu Meytta.
Papa dan Bimo yang sudah rapi sehabis mandi pagi sudah ada di meja makan.
Mama Halimah mengambilkan makanan untuk papa Haryo, sedang Meytta memgambilkan untuk Bimo.
"Mas Bimo mau sama lauk apa..?," tanya Meytta.
"Semur daging sapi saja, kuahnya sedikit aja," kata Bimo sambil masih main Handphone.
"Sudah makan dulu, main HP nya nanti saja," kata mama.
"Sebentar Mah..ini Andre sedang mengabari masalah kantor," kata Bimo kepada mamanya.
"Ada masalah apa..?," tanya Mama kemudian.
"Masalah yang kemarin tapi sudah di atasi kok mah, cuma Andre laporan saja kok."
"Ooh...ya sudah,....makan dulu saja.....ayo Pah di pimpin doa," kata mama Halimah kepada papa Haryo sebelum makan di mulai.
_____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak...