Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
52. Kegigihan Meytta


__ADS_3

malam itu Meytta pulang agak awal, dia menyerahkan urusan keuangan malam itu kepada Ruri, seperti biasa Ruri mencatat di buku laporan keuangan, merekap pendapatan dan menyimpan uang di mesin kasir dan menguncinya.


Cafe tetap beroperasi seperti biasa meskipun ada masalah dengan perusahaan orang tua Meytta, namun tak berimbas apapun pada cafe tersebut, bahkan dengan promo promo yang di lakukan membuat omset cafe itu makin meningkat.


Bahkan sebenarnya bila Meytta tak datang ke cafe D'JOSs pun tak masalah, karena semua sudah di handle karyawan karyawati nya.


Keempat karyawan itu sudah sangat mahir dan menguasai bidang pekerjaan nya, selain itu ke empatnya juga sangat terpercaya.


Apalagi sekarang ada Bimo yang banyak mengeluarkan ide ide brilian untuk melakukan terobosan memajukan


cafe D'JOSs tersebut.


"Memangnya ada apa ya ...dengan mbak Meytta akhir akhir ini tampak murung," Ani bertanya seolah pada dirinya sendiri.


"Tau tuh, tanya aja Bimo kali aja tau masalahnya,'' kata Dodi.


"Sama teman teman, aku juga gak tau masalahnya apa, bila aku tanya gak mau ngomong," jawab Bimo dengan lemas, karena sebetulnya dirinyalah yang paling ingin tahu ada permasalah apa, agar bisa membantu menyelesaikannya.


Malam itu mereka menutup cafe D'JOSs tanpa Meytta, karena sudah pulang terlebih dahulu.


*****

__ADS_1


Pagi pagi Adrian sudah duduk di meja makan dengan sedikit gelisah, wajahnya terlihat tegang.


Di sampingnya nampak istrinya Qonita juga tak kalah tegangnya.


Dipanggil nya anak semata wayangnya.


"Meytta.., papa dan mama ingin berbicara kepadamu,'' kata Adrian.


Meytta yang sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan kedua orang tuanya hanya mengangguk kecil, mendekati papa dan mamanya kemudian duduk di depannya.


"Meytta kamu sekarang sudah besar, sudah bisa berfikir dengan logika dan penalaranmu." kata Adrian memulai bicaranya.


"Perusahaan papa sedang mengalami kebangkrutan dan hanya kamu satu satunya yang bisa menolong dan membantu papa untuk menyelamatkannya."


Adrian berbicara panjang lebar untuk memberi pengertian dan meyakinkan Meytta agar menerima rencana perjodohan itu.


"Papa ingin menjodohkan kamu dengan anak rekanan papa." akhirnya kalimat yang ingin di ucapkan Adrian keluar juga.


Meytta masih terdiam termangu mendengar semua itu, meskipun dia sudah pernah mendengar rencana itu secara tak langsung namun harapannya selalu mengatakan ada keajaiban yang membatalkan niat dari sang papa.


"Apa kamu mau kita menjadi gelandangan dan jatuh miskin bila semua aset kita di sita bank karena jatuh tempo,'' kali ini mama Qonita yang angkat bicara melihat reaksi Meytta hanya diam terpaku di tempat duduk nya.

__ADS_1


Meytta hanya menarik nafas dalam dalam kemudian berkata.


"Apakah papa dan mama lebih sayang harta dan kekayaan di bandingkan dengan anakmu ini?, toh kita masih bisa hidup meskipun perusahaan itu hancur aku masih bisa menghasilkan uang dengan bekerja di tempat kerjaan ku." kata Meytta.


"Tanpa perusahaan itu pun kita tidak akan kekurangan karena usaha yang Meytta jalankan sudah cukup memperoleh penghasilan yang lebih dari cukup untuk sekedar hidup bila di bandingkan orang lain yang lebih kesusahan," kembali Meytta bertahan dengan argumentasi nya.


Adrian dan Qonita yang tahu betul seperti apa anaknya hanya terdiam, mereka sebenarnya menyadari sikap keras yang di miliki Meytta.


Bagaimana kegigihan yang selalu di tampakkan bila mempunyai keinginan, dan semua kesuksesan bisnis kecil dari dua bisnis yang di kelolanya menggambarkan betapa Meytta seorang pekerja keras di usia yang terbilang sangat muda itu.


Pagi itu hasil pembicaraan yang di lakukan tidak menghasilkan apapun, Meytta dengan keras menolak rencana perjodohan itu.


"Maafkan Meytta papa dan mama, bila apa yang papa mama dapatkan tidak sesuai dengan harapan kalian, karena Meytta lah yang akan menjalani seumur hidup semua apa yang aku putuskan hari ini." kata Meytta dengan tegas.


Adrian dan Qonita Kembali terdiam mendengar keputusan anak semata wayangnya.


__________


**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya....


Jangan lupa mampir juga di karya Aku yang lain "SANG PENGACAU' yang bergenre silat Nusantara.

__ADS_1


Happy reading**....



__ADS_2