Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
104. Memanjakan Kekasih


__ADS_3

Kedekatan hubungan Bimo dengan Meytta sudah makin meningkat, dan mulai memasuki babak baru.


Kedua keluarga juga sudah saling bertemu, meskipun hanya sekedar makan malam bersama.


Dan kini rencananya bulan depan akan di adakan lamaran oleh keluarga Bimo kepada Meytta.


Semua persiapan sudah di lakukan sejak jauh jauh hari, untuk baju bajunya Meytta cukup mengambil dari butik kepunyaannya, nanti kalau mau pernikahan saja baru pesan di perancang kenamaan.


Untuk menu makanan di hari lamaran selain pesan dari rekanan, juga dari teman-teman cafe D'JOSs yang berencana untuk membuka mini resto menu cafe disana, karena undangan tamu juga hanya untuk teman dan keluarga dekat.


Suatu sore saat Meytta mau berangkat ke cafe.


Drrt...drrt....


"Hallo ada apa mas..?," tanya Meytta begitu tahu yang telpon Bimo.


"Ini posisi di mana ..? Bimo malahan bertanya balik.


"Masih dirumah mau ke cafe, ada apa emangnya..?."


"Tunggu di rumah ..nanti aku jemput," jawab Bimo yang kemudian menutup telponnya.


Meytta yang sudah mau mengeluarkan mobilnya kembali duduk di sofa ruang keluarga.


"Lho kirain sudah berangkat..?," tanya mama Qonita.


"Belum kok ma.., mas Bimo barusan telpon mau menjemput Meytta," kata Meytta dengan wajah berseri-seri.


"Emang mau di ajak kemana..? tanya mama Qonita.


"Enggak tahu ma..."


Belum selesai mama Qonita berbincang dengan Meytta sebuah mobil memasuki halaman rumah tersebut.


"Lha itu mungkin mas Bimo ma.., aku lihat dulu ya..ma."


Meytta berlari ke arah depan dan benar saja Bimo sudah keluar dari mobilnya.


"Assalamualaikum ," sapa Bimo.


"waalaikumssalam," jawab Meytta sambil tersenyum manis ke Bimo.


"Masuk dulu mas," ajak Meytta.


Bimo hanya mengangguk sambil tersenyum dan berjalan masuk ke rumah Meytta.


"Eeh ..nak Bimo, mau minum apa ..?sapa mama Qonita.

__ADS_1


"Enggak usah Tante ..cuma sebentar aja kok bentar juga berangkat lagi,"tolak Bimo halus.


"Emang mau main ke mana ..nak Bimo..?," tanya mama.


"Iiih..mama kok kepo sih..," tiba tiba Meytta sudah menyahut.


Akhirnya Bimo pun pamit setelah Meytta nampak sudah siap dengan penampilan nya.


Mobil melaju menerabas ramainya jalanan kota yang padat, karena saat itu orang orang pulang kantor.


"Mau kemana sih ..mas..?," tanya Meytta yang melihat mobil melaju makin ke pusat kota.


"Ada deh...," jawab Bimo pendek.


"Aku jadi penasaran deh..?," rengek Meytta.


Bimo hanya tersenyum kecil sambil masih fokus menyetir mobilnya.


Mobil melaju hingga akhirnya tiba di sebuah mall terbesar dan terlengkap, masuk ke halaman mall tersebut dan mulai mencari tempat parkir.


Mereka berdua turun dari mobil itu, dengan mesra Bimo menggandeng Meytta memasuki mall tersebut.


"Memang kita mau beli apa mas..? baju baju ku udah aku pesen dari butikku," kata Meytta.


Bimo hanya diam dan tetap menggandeng tangan Meytta hingga mereka berada di sebuah toko perhiasan yang sangat mewah dan besar.


Meytta yang mengetahui toko perhiasan tersebut sedikit kaget, meskipun dia juga kaya namun belum pernah masuk ke toko tersebut dan hanya melihat koleksi nya dari situs on line nya.


Bimo menggandengnya masuk ke dalam.


Seorang pelayan dari toko tersebut menghampiri mereka berdua.


"Selamat datang tuan muda sapa pelayan tersebut nampak sudah mengenal Bimo," sapa pelayan tersebut.


"Tante Garcia ada..?," tanya Bimo sambil tersenyum.


"Ada.... tuan muda mari saya antar...," jawab pelayan tersebut.


Mereka memasuki tempat tersebut melewati beberapa etalase yang berisi ratusan perhiasan.


Sebelum mereka memasuki ruangan lain yang di tuju sebuah suara sudah mengagetkan mereka.


"Halo...tampan..," sebuah suara dari seorang wanita paruh baya terdengar menyapa.


Bimo menoleh dan tersenyum.


"Tante Garcia.... selamat sore..?," balas Bimo sopan.

__ADS_1


Tante Garcia adalah salah satu teman sosialita mama Halimah.


Dan sudah menjadi langganan dari mama Halimah, makanya Bimo sudah sedikit akrab karena sudah beberapa kali mengantar mamanya ke tempat tersebut.


"Bagaimana pesanan saya Tante ..? apa sudah siap..?," tanya Bimo.


"Tentu saja...., Tante pasti tidak akan ..mengecewakan tuan muda Perwira Atmaja," kata Tante Garcia.


"Ayuk keruangan Tante, oh ya ...ini calonnya ya..? tanya Tante Garcia sambil berjalan.


"iya Tante ..perkenalkan saya Meytta," kata Meytta dan mereka pun berhenti sejenak untuk saling bersalaman.


"Waaah... cantiknya..," kata Tante Garcia.


Mereka kembali melanjutkan berjalan dan memasuki ruangan Tante Garcia.


"Silahkan duduk dulu, mau minum apa..?," tawar Tante Garcia.


Bimo dan Meytta duduk di sofa yang ada di ruang mewah itu.


"Apa aja Tante."


Seorang pegawai Tante Garcia di ruang tersebut mengambilkan minuman dingin dan di hidangkan di meja depan mereka berdua.


Sesaat kemudian salah satu pegawai datang sambil membawa beberapa kotak perhiasan dan menyerahkan kepada Tante Garcia.


"Ini pesanan mas Bimo, silahkan di lihat dan di teliti," kata Tante Garcia sambil mengangsurkan kotak kotak perhiasan itu.


Bimo menyambut kotak kotak tersebut, membukanya dan memperlihatkan kepada Meytta.


"Bagus enggak sayang..?."


"Waah bagus bagus banget..," kata Meytta sambil memperhatikan aneka perhiasan di sana.


"Di coba dulu sayang ...mungkin ada yang kamu tidak cocok," kata Bimo.


"Semuanya...? di coba..?," tanya Meytta lagi.


Bimo menganggukkan kepalanya.


"Semuanya untuk kamu..sayang..," kata Bimo lagi.


"Beneran..? sebanyak ini..?," tanya Meytta masih tak percaya dengan banyak nya kotak perhiasan di depannya.


Bimo kembali menganggukkan kepalanya.


___________

__ADS_1


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak...


Happy reading**....


__ADS_2