Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
149. Jamuan makan malam


__ADS_3

Masih menikmati pemandangan kanal tersebut Bimo dan Meytta saling berpelukan.


Beberapa kali Meytta mengambil foto mereka berdua.


Sungai yang di tata sedemikian indah itu mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.


Dan bisa menjadi pasukan bagi daerah dan wilayahnya.


"Seandainya negeri kita bisa memanfaatkan aliran sungai menjadi kawasan wisata seperti ini pasti menarik ya..mas."


"Ya..tapi butuh perjuangan keras, untuk sekedar menertibkan jangan membuang sampah saja susah," kata Bimo menanggapi perkataan istri nya.


Selesai berwisata kanal Bimo dan istrinya keliling ke museum yang berada di kawasan Museum plein.


Karena di sana bisa langsung masuk ke tiga museum sekaligus yaitu museum Rijksmuseum, Anne Frank House dan Van Gogh museum.


Kedua nya sangat menikmati melihat ketiga museum tersebut.


Mereka berfoto foto disana sambil bercanda dan berpelukan mesra.


"Aku senang sekali mas," kata Meytta yang di sambut pelukan dan ciuman dari suaminya.


"Aku senang jika kamu senang sayang," kata Bimo tersenyum.


Hari sudah sedikit mendekati sholat ashar Bimo memutuskan untuk kembali ke kondominium.


Di Amsterdam waktu sholat nya berbeda dengan di negeri ini.


Jika subuh hampir sama yaitu pukul 04.15 am, namun waktu sholat ashar sekitar pukul 05.33 pm


maghrib pukul 08.47 pm dan isya pukul 10.55 pm.


Bimo sudah menggandeng istrinya menuju lobi gedung kondominium mereka.


"Oh..ya..tuan muda, apakah nanti malam jadi pergi ke pusat oleh oleh..?," tanya pak Abraham sebelum Bimo benar benar ke ruangan nya.


"Iya..pak, jadi.."


"Mm..," tampak pak Abraham terlihat ragu ragu.


"Ada apa ya pak..? apakah ada sesuatu..?," tanya Bimo yang melihat keraguan di wajah pak Abraham.


"Mmm.."


"Katakan saja pak.."


"Atau pak Abraham tak bisa mengantar kami..?," tanya Bimo.


"Bukan..bukan ..tuan muda," jawab pak Abraham cepat.


"Mm..bila tuan dan nyonya berkenan istriku mengajak kalian berdua makan malam di rumah kami..," kata pak Abraham sedikit ragu.


Bimo dan Meytta saling berpandangan kemudian tersenyum.


"Ooh..saya kira ada apa pak.''


"Kami bersedia dan sangat tersanjung atas undangan pak Abraham," kata Bimo kemudian.


Nampak pak Abraham tersenyum lega.


"Terimakasih..tuan muda dan nyonya muda, akan saya sampaikan berita gembira ini kepada istri ku," kata pak Abraham kegirangan.


"Kami yang berterima kasih pak," sahut Bimo sambil tersenyum dan sedikit menganggukan kepalanya.


"Jam berapa biasanya makan malamnya..? nanti habis itu kami baru belanja," kata Bimo lagi.


"Bagaimana kalau pukul 08.00 pm," kata pak Abraham.

__ADS_1


"Ok.. deal..," sahut Bimo sambil berlalu meninggalkan tempat tersebut.


"Jemput kami sebelum jam tersebut," kata Bimo lagi.


Pak Abraham mengagukkan kepalanya sebelum meninggalkan tempat tersebut.


Cuaca yang dingin membuat keduanya malas mandi.


"Mas ..aku enggak keringat an.. enggak usah mandi ya..," kata Meytta meminta ijin suaminya.


"Iya... sayang..mas Bimo juga malas mandi,'' sahut Bimo.


"Kita sholat saja habis itu kita malas malasan aja, kan entar malam kita pergi lagi."


"Iya mas."


Mereka hanya berbaring di kasur sambil bergulung selimut dan bermain handphonenya.


Meytta Kembali tersenyum membaca komentar di media sosial nya.


Banyak komentar teman teman nya yang menurutnya lucu hingga membuat nya tersenyum senyum.


Saat membuka pesan mama Halimah dan mama Qonita Meytta langsung tersipu.


(Pokonya pulang harus sudah ada berita....tentang cucu mama)


Bimo yang melihat istrinya jadi tersipu menjadi penasaran.


"Apaan sih sayang ..?," kok jadi tersipu gitu..?."


"Ini mas pesan mama," kata Meytta sambil menyerahkan handphone nya kepada Bimo suaminya.


Bimo membaca pesan itu dan ikut tersenyum.


"Bagaimana menurutmu sayang..?."


"Pesen mama barusan.."


Meytta tersipu.


"Aku terserah mas Bimo saja..''


Bimo tak menyahut perkataan istri nya, malah menaruh handphone nya dan handphone istrinya.


"Lho ..mas Bimo mau apa..?."


"Mau buat cucu buat Oma oma di tanah air," kata Bimo sambil mulai melakukan serangannya.


Memeluk dan mencium istrinya, Meytta membalas semua perlakuan suaminya dengan senang.


Cuaca yang dingin sore itu membuat keduanya makin bergelora dengan cumbuan pasang nya.


Sesaat keduanya terhanyut oleh permainan yang mereka mainkan hingga akhirnya mereka terkapar dengan penuh kepuasan di wajah keduanya.


Hanya bergulungkan selimut keduanya terlelap tidur karena juga seharian ini muter muter berwisata.


**


Hari mulai petang saat keduanya sudah bersiap bepergian lagi.


Dengan baju hangat dan tebal keduanya sudah menunggu di lobi gedung kondominium di lantai satu.


Tak berapa lama nampak pak Abraham sudah menghampiri keduanya.


"Maaf tuan muda dan nyonya muda, saya telat satu menit,'' kata pak Abraham meminta maaf karena merasa terlambat satu menit.


Bagi mereka waktu memang sangat berharga.

__ADS_1


"It's ok," jawab Bimo tersenyum.


"Kita berangkat sekarang..," kata pak Abraham menyilahkan keduanya untuk menuju pintu lobi karena mobil sudah siap di sana.


Dengan menggandeng istrinya Bimo berjalan menuju pintu lobi menunggu pak Abraham memutar mobilnya.


Begitu mobil sampai pak Abraham turun dan membukakan pintu mobil untuk keduanya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan Amsterdam yang nampak makin indah bila malam hari.


Pak Abraham sedikit bercerita tentang keluarga nya, dua anak perempuan nya yang masih balita dan tentang tempat tinggal nya.


Sambil menyetir mobil itu mereka bercakap cakap ringan.


Meytta yang tadi menyempatkan membeli buah tangan yang ada di mini market gedung Kondominium merasa senang tak salah memiliki oleh oleh, karena ada anak kecil di keluarga pak Abraham.


Mobil berhenti di sebuah bangunan semacam apartemen, setelah memarkir mobil dengan di pandu pak Abraham mereka menaiki apartemen tersebut.


Karena apartemen pak Abraham tak terlalu tinggi hanya lantai tiga, mereka hanya lewati tangga, sebab lewat lift malahan lama antrinya.


Sampai di apartemen pak Abraham, Bimo dan Meytta sedikit kaget ternyata istri pak Abraham bukan orang Amsterdam(bule) tapi orang Indonesia seperti mereka.


"Selamat datang tuan muda dan nyonya muda..," sapa istri pak Abraham dengan sopan.


"Terima kasih nyonya Abraham," jawab Bimo dengan sopan pula.


"Panggil saja saya ibu Susi."


"Mari silahkan masuk ...," ajak nyonya Abraham yang bernama ibu Susi.


Mereka memasuki apartemen pak Abraham dan bu Susi.


Meytta menyerahkannya oleh oleh yang di bawanya.


"Waah...kok malah merepotkan,'' kata Bu Susi.


"Saya yang malah merepotkan," kata Meytta sopan.


Mereka berbincang di ruang tamu sebelum Bu Susi mengajak mereka ke ruang makan.


"Perkenalkan anak kembar kami Anne dan Anna," kata Bu Susi.


"Halo cantik..," sapa Meytta.


"Assalamualaikum..," sapa Anne dan Anna bersamaan.


Bimo dan Meytta malah saling berpandangan.


"Waalaikumssalam..," jawab Bimo dan Meytta.


Bu Susi tersenyum.


"Kami keluarga muslim," kata Bu Susi.


Pak Abraham menganggukan kepalanya.


"Ooh..," Bimo dan Meytta hanya terpaku.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau


* Aku Lebih Mencintaimu**

__ADS_1


__ADS_2