Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
66. Keluarga Hartono


__ADS_3

Semua yang ada di Dojo masih kaget dan kebingungan dengan semua yang sedang terjadi.


Fachri dan Anton juga terlihat kebingungan dengan kedatangan truck barang tersebut.


Mereka makin bertanya tanya ketika semua barang mulai di keluarkan satu persatu, semuanya perlengkapan untuk berlatih bela diri. mulai dari sarung tinju, pelindung dada dan kepala bahkan dispenser minumanpun ada.


Semua itu memang di butuhkan di Dojo itu, karena barang barang sebelumya sudah tak layak pakai.


"Barangnya siapa ini semua?" tanya bang Fachri kepada Bimo.


Bimo yang sudah meletakkan dua kantong plastik besar berisi makanan itu mendekati tumpukan barang baru tersebut.


"Barang kita dong bang," sahut Bimo.


"Trus mau di taruh dimana.?, kita belum dapat tempat latihan yang baru," kata bang Anton.


"Udah gak usah pindah, latihan kita tetap di sini saja." kata Bimo dengan entengnya.


Fachri dan Anton kemudian mendekati Bimo untuk berbicara lebih serius.


"Sebentar.. Bim, Abang mau ngomong serius nih..," kata Fachri yang di susul Anton yang juga mendekat ke arah Bimo.


Bimo kemudian di ajak duduk di sudut ruangan itu.


"Ni abang mau bertanya serius, apa benar kita tidak perlu pindah tempat latihan..?," tanya Fachri kepada Bimo.


"Benar bang kita tidak usah pindah cari tempat latihan," kata Bimo dengan serius.

__ADS_1


"Beneran..?," tanya Anton.


Bimo kembali mengangguk dengan mantap.


"Yeeee....!!!," teriak suara berbarengan dari arah belakang, rupanya Asep, Maman dan Roni ikut mencuri dengar dan berteriak gembira.


Mereka tampak gembira tidak jadi pindah tempat, soalnya bagi mereka tempat itu sudah sangat strategis untuk beraktivitas sehari-hari memenuhi kebutuhan hidupnya.


Meskipun dalam benak Fachri dan Anton bertanya tanya, apa yang menyebabkan tempat itu boleh terus di gunakan untuk tempat latihan bagi sasana beladirinya.


*****


Di tempat lain


Di rumah tuan Hartono, nampak Johan mondar mandir dengan wajah terlihat gusar.


"kurang ajar, siapa lelaki yang sok jagoan itu.


berani beraninya mencampuri urusanku, tidak tahu siapa Johan rupanya...,aku harus mencari tahu siapa pemuda itu," batin Johan bergejolak bila teringat kejadian itu lagi.


Anabelle yang melihat kakaknya mondar mandir nampak gelisah mendekatinya.


"Ada apa sih kak dari tadi mondar mandir aja," tanya gadis itu kepada kakak nya.


Anabelle adalah adik Johan, usia mereka hanya terpaut satu tahun tapi kepribadiannya sangat bertolak belakang.


Bila Johan bersifat nakal, sombong dan boros, suka hura hura menghambur kan uangnya.

__ADS_1


Anabelle tidak demikian, karena dari kecil hanya Johan sebagai anak laki laki yang selalu di bangga banggakan, maka Anabelle yang selalu di nomor duakan memilih menjadi anak yang penurut, rajin dan mandiri.


Dia tidak pernah bermanja-manja karena pasti kedua orangtuanya akan lebih mengutamakan kakaknya yang di gadang gadang menjadi penerus perusahaan Hartono yaitu PT ASA PRIMA.


"Sudah tidak usah banyak tanya, aku sedang pusing nih..!," bentak Johan kepada adiknya itu.


"Papa mana sih..?, dari tadi tidak kelihatan tanya Johan kepada adiknya itu.


Keluarga Hartono adalah salah satu keluarga kaya di negeri ini, bila di bandingkan dengan keluarga Bimo memang masih kalah namun keluarga itu juga cukup mempunyai pengaruh di perekonomian kawasan ini.


"Bukankah papa dan mama hari ini ada undangan dari koleganya yang menikahkan anaknya, memangnya ada apa kakak mencari papa..?," tanya Anabelle balik.


Johan hanya mendengus mendengar jawaban adiknya tentang keberadaan papa nya.


"Kamu enggak usah tahu ini urusan laki laki," kata Johan menghentikan rasa penasaran adiknya.


Anabelle yang sudah di bentak kakaknya seperti itu hanya bisa mengurut dada menahan kesabaran nya.


Padahal sebagai seorang adik ingin rasanya bisa meringankan beban pikiran kakaknya, namun apa boleh buat situasinya memang di luar kuasanya.


______________


****Selamat membaca jangan lupa like, vote dan koment-nya...


Jangan lupa kasih rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date...


Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU****

__ADS_1



__ADS_2