
Sambil menangis seperti anak kecil Bimo memeluk ayah dan ibu nya, sesekali pelukan itu di lepaskan lalu di peluk lagi kedua orang tuanya.
''Syukur Alhamdulillah...kamu menjadi anak yang hebat, kamu telah melewati sebagian ujian hidup yang kami berikan dengan baik, kamu bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat, bukan hanya fisikmu namun juga kedewasaan dan kemampuan lainnya putraku," sambil menangis mama Bimo berkata sambil mengusap usap punggung Bimo.
"Jadi selama ini tidak ada yang terjadi.?"
Papa dan mama menggeleng kan kepala.
"Rumah ini tidak di sita..?," kembali Bimo bertanya di antara tangisannya.
Kembali kedua orang tuanya menggelengkan kepalanya.
Bimo melepaskan pelukannya, dia mundur sesaat dan melakukan sujud syukur kepada Allah, tanda syukur yang berlimpah ruah atas segala nikmat dan karunia Nya.
"Maafkan Papa dan Mama nak kami terpaksa melakukan semua itu, semua demi kebaikanmu, untuk menggemblengmu menjadi pribadi yang mandiri dan berdedikasi." kata tuan Haryo.
Memang selama ini tuan Haryo dan nyonya Halima selalu mengawasi semua yang di lakukan Bimo, melalui orang orangnya.
Setelah melepas rindu kepada kedua orang tuanya, Bimo mengelilingi rumah itu seakan takut kehilangan semuanya.
Apa yang di rasakannya saat ini mengalahkan segala rasa yang lainnya, sesaat dia melupakan segalanya, semua pekerjaan nya, semua teman temannya, semua yang selama ini ada di sekitar nya hilang dari perhatian nya.
Selama dua hari ini kegiatan nya hanya berpusat tentang kedua orang tuanya tanpa memikirkan yang lainnya.
Semua bagaikan tak berarti lagi, sesaat dia kembali menjadi anak sultan yang manja, sedikit arogan dan pemalas karena semua serba ada dan melimpah ruah.
Bahkan untuk semua aktivitas sudah ada yang menyiapkan, dari baju sampai sepatu yang bermerk dan berharga selangit kembali dia gunakan selama dua hari di rumah nya.
__ADS_1
Hari itu sudah hari ke tiga, Bimo mendekati kedua orang tuanya.
"Papa dan Mama, kalian tahu kan selama ini bagaimana kehidupan yang kujalani, dari aku belajar maupun saat aku bekerja," kata Bimo kepada orang tuanya.
Kedua orang tuanya mengangguk.
"Aku ingin kembali seperti itu, setidaknya aku ingin mengetahui orang orang yang benar benar tulus berteman dan bergaul dengan ku."
"Aku akan kembali ke tempat kos dan semua pekerjaan ku," kata Bimo kembali.
Kedua orang tuanya saling berpandangan mereka tidak menyangka Bimo akan bersikap seperti itu.
"Aku ingin semua ini menjadi rahasia sampai waktu nya tiba nanti, aku akan tetap datang ke rumah ini tapi bukan tinggal di sini, setelah semua aku rasa cukup baru aku mau tinggal di sini bersama papa dan mama" kata Bimo berikutnya.
Kedua orangtuanya sebenarnya sangat keberatan dengan permintaan itu, namun pendirian Bimo yang tegas tak bisa tergoyahkan lagi.
Setelah berfikir sebentar Bimo menganggukkan kepalanya.
"Baik Pa ..aku akan bekerja di tempat papa."
Akhirnya Bimo memutuskan kembali ke tempat kos nya, tetap bekerja di cafe bila malam hari, tetap kuliah, tetap ke Dojo dan tentunya menjadi CEO di perusahaan Papanya.
******
Sore itu sore ketiga sejak Bimo menghilang dari kehidupan menjadi orang biasa, dia mulai datang ke cafe seperti biasa.
Belum sampai dia masuk ke cafe, sebuah tepukan pelan menghampiri nya.
__ADS_1
Pluukk..!!
"Kemana aja bro ..?, pergi enggak bilang bilang, sampai semua orang geger mencari nya," suara Dodi menyambut nya di sertai tepukan di punggung Bimo.
Kemudian Iwan dan Dodi merangkul nya, sambil tertawa-tawa seakan menemukan saudaranya yang hilang.
Kehebohan itu menarik perhatian Meytta yang ada di ruang kerjanya.
"Ada apaan sih, tumben ramai banget.?," sambil melongok kan kepala sedikit keluar dari pintu nya.
Matanya terbelalak melihat siapa yang di depan cafe nya, sepontan dia menghambur berlari menghampiri sosok tersebut.
"Biimooo...."
Meytta berlari, berteriak dan memeluknya, rasa malunya sudah terkalahkan oleh rasa kangen yang membuncah di dadanya.
___________
**Bagaimana bucin nya Meytta.....
Tunggu di chapter selanjutnya.
Terima kasih yang sudah memberi apresiasi kepada author baik berupa like, vote,rate maupun koment-nya, juga yang mberikan tip.
Selamat membaca ..semoga bermanfaat setidaknya bisa menjadi hiburan di tengah pandemi ini, jaga selalu kesehatan ingat protokol kesehatan bila terpaksa keluar rumah.
Happy reading jangan lupa like, vote, rate dan koment nya..... see you again**.
__ADS_1