Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
75. PT ASA PRIMA


__ADS_3

Papa Haryo yang baru keluar dari kamarnya kaget mendengar kehebohan di taman beranda samping.


"Waah tumben pagi pagi sudah pada heboh," kata papa Haryo.


"Papa ..,"kata Bimo sambil mencium tangan tuan Haryo.


"Tumben heboh,"


"Iya pa..kita akan segera punya menantu," sahut mama Halimah.


"Beneran..?," kali ini papah Haryo yang gantian heboh.


Bimo hanya menggeleng kan kepada.


"Doakan aja ya pa..ma..."


Sejenak Bimo terdiam.


"Pa..,aku mau nanya sama papa..?


Papa Haryo sekilas memandang anaknya.


"Mau nanya apa sih..?."


"Papa tahu enggak PT KSAJ..? yang bergerak di bidang di bidang properti," kata Bimo.


Papa Haryo mencoba mengingat ingat nama perusahaan itu, lalu menggeleng perlahan.


"Papa enggak tahu perusahaan itu, memangnya ada apaan sih..?"


Bimo masih terdiam.


"Kalau PT ASA PRIMA apakah papa tahu..?."


Papa menganggukan kepalanya.


"Kalau itu papa tahu, memangnya ada urusan apa kamu sama perusahaan itu, hati hati jangan sampai kita berurusan dengannya.itu perusahaan tak sehat, penuh kelicikan orang orangnya," kata papa Haryo mengingatkan anakanya tersebut.


Bimo kemudian mulai bercerita kepada papa dan mama nya.


"Dahulu sebelum aku bertemu Mama dana papa kembali, aku pernah di tolong oleh anak dari pemilik PT KSAJ aku kerja di cafe nya, dan aku juga kebetulan pernah kerja part time di perusahaan PT KSAJ juga."


"Sekarang anakknya pemilik perusahaan itu jadi teman dekatku, dan kemarin malam aku di undang makan malam di sana, kemudian papanya temanku bercerita tentang permasalahan perusahaan nya."


"Aku ingin menolong mereka yang sudah menolong ku di saat aku kesulitan pa ..ma," kata Bimo sambil memandang kedua orang tuanya tersebut.


Papa Haryo menganggukkan kepalanya.


"Coba kamu ceritakan sedikit apa yang di lakukan perusahaan Hartono tersebut." kata papa.


"menurut cerita om Adrian, papa teman aku, perusahaan Hartono ingin mengajak kerjasama bahkan mau menggabungkan perusahaan kedua orang tersebut, juga memaksa menjodohkan anak anak mereka, namun semua itu di tolak oleh teman aku dan papanya dan sejak itu perusahaan PT KSAJ mengalami kemunduran, tendernya selalu kalah, bursa sahamnya anjlok seakan di tekan terus," kata Bimo mengakhiri ceritanya .


Papa menghela nafasnya, sambil menganggukkan kepalanya.


"Memang cara kerja Hartono seperti itu, tak pernah berubah."

__ADS_1


Mereka sesaat saling diam, sambil berfikir masing masing.


"Terus apa yang akan kamu lakukan..?," tanya papa Haryo.


"Aku ingin membantunya pa, paling tidak menyelamatkan perusahaan mereka agar tidak kolaps," kata Bimo lagi.


Papa Haryo mengangkat bahu, berdiri dari kursinya mengambil air putih yang tersedia di meja taman tersebut.


"Coba kamu rundingkan dengan om Satya dan Andre, hitung dengan cermat berapa yang di butuhkan untuk memberi suntikan ke perusahaan itu," kata papa Haryo.


"Dan gadis itu, ajaklah ke sini biar papa dan mama mengenalnya," kata papa Haryo lagi.


Bimo hanya menganggukkan kepalanya lagi.


***


Di sebuah jalan yang cukup ramai Andre nampak sedang terjebak kemacetan.


Suasana awal pekan memang biasanya ramai, namun kali ini keramaian itu sungguh luar biasa.


Banyak mobil dan motor lalu lalang, membuat pagi itu tambah semrawut lalu lintas nya.


Andre masih konsentrasi memandang jalanan yang padat merayap tersebut.


Hingga pandangan matanya menatap seorang gadis yang masih menuntun motornya.


"Heh..kayaknya aku pernah lihat gadis itu, tapi di mana ya..?,"


Andre mencoba mengingat ingat.


Segera di pinggirkannya mobil yang di kendarainya lalu menghampiri gadis itu.


"Heii....!!," teriak Andre.


Gadis yang di teriaki itu menghentikan motor yang di tuntun nya, sesaat memandang Andre lalu tersenyum.


Andre menghampiri gadis itu mengajak nya menepi.


"Macet lagi ya..?,"


"iya.. nih," jawab gadis itu dengan sedikit malu.


"Sudah.. kita titipkan aja di bengkel depan itu, kamu nanti aku antar," kata Andre.


Rani adalah gadis yang tempo dulu di tolong Andre, waktu itu motornya juga macet dan kebetulan Andre mau pulang ke rumah orang tua nya.


Dan kini Andre juga baru saja pulang dari rumah orang tuanya mau berangkat ke kantor,dan ketemu lagi dengan kendaraan yang juga macet.


"Beneran ndre..? mau ngantar aku ke kantor ku..? ," tanya Rani sedikit tak percaya.


"Emang wajahku nampak seperti pembohong ya..?,"


"Maaf ..ndre enggak gitu maksudnya, bener mau ngantar aku soalnya jauh kantornya," kata Rani lagi.


"Ya beneran lah masak aku nawari cuma basa basi sih," kata Andre serius.

__ADS_1


Setelah berfikir sejenak akhirnya Rani setuju untuk di antar Andre menuju kantornya.


Andre mengambil alih menuntun motornya Rani menuju bengkel yang kebetulan ada di dekat situ.


"Kamu nunggu di sini saja, itu mobilnya disana yang warna putih," kata Andre sambil menyebutkan merk mobil tertentu.


Rani mengangguk menyerahkan kunci motor nya, yang kemudian di dorong Andre menuju bengkel terdekat.


Rani masih menunggu di mobil yang di tunjuk Andre sambil membawa dua botol minuman segar, pikiran nya masih melayang memikirkan berbagai hal.


Tiba -tiba Andre sudah datang di depannya dengan nafas sedikit ngos ngosan.


Rani menyerahkan satu minuman botol kepada Andre.


"Makasih," kata Andre.


"Aku yang makasih, kamu selalu menolongku." kata Rani sambil tersenyum.


Andre memasuki mobilnya sebelumnya membukakan pintu untuk Rani.


Setelah keduanya masuk mobil Andre bertanya "kerjamu di mana sih..?"


"PT ASA PRIMA di jalan xxx ," kata Rani.


Mobil meluncur menuju jalan yang di tuju.


"Oh ..ya motornya kan di bengkel, nanti kamu pulang jam berapa..?, kalau sempat nanti aku antar untuk mengambil motor mu."


"Enggak usah aku, naik taksi aja gak pa pa, terimakasih sudah banyak merepotkan mu." sahut Rani yang merasa enggak enak.


Merekapun bercakap cakap dengan lebih akrab, padahal baru bertemu dua kali dan itupun hanya sesaat, namun rupanya ada kecocokan di antara mereka yang membuat jumlah pertemuan bukan merupakan ukuran sebuah keakraban.


Mobil melaju membelah padatnya jalanan pagi itu, setelah melewati beberapa traffic light dan belokan akhirnya mereka sampai di gedung yang cukup megah, itulah kantor pusat PT ASA PRIMA.


"Ooh ..disini toh kantor pusat PT ASA PRIMA.,gumam Andre.


"Lha emangnya kamu pernah mendengar tentang perusahaan tempat kerja ku ini..?kata Rani penuh selidik.


"Hmm..., mana mungkin perusahaan hebat seperti ini gak pernah dengar, ya pasti pernahlah mendengarnya." kata Andre sambil tersenyum kecil.


"Oh..ya pulang jam berapa niih..?, beneran deh ..nanti kalau longgar aku jemput," kata Andre lagi.


"Jama empat an, sekitar itulah."


Andre hanya m ngangguk.


Rani turun dari mobil Andre, tak lupa mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum melangkah tergesa gesa memasuki kantor itu.


Setelah Rani turun dari mobilnya, Andre memutari taman lobi depan bangunan itu dan tancap gas menuju tempat kerjanya.


"Waduh..udah telat nihh., aku lupa mengabari kantor," gumam Andre sedikit menyesal.


_____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, hadiah maupun vote..

__ADS_1


Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU**"


__ADS_2