Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
27. Ungkapan Hati


__ADS_3

Kedua orang itu masih saling berangkulan meninggalkan gedung olahraga itu.


Kali ini Iwan yang duduk di belakang sedangkan Bimo duduk di depan di samping Meytta, sebenarnya Bimo yang ingin mengemudi namun Meytta menolaknya.


Rasa gerah sehabis bertanding sudah hilang, karena sebelum mereka meninggalkan gedung itu, Bimo sudah mandi di gedung tersebut yang memang terbilang lengkap.


Bagi meytta bisa bersama Bimo sudah merupakan kebahagiaan tersendiri.


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," kata Meytta sambil senyum manis.


"emang nya mau kemana,?" kata Bimo sambil menoleh ke belakang.


Iwan yang di tatap oleh Bimo hanya menggeleng kecil sambil menurunkan sudut bibirnya.


"Rahasia ..,'' Meytta berucap kecil dengan gaya yang menggemaskan Bimo.


"Si Iwan gimana...?,"


"Nanti aku turun di cafe aja ,lagian aku gak mau jadi obat nyamuk," Iwan langsung berkata dengan sendirinya.


Setelah menurunkan Iwan di cafe, mobil melaju menuju ke satu arah.

__ADS_1


"Mau kemana sih Mey ..?" kata Bimo dengan penasaran.


"Ada ...deh...", Meytta terlihat senang sekali melihat Bimo penasaran.


Malam yang indah, kedua orang itu meluncur dengan mobil menuju ke sebuah pantai yang terkenal di kota itu.


Di pantai itu ada sebuah teluk yang sangat terkenal dan di teluk itu terdapat tempat-tempat makan dengan pemandangan luar biasa indah.


Mobil memasuki sebuah tempat makan yang langsung dekat dengan pantai, setelah turun dari mobil Meytta menarik tangan Bimo agar mengikuti nya.


Mereka berjalan melewati meja meja yang ada disana, Bimo hanya mengikuti semua langkah kaki Meytta .


Tangannya yang masih di gandeng Meytta dan di tariknya membuat Bimo hanya menurut apa yang gadis itu mau.


"Kamu tahu kenapa aku ajak kesini?," tanya Meytta.


Bimo hanya diam dan memandang semua yang ada di sana, memang saat ini dia sudah kembali menjadi anak sultan tapi dia belum terbiasa dengan semua yang berbau kemewahan seperti ini.


Melihat Bimo masih terdiam Meytta menarik tangan Bimo dan mendudukkan nya di salah satu kursi yang saling berhadapan.


"Aku memang menyiapkan tempat ini untuk kita," kata Meytta dengan senyumannya.

__ADS_1


"Karena ada sesuatu yang ingin ku katakan," kembali Meytta berkata.


Meytta memang menyadari setelah sekian lama bersama Bimo, dia bukan tipe cowok yang suka menggombal dan mengobral rayuan bahkan sikapnya cenderung dingin.


Tapi Meytta tahu banget dengan semua perhatian yang Bimo berikan kepadanya, mungkin bagi cowok seperti nya kata kata bukanlah satu satunya cara menyampaikan sesuatu, apalagi urusan hati .


Meskipun seperti itu Meytta tetap ingin sebuah pengakuan tentang perasaan mereka berdua, apakah semua yang di rasakannya sama dengan yang dirasa Bimo.


"Apakah kamu tahu mengapa aku melakukan semua ini," kata Meytta dengan sedikit pelan, karena sesungguhnya hati nya takut bila apa yang di harapkan nya tidak sesuai dengan kenyataan.


"Ya ..dengan melihat semuanya, aku sepertinya tahu apa yang kamu inginkan," kata Bimo pelan.


"Aku mencintaimu ..aku menyukaimu sejak awal kita bertemu," ragu ragu Meytta mengungkapkan perasaan nya.


"Aku juga merasakan itu, aku juga mencintaimu , bukankah kamu bisa merasakan itu," kembali Bimo berkata.


"Tapi apakah seseorang seperti mu tidak malu bila mempunyai kekasih miskin seperti ku," kembali Bimo berkata.


______________


Happy reading....

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa kasih like vote dan koment-nya.


__ADS_2