Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
54. Terjebak II


__ADS_3

Akhirnya Bimo dengan terpaksa menemani Arlita berbelanja hadiah buat sepupu nya.


Berhubung cuma mereka berdua akhirnya Bimo setuju membawa mobil Arlita dan motornya di tinggal di parkiran kampus.


Mereka berputar putar di salah satu mall ternama di kota itu, setelah memarkir mobilnya di basemen mall itu.


"Mau beli apaan sih," tanya Bimo yang mulai kesal.


"Dari tadi muter-muter aja, ada duit gak sih," tanya Bimo lagi.


"Sabaaar ya tampan..gak sabaran amat sih, bentar lagi kalau nemu yang cocok pasti akan ku beli," kata Arlita ngeles.


"Abisnya dari tadi muter-muter aja, capek nih," kata Bimo sedikit beralasan.


"Emang mau aku pijitin," tanya Arlita sambil mencoba memegang lengan Bimo seakan menggandengnya.


"Eitt..jangan sentuh sentuh nona entar pacarmu lihat jadi berabe," kata Bimo sambil mengangkat keatas kedua lengannya.


Arlita sedikit kecewa niatannya mau menggandeng lengan Bimo, tapi malah di tolak mentah-mentah.


"Yaah Bimo kayak orang suci aja gak mau di sentuh," dengan raut wajah kecewa Arlita bergumam.


"Bukan begitu Arlita , aku nggak mau orang salah sangka menilai kita."


Mereka berdua terus berjalan mengelilingi hampir seluruh aoutlet dan counter aneka pruduk; baik pakaian, sepatu dan aksesoris lainnya semacam kacamata dan jam tangan.


Arlita nampak senang bisa berjalan jalan dengan Bimo yang sebenarnya merupakan cowok idamannya.


Meskipun kalau di suruh memilih antara Bimo dan pacarnya masih kebingungan, karena sepengetahuan nya Bimo bukan anak orang kaya, bahkan dengar dengar anak yatim piatu.


Sedangkan Joni Arman pacarnya, anak orang kaya raya yang uangnya bisa di poroti, meskipun secara individual kalah segalanya dari Bimo selain hartanya, itu menurut Arlita.

__ADS_1


Kedua orang itu masih berjalan beriringan, hingga akhirnya.


"Ooh.. rupanya begitu, kalian di belakangku.


Main belakang rupanya kau," suara seorang lelaki yang sangat di kenal Arlita mengagetkan nya .


Seketika Arlita tersentak kaget sedikit pucat wajah nya.


Bimo yang tak kalah kagetnya namun terlihat tenang.


"Tenang bro..aku bisa menjelaskannya," kata Bimo kalem.


"Diam kau bangs** kamu selalu menggoda gadisku ," teriak Joni Arman sambil menyuruh pengawalnya menghajar Bimo.


"Hajar...Bangs** itu,"


Ketiga pria kekar yang berjalan di belakang Joni Arman maju menyerang Bimo, sedang kan Joni Arman pergi sambil menarik tangan Arlita yang enggan meninggalkan Bimo.


"Huuh.."


Salah satu dari mereka melayangkan pukulan jab ke arah wajah Bimo, yang dengan mudah di hindari kesamping.


Gantian pukulan uppercut Bimo bersarang telak di dagu orang yang mencoba memukulnya.


Praak..!!


Bruuuuk...!!


Pria dengan tubuh gempal besar langsung tersungkur begitu terkena pukulan uppercut yang bersarang telak..dan pingsan.


Tinggal dua pria yang tersisa, yang satu mencoba menendang Bimo, dengan tangan kirinya di tangkis tendangan itu dan di balas tendangan pula yang menghujam tepat di ulu hati pria itu.

__ADS_1


Buugh..!!!


Pria itu terpelanting terduduk meringis kesakitan, memegangi perutnya yang memar dengan stempel sepatu Bimo di sana.


Tinggal satu pria yang tampak ragu ragu melihat kehebatan Bimo.


"A..aammpun ..bos..," kata pria itu sambil tolah toleh mencari keberadaan Joni Arman yang sudah pergi menggelandang Arlita.


"Sudah kamu pergi sana....bawa teman-teman mu, atau kamu mau aku hajar..!,'' kata Bimo sambil mengangkat tangan seakan memukul.


"Ba.. baik bos.., a..aku pe.. pergi, kata pria itu terbata bata sambil memapah kedua teman temannya.


Para penyerang itu pergi dengan tergesa-gesa takut Bimo berubah pikiran dan menghajarnya.


Orang orang yang berkumpul melihat kejadian itu bertepuk tangan seakan melihat pertandingan tinju bebas.


Prookk... prookk... prookk...


Suara tepuk tangan penonton terdengar riuh.


Bimo hanya berlalu dari sana, mencari taksi untuk mengambil motornya di parkiran kampus, karena tadi naik mobil Arlita.


____________


**Selama membaca jangan lupa like, vote dan koment-nya, juga rate bintang lima juga pencet tanda favorit...


Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU"


Happy reading**.....


__ADS_1


__ADS_2