
Pesta Andre sudah selesai, bersama keluarga nya Andre berniat mencari rumah yang di hadiahkan untuk nya dari keluarga tuan Haryo.
"Ayo Neng ...," kata Andre kepada istrinya dan juga Mamak Sadur.
Sehari setelah pernikahan Andre menginap di rumah Rani, dia tidur di ruang tengah yang juga menjadi ruang tamu.
Semula mamak Sadur yang akan tidur di luar karena itu malam pertama bagi pasangan itu tapi tentu saja Andre menolaknya.
"Sebentar Bang..," sahut Rani dari dalam rumah padahal mamak Sadur ibunya malah sudah ada di luar rumah.
Andre masuk ke dalam lagi.
"Lagi ngapain sih sayang...?," kata Andre yang membuat Rani jadi tersipu.
"Apa sih Abang ini..aneh..manggil sayang, lagi bedakan nih... biar enggak pucat," sahut Rani lagi masih sambil mengoleskan bedak di wajahnya.
"Iya..ya..nanti di kirain pucat karena kurang tidur habis tempur... semalaman.," goda Andre lagi sambil cengengesan.
Rani hanya menjulurkan lidahnya mendengar godaan suaminya.
"Yuuk..!!."
Keduanya lalu keluar rumah menemui mamak Sadur yang lagi mengobrol dengan pak Tomo dan istrinya.
"Mau pada kemana nih..pengantin baru..?."
"Mau nemuin keluarga yang menginap di penginapan pak Tomo ," sahut Andre sedikit berbohong.
Pak Tomo dan istrinya kembali tersenyum melihat pengantin baru tersebut.
"Mari pak ....buk.. ," pamit Andre sopan.
"Ya...mas mari.. silahkan."
Mereka bertiga berjalan menuju ujung gang, yaitu jalan raya di mana mobil Andre di parkir di sana.
Sepanjang keluar dari gang tak lupa ketiganya menyapa para tetangga nya yang sudah membantu selama proses pernikahan kemaren.
"Kita ke penginapan dulu menghampiri Babe dan Emak serta adek adek ya..," kata Andre.
Rani hanya mengangguk.
Setelah memastikan Mamak Sadur memasuki mobil, Andre langsung masuk ke mobil di mana Rani sudah duduk di depan.
**
"Kapan Be..Andre mau jemput kita..?," kata Emak.
"Katanya sih sekitar jam sembilan," sahut Babe.
"Ya sudah..ini sudah jam delapan anak anak suruh bersiap..," kata Emak kepada Babe.
Babe pun keluar dari kamar penginapan dan menuju ke kamar anak anaknya.
Mereka memang menyewa dua kamar saja, satu untuk Emak dan Babe dan satu kamar untuk ketiga anaknya.
Saat Babe baru membuka pintu malah ketiga anaknya sudah bersiap di depan kamarnya.
"Lho..kalian malah sudah pada siap.."
__ADS_1
"Sudah Be..ni barusan bang Andre kasih kabar sudah berangkat dari rumah kak Rani..," sahut Nissa sambil menggoyangkan ponselnya.
"Ya udah..kita kunci saja kamar penginapan ini, dan kita nunggu di lobi..," kata Babe, lalu mengajak emak keluar dan mengunci kamar yang di tempati nya.
Sementara Nissa kembali ke kamar yang di tempati nya lalu mengunci nya.
Mereka berlima berjalan ke arah lobi penginapan tersebut dan menunggu di sana.
**
Mobil yang di naiki Andre dan Rani serta mamak Sadur sudah berada di jalanan.
Jarak dari Rumah mamak Sadur ke hotel hanya dua tiga kilo saja jadi memang tak membutuhkan waktu lama, bahkan Babe dan Emak serta adik adiknya cukup berjalan kaki dari balai desa tempat resepsi.
Andre menyewakan penginapan itu selama tiga hari untuk keluarga nya.
"Lah itu bang ..mereka..," kata Rani sambil menunjuk satu arah.
Andre memarkirkan mobilnya, lalu ketiganya turun dan menghampiri Emak dan Babe.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumssalam.."
Semuanya bersalaman setelah mengucap salam.
"Sudah pada siap Be..?."
"Iya..ni...ayook berangkat saja," ajak Babe.
Semua masuk ke mobil, adek adek di kursi belakang, Emak dan mamak Sadur serta Rani di tengah, sementara Babe di depan di samping Andre.
"Iya bang..bener.."
"Abang pelan pelan nanti biar kita yang baca gang nya," sahut adek adek yang juga ada di belakang.
Mobil melaju dengan pelan.
"Bang ...itu gang nya ..," teriak Rizal dari belakang.
"Oh..iya..bener..kamu Zal..," sahut Andre, lalu Andre memundurkan mobilnya dan memasuki gang tersebut.
"Waah..jalannya lumayan lebar..," kata Babe memandang jalan gang tersebut.
"Iya..Be...," sahut Andre.
"Ini nomernya bener enggak ya..?," kata Andre yang memandang rumah dua lantai tampak megah.
Mobil sudah berhenti di depan rumah tersebut dan kembali memandangi kunci serta alamat yang di tulisnya.
"Ayo keluar..," kata Andre mengajak seluruh keluarga turun dari mobil.
Andre mengeluarkan kunci dan mulai membuka gerbang.
"Ahh..pas.., bener berarti ," kata Andre lalu semuanya memasuki halaman rumah itu.
"Ini neng kunci rumahnya..Abang mau memasukkan mobil dulu.."
Andre berjalan keluar lagi setelah menyerahkan kunci rumah kepada istrinya.
__ADS_1
Andre lalu memasukkan mobilnya di halaman rumah itu.
"Bismillah..," ucap Rani pelan sambil memutar kunci pintu rumah tersebut.
Cekleek..
Pintu rumah yang cukup mewah itu terbuka semua membelalakkan matanya melihat isi rumah yang sudah komplit tersebut.
Ada tulisan besar di sebuah kertas untuk Andre dan Rani.
"Alhamdulillah..ya Allah ..," seru Babe.
"Semoga keluarga tuan Haryo selalu di limpahkan barokah," kata Babe lagi.
"Aamiin..," sahut semuanya.
Semua nampak senang dan bersyukur dengan pemberian keluarga tuan Haryo tersebut.
Total ada empat kamar tidur di rumah itu, dua di bawah dan dua di atas, selain itu ada ruang keluarga dapur dan masih ada beberapa ruang yang bisa di fungsikan sebagai mushola.
Babe dan emak tak henti hentinya geleng geleng kepala melihat kemewahan rumah yang kini menjadi milik anaknya tersebut.
Apalagi Mamak Sadur sudah tak bisa berkata apa-apa lagi selain hanya menyeka air matanya yang selalu saja terus mengalir.
Setelah semua puas melihat lihat mereka duduk di ruang tengah yang sudah tersedia TV.
"Bagaimana kalau kita semua menginap di sini..?," usul Andre.
"Nanti penginapannya biar Andre lunasi dan barang barang nya kita ambil," kata Andre lagi.
Semua mengangguk setuju.
"Tapi mamak enggak bawa baju ganti nak..?."
"Gampang Mak masalah itu," sahut Andre sambil tersenyum.
"Yeiii..," adik adik Andre bersorak kegirangan karena akan menginap di rumah Andre.
"Zal ikut Kaka ," ajak Andre kepada Rizal.
"Kami juga ikut Bang..," kata Nissa dan putri.
"Iya bang..sekalian kita belanja untuk masak hari ini, aku lihat peralatan sudah komplit kok," sahut Rani yang ada di samping nya.
"Ayuuk...ikut.., kalian nanti bantu kak Rani ya belanja, biar Abang dan Rizal menuju penginapan beresin di sana.."
"Iya Bang..siap," sahut dua adik perempuan nya itu.
**
Mobil Andre sudah kembali meluncur di jalanan.
Sampai di sebuah pasar Andre menurunkan istri dan kedua adiknya.
"Nanti Abang nunggu di sini jika duluan Abang yang datang, jika duluan kalian maka kalian harus nunggu di sini," kata Andre agar mereka tak saling mencari.
"Ya..Bang..," sahut Ketiganya sebelum turun dari mobil.
____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...