Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
99. Main di Pantai


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan Bimo sudah sampai di depan rumah kontrakan orang tua Andre.


"Be..!! Mak.!!., kayaknya kak Bimo sudah datang," kata Rizal kepada Babe dan Emak yang masih bersiap.


Babe dan Emak pun melihat ke depan, dan benar saja mereka sudah datang dengan mobil bongsor nya.


Bimo memang sengaja membawa mobil bongsor untuk keluarga bukan mobil mewah seperti biasa, agar muat orang banyak.


"Eeh..mas Bimo sudah datang..mari mas masuk dulu," kata Babe sambil menghampiri Bimo yang baru turun dari mobilnya.


Emak yang ada di samping Babe menganggukkan kepalanya.


"Ayuk mas masuk dulu," kata emak.


"Meytta yang baru turun dari mobil menghampiri Bimo dan menggandeng lengan kekasihnya itu.


"Ini pacar mas Bimo ya..? waah cantik banget..," tanya Emak sambil tersenyum ke arah Meytta.


Meyttapun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum juga.


"Bukan Mak..," jawab Bimo.


"Lho..?," Babe dan Emak saling pandang melihat ke arah dua anak muda yang saling bergandengan tangan itu.


"Bukan pacar Mak..Be.., tapi calon bini..," kata Bimo sambil tertawa.


"Issh...mas Bimo ini..bikin emak dan Babe bingung aja...," kata emak.


Bimo pun masuk ke rumah kontrakan itu setelah bersalaman dengan emak dan Babe, begitu juga dengan Meytta.


Di dalam rumah Andre di bantu Rani dan adik adiknya masih berkemas.


Melihat kedatangan Bimo, Andre pun memghampiri.


"Wweh...sudah datang toh bos..? ," tanya Andre.


Bimo hanya mengangguk sambil memandang ke arah sosok gadis yang masih asing.


Dan Andre pun tanggap akan hal itu.


"Neng ..sini, ini bos aku..," kata Andre memanggil Rani.


Rani pun mendekat, dengan sedikit membungkukkan badan menyalami Bimo.


"Rani ..pak..temannya bang Andre..," kata Rani sambil menyalami Bimo dan Meytta.


Bimo dan Meytta tersenyum sambil menjabat tangan gadis itu.


Adik adik Andre juga menyalami Bimo dan Meytta.


"Gimana..? Sudah pada siap belum..? tanya Bimo akhirnya.


"Sudah ..tinggal memasukkan sayur dan lauk pauknya, berangkat dah kita," kata Andre.


"Kamu, Rani dan Emak sama Babe, lainnya naik di mobilku ya," kata Bimo.


Akhirnya kedua mobil itu bergerak menuju ke pantai di daerah sekitar tempat tinggal keluarga Andre .

__ADS_1


Di dalam mobil Bimo nampak kemeriahan karena adik-adik Andre yang tak merasa sungkan kepada Bimo maupuan Meytta.


Bahkan kini Meytta duduknya sudah pindah ke tengah setelah Rizal minta duduk di depan dekat sang sopir.


"Kak..kalau kak Meytta di mana kenal kak Bimo..?," tanya Nissa kepada Meytta yang duduk di sebelahnya.


Meytta yang masih meminum minuman kemasan rasa buah itu tersenyum.


"Di jalan ..," jawab Meytta pendek.


"Haah...? kok bisa ya...trus gimana awalnya..?," tanya Nissa lagi.


"Sudah jodoh kali kak..," jawab Rizal dari kursi depan.


"Apaan..sih kamu dek,..gak usah ikut ikut deh, kamu itu masih kecil," teriak Nissa.


"Iya ..kamu itu dari kemaren..kalau kakak tanya jawab sama orang pasti ikut ikutan, udah ..kamu lihat pemandangan depan saja," kata putri membela Nissa kakaknya.


"Maaf ya..kak Meytta, kak Nissa ini sedang belajar menjadi seorang penulis bahkan sekarang lagi buat novel online di Novel toon, jadi buat inspirasi selalu bertanya bagaimana sepasang kekasih itu bertemu," kata putri menerangkan kepada Meytta.


"Waah...mau jadi penulis to..? hebat itu..siapa tahu nanti bisa menjadi penulis hebat," kata Meytta menyemangati adik Andre tersebut sambil tersenyum.


"Iya ..kak, makanya kemaren kak Rani juga aku tanya bagaimana dan di mana mereka kenal," kata Nissa sedikit malu malu.


Meytta yang melihat kesungguhan di mata Nissa kemudian bercerita bagaimana dirinya bisa kenal sama Bimo.


Mendengar cerita Bimo yang menghajar para preman, Rizal yang ada di depan langsung menoleh ke arah Bimo.


"Waah...kak Bimo hebat...kayak Jagoanku Superman.," kata Rizal.


Bimo terbahak mendengar perkataan Rizal.


Semua yang mendengar candaan Bimo pada tertawa, Meytta nampak tersipu membayangkan Bimo yang kayak Superman ( dengan c*lana d*lam..he..he..)


"Habisnya kak Bimo kan gagah, ganteng terus hebat jotos jotosan lagi," kata Rizal menerangkan.


"Gak kaya kak Andre, udah badannya kecil kurus, gak pernah berkelahi lagi," sungut Rizal.


"Eeh... gak boleh gitu..., berkelahi itu karena terpaksa," kata Bimo.


"Bang Andre mu juga hebat...dari kecil udah ngebantu cari duit babe dan emak," kata Bimo.


"Dulu waktu masih SMP abangmu itu udah berdagang gorengan ngebantu babe dan emak kalian masih orok," kata Bimo lagi.


Adik adik Andre yang mendengar itu jadi terdiam sejenak.


Mobil masih melaju dengan teratur dengan kecepatan sedang, kurang lebih satu jam mobil itu sudah sampai di tepat tujuan.


Mereka turun dari kendaraan masing masing.


Rizal yang nampak bahagia langsung berlari ke bibir pantai dan mulai berenang, setelah di pesan babe agar hati hati.


Bimo menyewa gazebo yang memang di sediakan di sana untuk meletakkan barang bawaan.


Putri dan Nissa ikut membantu membawakan barang bawaan Meytta yang sangat banyak, sebelum membantu emak dan Rani membawa bekal yang di bawa dari rumah.


Babe sudah menggelar tikar di gazebo itu sebelum barang bawaan sampai.

__ADS_1


Setelah barang bawaan di taruh mereka semua membubarkan diri sesuai keinginan masing masing.


Bimo menggandeng Meytta berjalan melihat pantai lebih dekat lagi.


Nissa dan putri sudah menyusul Rizal yang sudah bermain air.


Rani dan Andre yang masih duduk di tikar bareng Babe dan Emak sudah menata barang bawaan.


"Sudah sana ndre ...ajak neng Rani jalan jalan usir emak yang kasihan kalau Rani hanya duduk duduk saja.


Akhirnya Andre dan Rani pun meninggalkan gazebo itu berjalan menuju ke bibir pantai.


"Beib.. gimana kalau besok kita foto prewedding nya di pantai gini..?," tanya Bimo sambil menggandeng tangan Meytta.


"Emang kapan..?."


"Kapan aja kamu siap," jawab Bimo singkat.


"Beneran..?," tantang Meytta.


"Beneran... kamu udah siap gendong baby dan gantiin popok..? tanya Meytta kembali.


"Siap dong...apalagi itu baby aku sendiri...buatnya aja susah ampe keringetan ..," goda Bimo.


"Issh...apaan sih..mesum..!!," kata Meytta.


Mereka terus berjalan menikmati suasana pantai sambil sedikit bermain air.


"Kaak...!"


"Kak.. Bimo...!! sebuah teriakan memanggil Bimo.


Bimo menoleh, nampaknya Rizal yang masih bermain pasir dan air yang memanggilnya.


Nissa dan putri juga sudah basah basahan di sebelah adiknya itu masih bermain pasir.


Dari arah lain nampak Andre dan Rani berjalan menuju ke arah mereka.


Bimo yang sudah di dekat Rizal berniat main bola yang tadi sudah di bawa.


Andre langsung berlari mendekat, sedangkan Rani menghampiri Meytta.


"Non kita ke gazebo aja yuk..," ajak Rani.


"Biarkan mereka main di sini," kata Rani kembali dan Meytta pun menganggukkan kepalanya.


"Ayuuuk..., aku emang lagi malas main air, lagi dapet," kata Meytta sambil menghampiri Rani dan berjalan menuju gazebo yang mereka sewa.


__________


**Selamat membaca jangan lupa like vote dan hadiahnya....


Juga rate bintang lima dan favorit..


Jangan lupa baca juga karya lainku


* Sang pengacau

__ADS_1


* Aku lebih mencintaimu**


__ADS_2