Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
114. Malu


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan sopir itu sudah berbelok ke arah butik Meytta.


Butik yang kini di kelola bulek parmi itu semula adalah toko pakaian biasa, karena butuh uang maka toko tersebut di jual beserta pekarangannya.


Saat itu di jalan tersebut belum seramai sekarang, seiring berjalannya waktu tempat itu menjadi ramai dan strategis.


Karena kasihan sama bulek parmi maka semenjak menjadi milik Meytta dan toko itu berubah menjadi butik, bulek parmi di beri tugas mengelola tempat tersebut.


Bulek parmi yang jujur dan tekun tersebut mampu mengembangkan butik tersebut dengan baik.


Relasinya selama membuka toko dahulu juga masih terjaga hingga kini, meskipun kini tempat itu bukan miliknya namun rasa tanggung jawab terhadap tugas yang di percayakan kepada nya membuat dirinya tetap bekerja dengan baik, bahkan mampu mengembangkan nya.


Bulek Parmi dan beberapa karyawan yang lain nampak kaget ketika melihat ada mobil mewah masuk ke area parkir butik.


"Waah ada pelanggan kelas kakap nih," kata Siti salah satu karyawan butik.


"Iya mobilnya aja mewah banget," sahut Atun.


Melihat anak buahnya malah terpana melihat mobil mewah bulek parmi berkata.


"Lho kok malah pada... terpana..? kerja ..kerja..sambut tamunya," kata Bulik Parmi.


Mereka tersadar dan langsung membubarkan diri.


Namun alangkah kagetnya mereka ketika yang keluar dari mobil mewah itu adalah bosnya sendiri.. pemilik butik itu.


"Oalaaah...non Meytta to..?, tak kira konsumen non," kata bulek parmi.


Meytta yang menyadari kekeliruan anak buahnya hanya tersenyum.


"Aku nebeng mama Halimah..kok," kata Meytta.


"Mama Halimah ini ibunya mas Bimo...calon suami aku yang sering antar aku kesini," kata Meytta lagi.


Kebanyakan dari karyawan butik memang tak bisa hadir saat lamaran kemarin, maka Meytta mengenalkan calon mertuanya.


Rata rata mereka mengenal siapa Bimo, apalagi semenjak masuk di TV saat penyaderaan Meytta.


"Ohh...mama tuan Bimo..," kata beberapa karyawan Meytta sambil menganggukkan kepala dan tersenyum sopan.


Mama Halimah pun tersenyum membalas anggukan kepala para karyawan.


Setelah mengambil beberapa pakaian unyuk dirinya, Meytta menuju tempat rancangan khususnya.


"Ma.. ini rancangan aku..," kata Meytta sambil menunjukkan puluhan koleksi hasil rancangan nya.


"Waah...bagus bagus banget sayang...," kata mama Halimah benar benar mengagumi hasil rancangan dari Meytta


"Kalau mama suka ...boleh ambil yang manapun."


"Bener sayang..?."


Meytta menganggukkan kepalanya.


Mama Halimah nampak senang dan memilih beberapa busana di sana.


Mama Halimah sebenarnya juga punya usaha serupa tapi tingkatannya lebih tinggi lagi, selain itu juga punya usaha rumah kosmetik yang juga tersebar di seantero negeri.

__ADS_1


"Mama mau ambil yang ini, tapi bukan untuk mama," kata mama Halimah.


"Lho.. untuk siapa..? emang..ma..?," Meytta yang kaget bertanya.


"Mau mama kirim ke tempat usaha mama..., nanti kalau pada cocok kita akan kerja sama," kata Mama Halimah.


Meytta yang tak menyangkanya bersorak kegirangan.


"Hah..!! beneran ma..?, ya Allah.. semoga pada suka rancangan ku, jadi aku bisa mengembangkan butik ini," kata Meytta nampak kesenangan.


Setelah beberapa saat di sana Meytta dan mama Halimah pun meninggalkan butik usaha Meytta.


"Jangan lupa di cacat di buku laporan bulek parmi, semua yang aku ambil," pesan Meytta agar pembukuan tetap rapi dan terjaga.


"Siap non."


**


Sebelum adzan ashar Bimo sudah sampai rumah, sedikit tergesa masuk ke ruang tengah dari garasi parkir mobilnya.


"Lho..tumben masih jam segini sudah pulang anak mama," sapa mama Halimah.


"Assalamualaikum..ma..," sapa Bimo sambil mencium tangan mama.


"Mau ke tempat Meytta mau ajak jalan ma..," Bimo kepada mama sambil terus berjalan menuju kamarnya.


Mama hanya diam saja sambil tersenyum.


Bimo yang masih tergesa masuk kamar nya.


"Haah..??"


Nampak ada seseorang sedang tertidur pulas di kasur nya.


Bimo berjalan pelan sambil mengamatinya.


Sebuah senyuman tersungging begitu melihat siapa yang tertidur pulas di sana.


Sehabis jalan jalan sama mama Halimah, memang Meytta nampak lelah dan mengantuk.


"Mah..Meytta kok ngantuk ya..semalam kurang tidur, habisnya cafe ramai banget," keluh Meytta pada mama Halimah.


"Udaah tidur aja di kamar mas Bimo sana, paling paling pulangnya habis sholat ashar," saran mama Halimah.


Akhirnya Meytta pun tidur di kamar Bimo.


Melihat Meytta yang pulas, Bimo pun tak tega, sehabis mandi dan berganti pakaian Bimo berjalan ke mushola keluarga berniat sholat ashar di sana.


"Mama kok enggak bilang Meytta dah di sini..?."


"Mama sengaja kasih kejutan buat kamu," kata mama Halimah tersenyum.


"Oh..ya..kayaknya tuh anak belum ngabari mamanya deh, telpon sekarang kasihan nanti di tunggu tunggu," kata mama Halimah mengingatkan.


Segera Bimo mengambil handphone nya dan mulai memencet nomor yang di tuju.


"Assalamualaikum..Tante."

__ADS_1


"Ada..apa nak Bimo..?."


"Mau minta ijin ngajak Meytta jalan jalan hari ini tante.," kata Bimo.


"Iya..nak..boleh...., jagain Meytta ya.., tapi ini Meytta malah belum pulang tadi pergi sama mama Halimah."


"Iya tante....ini Meytta sudah di rumah kok Tante, kayaknya kelelahan masih tidur anaknya," jawab Bimo tersenyum.


"Ooh.. sudah di situ to Meytta nya, ya udaah..hati hati ya nak Bimo nanti kalau jalan jalan." pesan mama Qonita sambil mengakhiri percakapan nya.


Sehabis sholat ashar Bimo kembali ke kamar nya.


Ikut tidur di samping Meytta sambil menatap wajah cantik calon istri nya.


Cuup...


Bimo sedikit nakal mengecup bibir Meytta yang masih tertidur pulas.


Hanya bergerak sedikit merasa ada yang mengecup bibirnya, kemudian terlelap lagi.


Entah berapa lama Bimo memandangi wajah calon istri nya yang masih terlelap, tak berani mengganggunya lagi.


Hingga akhirnya karena sudah lama Meytta terbangun dengan sendirinya dan malah di lihatnya Bimo yang tertidur di sebelahnya.


"Haah..mas Bimo sudah disini..??," seketika wajahnya memerah malu.


"Sejak kapan mas Bimo di sini ya..?," batin Meytta makin malu membayangkan dirinya dilihatin saat tertidur.


Meytta jadi malu mau keluar kamar, rasanya malu ketemu orang orang takutnya mereka pada mikir yang macam macam, padahal dirinya dan mas Bimo cukup tahu bagaimana berpacaran yang tak melanggar aturan.


"Mas...mas...bangun," Meytta menggoyangkan lengan Bimo berniat membangunkannya.


Bimo membuka matanya.


"Lho ..udah bangun to...., aku kira mau bobok di sini sampai malam, bobok bareng sama mas Bimo," goda Bimo sambil cengengesan.


"Issh..apa sih mas Bimo.."


"Aku mau keluar kamar malu ..aku udah bangun dari tadi," sungut Meytta.


"Kenapa malu..?," Bimo yang enggak peka kebingungan.


"Nanti orang orang mikir kita ngapain tidur bareng di kamar.." kata Meytta pelan sambil menunduk malu.


Bimo tergelak mendengar alasan polos dari gadisnya tersebut.


Ya..memang ..selama berpacaran mereka tak pernah neko neko paling paling sedikit memeluk dan cium pipi.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak...


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau (silat)


* Aku lebih mencintaimu (romantis**)

__ADS_1


__ADS_2