
Meytta tersenyum senang sambil berdiri mengangkat dan berbicara dengan seseorang di telepon genggamnya.
Pemandangan itu membuat ketiga temannya saling berpandangan dengan benak bertanya tanya.
"Bye sayang, hati hati ..ya..," kata Meytta sambil tersenyum menutup telponnya.
"Siapa sih beib.. ?," tumben pakai sayang sayangan segala tanya Shinta yang juga di angguki teman yang lainnya.
Meytta tersenyum kearah teman-teman.
"Ada deh...," kata Meytta sambil merangkul teman temannya dan berjalan menuju ke arah kantin kampus itu.
Di kantin kampus yang lumayan luas dan ramai itu sudah nampak beberapa pengunjung memenuhi meja dan kursi yang di sediakan.
Mereka berempat memilih sebuah meja yang paling pojok dekat dengan koridor dan taman di universitas tersebut.
Berhubung di meja itu sudah ada empat kursi Meytta mengambil satu kursi tambahan.
Ketiga temannya tampak bingung dengan ulah Meytta tersebut.
"Loh..loh..bukannya kita cuma berempat, ngapain nambah kursi lagi..?" tanya Wulan yang masih penasaran.
Debora yang berbadan bongsor langsung menduduki dua kursi.
''Eh..jangan di duduki gitu sist,..itu untuk temen aku yang mau ke sini jemput aku," kata Meytta sedikit malu malu.
"Cieee... temen apa temen nih?, tumben enggak biasanya kamu begini beib," tanya Debora.
Disaat mereka sedang asyik mengobrol tiba tiba datang rombongan Johan bersama teman temannya.
Mereka menghampiri Meytta dan mulai menggoda nya.
"Boleh nggak kakak duduk disini..?," dengan pura pura Johan bertanya.
''Maaf kak ini sudah ada yang menduduki ," kata Shinta yang menjawab.
Meytta memang sengaja mendiamkan, karena selama ini Johan terkenal playboy dan suka seenaknya sendiri, takutnya kalau di ladeni sedikit aja malah ngelunjak.
__ADS_1
"Aku enggak nanya kamu .," kata Johan sengit sambil menatap Shinta.
"Lha terus nanya siapa..?," kali ini Debora yang juga jengkel merasa di ganggu kebersamaan dengan teman temannya sewot meladeni perkataan Johan.
''Sama calon istriku..," kata Johan dengan santainya.
"memangnya siapa sih calon istri kakak..?," tanya Wulan.
"Tuh yang pakai baju item," kata Johan sambil menunjuk Meytta.
"Huh.. ngarep..," dengan sedikit mendengus
Meytta bergumam kecil.
"Bagaimana cantik mau kan menjadi istri kakak," tanya Johan sambil senyum senyum menggoda Meytta.
Meytta yang masih diam saja membuat Johan makin jengkel, di dekatinya Meytta sambil mau dipegang wajahnya.
Meytta sedikit mundur sikapnya menjadi berubah sangat galak.
"Heiii...jangan kurang ajar kamu, mentang mentang orang kaya bertingkah semaumu, yang punya sopan santun dikit Napa," kata Meytta sedikit berteriak.
Dia dan teman temannya berniat melecehkan Meytta di depan umum.
Tangannya berniat meraih tangan Meytta berniat memeganginya sedangkan teman temannya menjaga teman teman Meytta yang ingin membantu Meytta.
Belum sempat tangan Johan memegang Meytta, sebuah tepisan tangan menghalangi gerakan tangan tersebut.
Plaaaak..!
Tangan Johan tertangkis sebuah tangan yang membuat pergelangan tangannya sakit.
"Aauuw..!!," teriak Johan mendelik melihat siapa yang berani menangkis tangannya.
Selama ini di kampus itu tidak ada yang berani bertingkah bila di depannya.
Tiba-tiba kini ada seorang pemuda tampan yang mencampuri urusan nya.
__ADS_1
"Heeh...berani sekali kau menantang ku..?,' teriak Johan begitu melihat pemuda di depannya itu.
Meytta yang melihat siapa yang menolongnya langsung menghambur mendekati dan memeluk lengan pemuda tersebut.
Ketiga teman Meytta hanya melongo melihat ada cowok gagah dan tampan di depan mereka, dan lebih kaget lagi saat Meytta langsung menghambur ke arahnya.
Johan yang melihat hal itu makin panas hatinya, menoleh ke arah teman temannya atau lebih tepatnya penjaganya untuk menghajar Bimo.
Empat orang penjaga Johan sudah mengelilingi Bimo, sedangkan Meytta sudah di suruh menepi bersama teman temannya.
Bimo sudah bersiap siap dengan kuda kudanya menghadapi serangan penjaga Johan.
Sebuah pukulan hook di layangkan dari sisi kiri Bimo, dengan sedikit mundur Bimo menghindarinya.
Namun dari belakang ada sebuah serangan dari salah satu penjaga, melihat ada ancaman dari belakang spontan kaki Bimo menendangnya.
Buuuuugghh...!!
Perut penyerang itu tertendang telak dan ambruk menghantam meja di belakangnya.
Ketiga penyerang lainnya serentak maju menyerang bersamaan, namun dengan cepat sebuah pukulan menghajar muka lawan yang di depan dan Sidekick kaki kanannya melayang di kepala lawan lainnya.
Bruuuuk...! bruuuuk..!!
Dua tubuh langsung tumbang terkena pukulan tersebut.
Melihat penjaganya pada tumbang Johan berniat ikut melawan, namun gerakan tangannya di pegang dari belakang oleh seseorang yang juga berbadan tegap.
Tangan Johan di pelintir ke belakang di dorong ke atas hingga kesakitan.
_____________
****Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...
**juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date....
Jangan lupa mampir ke karya aku yang lain yang bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU******
__ADS_1