
Sudah beberapa hari Bimo selalu melihat Meytta nampak murung, namun bila di tanya ada apa dan kenapa oleh Bimo hanya menggeleng pelan dan cuma tersenyum.
Dalam pikiran Bimo mungkin Meytta sedang bersedih dengan permasalahan yang sedang di hadapi perusahaan ayahnya.
"Aku sudah memerintahkan orang orang ku menyelidiki perusahaan pak Adrian, mungkin aku bisa membantu menyelesaikan permasalah yang terjadi nanti," batin Bimo.
Meskipun Bimo terlihat demikian tenang namun sesungguhnya dalam hati sedikit khawatir melihat kemurungan kekasihnya itu.
Dan untuk mengurangi kekhawatiran tersebut Bimo selalu memerintah kan orang orangnya untuk selalu mengawasi dan menjaga Meytta dimanapun berada dalam jarak jauh.
Tuut...tuut..
"Ya halo, ada apa ?," tanya Bimo.
"Ini mbak Meytta sudah di kampus bos," terdengar suara dari seberang sana.
"Ya lakukan pengawalan, hati hati jangan sampai ada yang mencurigai mu, nanti habis dari kantor aku berniat ke kampusnya," kata Bimo lagi kemudian menutup telpon genggamnya.
Setelah menyelesaikan sedikit pekerjaan kantor nya Bimo memang berniat berkunjung ke kampus kekasihnya tersebut.
"mbak Diah tolong minta Andre datang ke ruanganku,'' perintah Bimo kepada mbak Diah melalui telpon ruangannya.
Sebentar kemudian suara ketukan pintu terdengar.
Tok..tok...
"Masuk.."
Andre nampak membuka pintu masuk dan tersenyum ke arah Bimo.
"Baru saja aku mau telpon kamu bos, kukira kamu tidak ngantor soalnya ini kan mau weekend," kata Andre menyapa Bimo sambil tersenyum.
"Iya kebetulan jadwalku enggak padat, jadi ke kantor sekalian menanda tangani beberapa berkas ini biar Minggu depan tidak menumpuk,"
"Oh iya bagaimana dengan tugas yang ku berikan kemaren,'' tanya Bimo.
"Beres bos.., justru itu tadi aku mau mengabari mu, soalnya beberapa hari kemaren aku datang ke pemiliknya mereka menawarkan tanah dan bangunan itu seharga 4 M."
__ADS_1
Andre berhenti sesaat kemudian melanjutkan laporan nya kembali.
"Trus aku tawar 3,5 M, kan menurut bos pokoknya di bawah 4 M kita bisa ambil tempat itu."
Kembali Andre terdiam untuk mengambil nafas sesaat.
"Lha tadi pagi mereka menelpon ku mengatakan kalau 3,7 M mereka mau melepas tempat itu, dengan syarat pajak penjualan di bebankan ke kita,'' kata Andre lagi.
"Bagaimana bos..? ," tanya Andre lagi kepada Bimo.
"Ya sudah ambil saja, menurut ku itu sudah harga yang bagus dengan tempat yang strategis itu." kata Bimo memerintahkan untuk membayar tempat Dojo tersebut.
"Ok bos siang ini akan kami selesaikan, sekalian mengajak pengacara kantor untuk mengurusi balik nama tempat tersebut," kata Andre lagi.
Setelah di rasa urusan kantor sudah selesai Bimo bersiap untuk pergi ke kampus Meytta.
Bimo keluar dari ruangannya berjalan menuju meja Diah sekertaris nya.
"Mbak berkas sudah bisa di ambil di mejaku," kata Bimo kepada mbak Diah.
"Aku sekalian keluar ada beberapa hal yang harus ku bereskan," kata Bimo kembali kepada mbak Diah.
"Baik pak ," kembali Diah berkata sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah dari kantor Bimo mengganti mobilnya dengan motor sport nya dan memacunya menuju kampus Meytta.
*****
Di kampus Meytta
Nampak Meytta sedang ada di perpustakaan kampus itu bersama beberapa sahabat nya.
"Habis ini kita ke kantin yuuk," kata Deborah salah satu sahabat di kampus Meytta.
"Issh..kamu itu Deb.., makan mulu yang ada di pikiran mu," kata Shinta.
"Iya ..ni , masih juga pagi masak mau ke kantin," kata Wulan.
__ADS_1
Deborah, Shinta dan Wulan adalah sahabat Meytta di kampus nya.
Mereka adalah sahabat Meytta sejak SMA, kebetulan mereka dari dulu bercita cita kuliah di tempat tersebut bersama-sama.
''Hellooo..!! masih pagi katamu Wulan ..? coba beib kamu lihat jam tanganmu, ini sudah jam setengah dua belas loh..," kata Deborah yang merasa sedikit jengkel.
''Stoop..!! , hentikan perdebatan ini teman-teman,'' kata Meytta menghentikan pertengkaran kecil tersebut sambil tersenyum.
"ini memang sudah siang teman teman, sebentar lagi kita ke kantin, ok..?" kata Meytta lagi.
Semua akhirnya mengangguk setuju setelah pertengkaran kecil itu di hentikan oleh Meytta.
Tuut...tuuut...
Suara telepon genggam Meytta tiba -tiba berbunyi.
Diambilnya telpon genggam dari dalam tasnya .
HONEY
Tertera sebuah nama, di layar tersebut kemudian di angkatnya.
"Halo sayang...,'' kata Meytta.
Membuat ketiga teman temannya saling berpandangan mendengar perkataan Meytta saat mengangkat telpon tersebut.
"Sepengetahuan mereka Meytta belum pernah punya pacar, jadi siapa yang di panggil sayang itu?'' begitu mungkin yang ada di pikiran ketiga temannya itu.
____________
****Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...
**Juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date.....
Jangan lupa untuk membaca karya aku yang lain yang bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU******
__ADS_1