
Semua tamu yang diundang dan mendapatkan fasilitas menginap sebagian sudah datang.
Namun ada juga yang tak memanfaatkan fasilitas menginap gratis tersebut.
Biasanya yang tak memanfaatkan fasilitas itu di karenakan masih ada acara kepentingan tersendiri, atau malah merasa yakin besok pagi akan bisa datang di gedung pernikahan tanpa kesulitan, makanya mereka memilih datang langsung esok pagi.
Teman teman Dojo sore itu sebagian sudah pada datang.
Karena mereka tamu undangan Bimo alias teman teman Bimo, maka Bimo lah yang menyambut bahkan menemui mereka.
Kali ini mereka yang kebanyakan belum pernah menginap di hotel sudah tak se "katrok" dahulu (minjam istilahnya om Tukul arwana) karena ini sudah yang kedua kalinya mereka menginap di hotel mewah itu.
Bang Anton dan keluarga nya, bang Fachri juga dengan keluarganya sudah nampak bersama sama duduk di sebuah ruangan yang memang di peruntukan untuk pengunjung bersantai.
Mereka bercakap cakap di sana sebelum yang lain menyusul dan ikut nimbrung bercakap cakap.
"Assalamualaikum..," sapa Bimo kepada semua yang ada di sana.
"Waalaikumssalam," jawab teman teman Dojo hampir berbarengan.
"Wuiihh.. Bos..makin cakep aja," kata Maman yang di angguki Asep.
"Lha iya ..lah.. namanya juga calon pengantin..ya perawatan lah..," sahut bang Anton.
Bimo hanya cengar-cengir mendengar godaan teman teman Dojo.
"Bisa aja kalian ...kasihan tuh..muka mas Bimo jadi merah," kata mbak ina istri bang Anton.
"Iya sudah...jangan di goda terus..," sahut mbak Ratih istri bang Fachri.
Semua masih nampak bergurau di temani Bimo.
"Pokoknya terima kasih teman teman bersedia hadir di hari bahagia kami," kata Bimo kepada teman temannya sambil duduk di dekat mereka.
"Bagaimana kegiatan di Dojo bang..?," tanya Bimo kepada bang Fachri dan bang Anton.
"Alhamdulillah...makin maju dan banyak peminatnya," jawab bang Fachri.
"Kan sekarang lagi trend beladiri jadi olahraga kebugaran..," sahut bang Anton.
"Maksudnya..bang..," tanya Bimo yang masih kebingungan.
"Itu loh ..mas..kepingin badannya bagus terus ikut latihan beladiri, jadi enggak mengandalkan kekuatan cuma gerakan saja biar tubuhnya bagus...ya..dianggap kayak senam gitu loh mas," terang mbak Ina.
__ADS_1
"Oh..gitu ya..."
"Kalau gitu nanti istriku biar aku ajari beladiri biar tetap langsing terus," sahut Bimo kembali
"Eeh...kalau pengantin baru .. olahraga gak seperti itu..lho mas," kata mbak Ratih.
Yang di sambut tepukan pelan dari mbak Ina.
pluuukk..!!
"Apaan..sih..Rat..,"kata mbak Ina.
"Jangan ngaco deh itu...ada para Jomblo.," kata mbak Ina lagi sambil menunjuk Maman dan Asep yang cengar-cengir tak karuan.
Semua kembali pada tertawa.
Meytta yang datang menghampiri mereka karena mau memanggil Bimo jadi penasaran.
sambil menyalami mbak Ina dan mbak Ratih Meytta bertanya.
"Lagi bahas apa sih ..mbak..kok sampai pada tertawa begitu senang..?," tanya Meytta yang masih penasaran.
Mbak Ina dan mbak Ratih malah makin tertawa.
"Udah...aah...makin ngaco ngobrolnya...,"gurau Bimo sambil pamit.
"Aku pamit dulu teman teman..," kata Bimo karena di susul Meytta.
Keduanya kemudian meninggalkan teman teman Dojo Bimo dan berjalan mengikuti Meytta di mana tamu tamu papa mama nya berada.
"Ada apaan sih sayang..?.," tanya Bimo.
"Bude... Kakak sepupunya mama dari kampung datang, pengen ketemu mas Bimo katanya," jawab Meytta yang masih di gandeng Bimo.
Keduanya masih berjalan menuju tempat tamu tamu dari pihak mempelai perempuan.
"Naah...ini kak...., calonnya Meytta," mama Qonita kepada kakak perempuan sepupu nya.
"Ooh..ini...to..calon suaminya Meytta..dduh gantengnya ..," kata Bude Rahmi.
"Nak.. Bimo ini kakak sepupu Tante, namanya bude Rahmi dan itu suami nya namanya pakde Guno," kata mama Qonita memperkenal kan keduanya.
Bimo menyalami kedua orang tua itu.
__ADS_1
"Waah...Meytta pinter ya..cari calon suami..," puji Bude Rahmi lagi sambil menerima uluran tangan Bimo.
Meytta tersenyum senang dan bangga melihat seluruh keluarga dari kampung mamanya pada memuji calon suaminya.
"Bukan Meytta yang pinter bude..., tapi saya yang beruntung punya calon istri secantik Meytta," kata Bimo menanggapi pujian bude Rahmi tersebut.
Meytta yang di puji Bimo makin senang hatinya.
Kemudian Bimo di perkenalkan kepada tamu tamu lainnya baik dari keluarga mama Qonita yang lain maupun dari keluarga papa Adrian.
Kemudian mereka berpindah menyambut tamu tamu mereka sendiri baik teman sekolah maupun teman kampus dan para kolega.
Hingga mendekati Maghrib keduanya akhirnya kembali ke kamar nya.
"Mas....aku udah lelah..nanti malam kita tidak usah menemui tamu lagi ya..," kata Meytta.
"Iya...mas Bimo juga lelah," keluh Bimo yang biasanya kuat tak ada keluhan.
Sampai di kamar yang di tempati Meytta, malah Bimo tiduran di sofa.
"Sayang kalau kamu lelah biar di pijit, itu ada lho pekerja di rumah yang pinter mijitin mama," kata Bimo.
"Iya aku mau mas... , takutnya kalau nggak di pijit besok malah kelelahan," sahut Meytta.
Bimo mengambil handphone nya kemudian menelpon seseorang.
"Assalamualaikum...Bu Siti, pekerja kita yang pinter mijitin siapa ya namanya, ni mau ku minta mijitin Meytta," kata Bimo kepada Bu Siti.
"Ok ..mas Bimo nanti Bu Siti akan ke kamar tempat non Meytta berada," sahut Bu Siti.
Tak begitu lama kamar Meytta di ketuk dari luar.
Tok..tok..tok..
"Masuk..," sahut Bimo.
Ternyata Bu Siti sambil mengajak seseorang pekerja rumah utama yang biasa mijitin mama Halimah.
"Mas Bimo mau di pijit sekalian..?," tanya Bu Siti.
"Nggak usah Bu..aku tak istirahat di kursi saja," kata Bimo sambil tiduran di sofa tersebut menemani Meytta yang lagi di pijit.
_____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya.....