Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
176. Butik Cantika


__ADS_3

Bimo sudah mengemudi mobil nya mengikuti kemauan istrinya menuju ke butiknya...yaitu Butik Cantika.


Seperti biasa sebelum ketempat karyawan mereka pasti membawa oleh oleh, dan itu sudah menjadi prinsip keduanya sebagai bentuk berbagi rezeki kepada orang orang terdekat nya.


Mereka mampir di tempat toko kue langganan.


"Mau di belikan apa sayang bulek parmi dan teman teman butik..?," tanya Bimo.


"Apa aja mas.., nanti aku lihatnya deh..,"sahut Meytta.


Sampai di dalam toko, Bimo hanya duduk di kursi menunggu istrinya yang nampak sibuk memilih milih macam kue.


"Ayuuk mas..," ajak Meytta yang ternyata sudah selesai membayar dari kasir.


"Ehh..sudah selesai sayang..?," kata Bimo kaget karena keasyikan bermain gawai.


Bimo berdiri menyambut istrinya.


"Sini... biar..mas Bimo yang Bawa.."


Bimo mengambil kardus makanan itu lalu membawanya.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju "Butik Cantika" milik Meytta, yang dalam pengelolaannya di serahkan kepada bulek parmi.


Mobil melaju perlahan namun pasti membelah ramainya jalanan.


"Mas..aku pingin makan rujak abang abang pinggir jalan...boleh ya..," seru Meytta yang sedari tadi selalu mengawasi jalanan, pandangannya mencari penjual rujak di jalanan.


Bimo mengangguk mengerti, biasanya kan emang begitu kalau wanita hamil muda suka yang asam asam.


"Lha..itu..tu mas ada penjual rujak..!," teriak Meytta kegirangan.


Bimo menepikan mobilnya mendekat ke arah abang abang penjual rujak dengan gerobak.


Keduanya lalu turun dan menghampiri penjual rujak tersebut.


"Kang rujaknya dua porsi ya..?," kata Meytta.


"Kok dua sayang..?, mas Bimo..denger aja ngilu giginya, Hiii...aseem..." kata Bimo seperti merinding.


Meytta tersenyum mendengar perkataan suaminya.


"Buat aku semua..emang mas pikir mau aku bagi..?," kata Meytta memajukan bibirnya yang imut.


Bimo terkekeh..memandang istrinya yang sudah mulai sedikit berisi...makin montok karena hamil.


"Non mau pakai es krim apa biasa..?," kata penjual rujaknya


"Eeh..ada varian yang pakai eskrim juga to..?," tanya Meytta.


"Oh..ada Non."


"Ya..Udah ..yang satu pakai es krim yang satu biasa..," sahut Meytta.


Sambil meracik si abang rujak mengobrol dengan Bimo.


"Emang sampai jam berapa..kang..?," tanya Bimo.


"Tergantung habisnya sih..mas, tapi biasanya sampai jam tujuh malam udah habis," sahut penjual rujak.


**


Papa Adrian yang baru pulang dari kantor langsung mencari menantunya.


"Mas Bimo kemana mah..?, jam segini kok belum pulang dari kantornya," tanya papa Adrian.

__ADS_1


Mama qonita tersenyum.


"Apa..wong tadi sudah pulang sebelum adzan dhuhur..," kata mama Qonita sambil tersenyum.


"Lho..kenapa..? enggak enak badan..?."


"Bukan...tapi .calon cucumu .. kangen papa nya."


"Maksud nya..??."


"Anakmu Meytta ngidam kayak mama dahulu," kata mama Qonita sambil tersenyum malu malu.


"Oh...jadi papanya kerja..di suruh..pulang..," kata papa Adrian yang teringat jaman pas istri nya mengandung dahulu sambil tersenyum menggoda istrinya.


Mama Qonita tersenyum mengangguk.


"Lha ..terus kok sekarang sepi..?."


"Iya..Meytta mengajak ke butik nya, mau cari pakaian buat dampingi mas Bimo wisuda lima hari lagi," kata mama Qonita lagi.


"Ooh..," kata papa Adrian sambil melepas sepatu lalu menyimpan nya di rak sepatu.


**


Sore itu kebetulan butik agak ramai, hingga mobil Bimo sedikit kesulitan mencari parkir.


Bimo membuka kaca mobilnya berniat meminta tolong pak kesot untuk mencarikan parkiran.


Pak kesot adalah tukang parkir yang bekerja di area sekitar butik tapi kebanyakan istirahat di depan butik karena hanya di sana ada tempat duduk yang nyaman, bahkan kadang kadang di buatkan minum oleh bulek parmi karena mereka tetanggaan.


"Pak...," teriak Bimo yang sudah membuka kaca mobilnya.


"Ehh..bos .. siap..," kata pak Kesot yang langsung tanggap..pasti minta di carikan tempat parkir.


Bimo hanya mengangguk sambil membalas senyuman pak Kesot.


Bimo kemudian mengikuti arahan pak Kesot yang sudah memilihkan tempat parkir.


"Maju..maju..dikit bos..yaa...kiri dikit aja.. stooop...pas..mantap..!!," teriakan teriakan pak Kesot memberikan aba aba.


Bimo tersenyum saja melihat tingkah pak Kesot yang memberi aba aba sambil sedikit berjoget-joget.


"Nitip mobil pak..," kata Bimo menyusul istrinya.


"Siap boss..," sahut pak Kesot.


**


Meytta langsung memasuki butik yang nampak ramai pengunjung.


"Eeh..non Meytta..,"sapa bulek parmi melihat kedatangan pemilik butik tersebut.


Meytta menganggukan kepalanya tersenyum.


Bulek parmi langsung mengangikuti Meytta yang berjalan ke arah kantor nya.


"Bulek..ni jajanan..," kata Meytta sambil menyerahkan kotak kardus makanan kecil yang berisi aneka jajanan itu.


"Makasih non," sahut bulek parmi.


Kantor Meytta yang berada di belakang display pakaian itu langsung terhubung dengan dapur butik tersebut.


Bulek parmi langsung menata makanan tersebut di piring besar, dan mengambil kan beberapa jajanan tersebut di piring kecil untuk Meytta sambil membuatkan minuman.


"Bulek aku enggak usah jajanannya..tapi minta mangkuk aja buat rujak ini," kata Meytta sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


Bulek parmi menurut saja, mengambil mangkuk beserta sendok nya.


"Non Meytta sudah isi..ya..?," tanya bulek parmi senang dan tersenyum sambil memindah kan rujak dari plastik ke mangkuk.


"Alhamdulillah..bulek.. sudah..," jawab Meytta tersenyum dan tanpa di sadari nya mengusap perutnya.


"Waah... selamat Non...," kata bulek parmi kegirangan.


"Iya bulek..makasih.. doakan sehat dan lancar ya.."


"Pasti..non..," kata bulek parmi sambil menaruh rujak yang sudah di hidangkan di mangkuk.


"Non pembukuannya sudah saya catat di buku besar serta kwitansi ada di sana semua," lapor bulek parmi.


"Iya..bulek..aku mau menikmati rujak ini dulu..," kata Meytta sambil tersenyum dan mulai menyendok rujaknya.


"Oh..iya..bulek sekalian aku di pilihkan gaun buat aku pakai di acara wisuda mas Bimo ya.. nanti biar aku coba nya," kata Meytta kembali dan mengunyah rujaknya.


"Siap Non ..," sahut bulek parmi.


**


Bimo hanya duduk di luar butik sambil mengawasi pak kesot yang masih bekerja.


"Lho..tuan muda Bimo kok disini..?, enggak masuk..?," tanya bulek parmi yang mengantar jajanan untuk di bagikan kepada pak Kesot.


"Enggak pa pa bulek..biar enggak ganggu Meytta yang lagi neliti pembukuan," sahut Bimo.


"Lagian di sini ada hiburan nya..tuh lihat pak Kesot," kata Bimo sambil menunjuk pak Kesot yang lagi joget joget sambil memberi aba aba kepada pemilik kendaraan.


Bulek parmi tersenyum melihat ulah tukang parkir itu.


"Pak...jajanan..," teriak bulek parmi kepada pak Kesot.


Pak kesot segera berlari mendekat lalu duduk di kursi sebelah Bimo.


"Waah..banyak makanan...Bu parmi...," kata pak Kesot.


"Iya..yang bawa Non Meytta sama tuan Bimo barusan," sahut bulek parmi.


Pak Kesot tertawa mendengarnya.


"Terimakasih Boss...," kata pak Kesot kepada Bimo.


"Udaah di makan aja..," sahut Bimo sambil tersenyum.


"Itu minumnya mau di tambang lagi enggak pak..?," kata bulek parmi.


"Boleh bu parmi kalau tidak merepotkan," sahut pak Kesot dengan girang.


Bulek parmi lalu membawa gelas yang isinya tinggal seperempat itu untuk di tambah lagi.


"Mari Bos..saya makan ya.."


"Ya pak..langsung aja sikat..," sahut Bimo sambil tersenyum.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau (silat)


* Aku Lebih Mencintaimu (roman**)

__ADS_1


__ADS_2