
Pagi hari sehabis sholat subuh para pekerja sudah menata apa saja yang nanti sore akan di bawa ke hotel karena besok adalah hari H pernikahan.
Sesuai dengan agenda acara, besok tepat pukul 07.00 akan di langsungkan akad nikah ijab qobul nya.
Setelah itu berturut turut acara prosesi pernikahannya, sesuai yang sudah di rancang oleh pihak WO, di mulai pukul 09.00 sampai selesai.
Kemudian malamnya pesta akan kembali di gelar dalam balutan busana nasional.
"Bu Siti baju baju gantiku sudah di masukkan..?," tanya mama Halimah kepada Bu Siti.
"Sudah...nyonya..semua sudah di tata di koper merah, nanti kalau ada yang tertinggal saya balik lagi juga tidak apa-apa," jawab Bu Siti sambil masih menata barang barang yang lain.
"Ya kalau bisa semua sekali bawa, kan nggak bolak balik," kata mama Halimah.
"Insya Allah..semua yang di butuhkan sudah kebawa nyonya.''
Mama Halimah yang juga sedang menata semua keperluan papa Haryo juga masih nampak sibuk.
Hingga saat makan pagi tiba aktivitas itu baru di hentikan.
Papa Adrian dan mama Qonita yang menginap di sana juga sudah di persilahkan untuk ke ruang makan oleh para pekerja di rumah mewah itu.
Meytta masih membantu menata makanan di meja sampai mama Halimah sampai di meja makan.
"Panggilin mas Bimo sayang...dari tadi enggak nongol nongol jangan jangan malah ketiduran lagi habis sholat subuh tadi."
"Baik..ma..."
Meytta berjalan menuju kamar Bimo, yang masih tertutup rapat.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
Meytta mengetuk pintu kamar Bimo, namun tak ada jawaban.
Cekleek..
Meytta membuka kamar itu.
"Ish...mas Bimo...??, tumben ni gak biasanya malas malasan...habis sholat subuh malah tidur lagi...," batin Meytta yang melihat Bimo malah tertidur di sofa kamarnya.
Meytta berniat membangunkan calon suaminya tersebut.
Belum juga sempat mengguncang pundak lelaki tersebut.
seet..
"Auww...!."
"Mas.. Bimo....ngagetin aja...!!," teriak Meytta memukul lengan lelaki tersebut.
Bimo tergelak merasa berhasil mengerjai calon istri nya.
"Kami mesti mengendap endap sayang..?," tanya Bimo masih memeluk Meytta di atas tubuhnya.
"Habisnya aku ketuk pintu nya mas Bimo diam saja, aku masuk mas Bimo malah tidur ya aku takut ngagetin...jadi pelan pelan mau bangunin... ehh..malah aku yang di prank...," sungut Meytta cemberut.
"Lagian ngapain ketuk ketuk kayak tamu aja."
"Iihh...mas Bimo, kalau enggak ngetuk pintu....ya... aku yang salah, siapa tau aja mas Bimo masih ganti baju atau apa," kata Meytta masih membela diri.
__ADS_1
"Memang mau ngapain sih nyusul mas Bimo kemari..?."
"Semua sudah pada kumpul di meja makan tinggal nunggu mas Bimo, malah enak enakan tiduran."
"Ooh..iya yaa..sudah jam makan pagi..," sahut Bimo sambil melepaskan pelukannya di pinggang Meytta yang malah keenakan enggak bagun bangun dari tubuh Bimo.
"Ayoo.. breakfast nanti malah pada nungguin kita," kata Bimo sambil mengangkat tubuh Meytta untuk bangun dari tubuhnya.
Meyta yang menyadari itu jadi tersipu, kemudian bergegas menuju pintu kamar dan keluar dari sana.
Di meja sudah nampak papa Haryo dan papa Adrian nampak berbincang-bincang sedangkan mama Halimah dan mama Qonita masih membantu menata aneka hidangan makanan itu.
Sambil makan pagi mereka mengobrol ringan.
"Kita ke hotelnya jam berapa...ma...?," tanya Bimo kepada mama Halimah.
"Mungkin agak sorean aja ya...iya kan jeng..?," kata mama sambil meminta persetujuan mama Qonita.
Mama Qonita cuma menganggukkan kepalanya menyetujui pendapat mama Halimah.
"Kan kita semua sudah siap, cuma nanti malam kan ketemuan sama pihak WO untuk menegaskan kembali prosesi pernikahan nya."
"Mulai dari ruang ganti sampai di kursi pelaminan, bagaimana nanti kita melangkah akan di atur pihak WO sesuai konsepnya," terang mama Halimah.
"Keperluan mu sudah kamu kemas sendiri kan..?," tanya mama Halimah lagi kepada Bimo.
"Sudah... lah mah..kan Bimo biasa mandiri," kata Bimo dengan bangga.
___________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya.....