
Hari sudah agak siang, Meytta pun di antar pulang oleh Bimo ke rumahnya.
Karena hari itu hari libur jalanan lumayan agak lancar.
"Kita mau langsung pulang apa mau kemana dulu..?," tanya Bimo.
"Memangnya mas Bimo mau beli apa..?," tanya Meytta pelan.
"Enggak sih.., aku nawari kamu mungkin ada yang mau di beli untuk mama mertua," kata Bimo sambil tersenyum menggoda Meytta.
Meytta hanya senyum senyum saja, kemudian menggeleng.
Mobil masih melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah Meytta.
Sampai di depan rumah, satpam rumah sudah langsung membuka kan gerbang begitu mobil Bimo yang cukup mewah itu berhenti.
Rupanya para pekerja di sana sudah cukup familiar dengan mobil yang sering di pakai Bimo.
Begitu gerbang di buka, Bimo memajukan mobilnya dan berhenti di car port yang ada di sisi kanan rumah.
Meytta keluar dari mobil kemudian di susul Bimo yang masih membereskan sesuatu di dalam mobilnya.
Mereka berdua berjalan memasuki rumah dengan bergandengan tangan.
"Assalamualaikum," Meytta mengucapkan salam.
"Waalaikumssalam," bi Ijah yang membalas salam Meytta, karena sedang bersih bersih di sana.
"Eeh...non Meytta sudah pulang non..?," tanya bi Ijah begitu Meytta terlihat.
"Iya ..bi..," jawab Meytta sambil mengangguk.
"Mari masuk dulu Den Bimo..," kata bi Ijah mempersilahkan.
Bimo tersenyum mengangguk dan masuk ke ruang tamu.
"Duduk dulu mas...mau aku buatkan minuman apa..?," tanya Meytta kepada Bimo.
"Apa aja deh, pokonya yang dingin.. kayaknya seger," jawab Bimo sambil duduk di kursi yang ada di ruang tamu itu.
Meytta masuk ke dalam di iringi bi Ijah yang mengikuti dari belakang.
"Mama kok sepi...? bi...?," tanya Meytta, begitu tidak mendapati mama Qonita.
"Ibu lagi belanja di antar bapak..non," jawab bi Ijah.
"Ooh..., sudah dari pagi apa barusan bi..?," tanya Meytta sambil membuat kan minuman semacam coffe yang di kasih es kristal.
"Paling paling sebentar lagi pulang kok non, soalnya sudah dari pagi," kata bi Ijah, sambil menyiapkan bahan bahan masakan.
Meytta berjalan ke ruang tamu sambil membawakan minuman es Coffe dingin.
"Papa sama Mama lagi keluar, kata bi Ijah lagi belanja, mas Bimo.... enggak ada acara kemana mana kan..?," tanya Meytta, maksudnya agar Bimo tak pulang dulu dan ketemu mama dan papanya.
__ADS_1
"Enggak sayang.., kan kemaren niatnya mau ijin ke om sama tante di sini, tapi kamu udah di rumah jadi ijinnya pertelpon, jadi mas Bimo mau ketemu sama mama dan papa kamu sekarang."
"Ya...udah.., aku ganti baju dulu gerah..mau pakai baju rumahan," kata Meytta.
Bimo menganggukan kepala.
Tak terlalu lama terdengar suara mobil memasuki pekarangan.
Sesaat kemudian terdengar ucapan salam.
"Assalamualaikum," suara papa Adrian dan mama Qonita berbarengan sebelum masuk rumah.
"Waalaikumssalam," jawab Bimo yang ada di ruang tamu.
"Eh...nak Bimo sudah lama..?," Kata papa Adrian sambil menerima uluran tangan Bimo, dan Bimo pun mencium nya.
"Barusan kok Om, paling baru sepuluhan menit," jawab Bimo sambil menjabat tangan mama Qonita dan mencium hormat.
"Ya...udah duduk dulu, om tak ganti baju habis itu kita ngobrol, nak Bimo enggak tergesa gesa kan..?," kata om Adrian.
"Enggak kok Om,....sengaja Bimo nunggu Om, soalnya kemaren enggak sempat meminta ijin langsung," Jawa Bimo.
"Kalau begitu..nak Bimo makan siang di sini saja, Tante tak masak dulu ya..," kata mama Qonita bersemangat.
"Iya Tante..," jawab Bimo.
Meytta yang sudah mandi dan berganti dengan baju rumahan kembali ke ruang tamu.
Menggunakan kaos lengan panjang dan celana selutut nampak menghampiri Bimo.
"Iya..barusan sayang..," kata mama Qonita.
Setelah mencium tangan papa dan mama nya Meytta berjalan dan duduk menemani Bimo di ruang tamu.
Sedangkan papa Adrian masuk ke dalam rumah bersama mama Qonita.
"Mas Bimo mau nambah lagi minumnya..?," tanya Meytta begitu melihat minuman Bimo sudah habis.
"Enggak ...ah..nanti malah pipis terus," kata Bimo dengan asal.
"Ish..jorok..," Meytta memanyunkan bibirnya pura pura cemberut.
"Lah...kan bener....yang mas Bimo omongin," kata Bimo tertawa melihat wajah calon istrinya nampak lucu.
Mereka ngobrol sambil bercanda sampai papa Adrian datang setelah berganti pakaian.
"Aku bantu mama dulu ya mas..., mas Bimo pulangnya masih nanti nanti kan..? tanya Meytta.
"Kita makan siang bersama..," kata papa Adrian malahan yang menjawab.
Meyttapun meninggalkan para lelaki itu di ruang tamu dan berjalan ke dapur membantu mama dan bi Ijah di sana.
Setelah kepergian Meytta papa Adrian pun berbincang sedikit serius dengan Bimo masalah pekerjaan.
__ADS_1
"Om mau sharing masalah perusahaan yang om pimpin nak," kata papa Adrian.
"Apakah Masalah serangan Hacker di jaringan komputer perusaahan om Adrian..?," tanya Bimo.
Adrian mengangguk.
"Benar ..nak Bimo."
"Cuma untungnya saat ini tak seperti yang dulu, karena kini kan perusahaan Om masih dapat cipratan proyek dari perusahaan nak Bimo...jadi tidak sampai colap.
"Terus yang mau Om sharing kan masalah yang mana...?," tanya Bimo.
"Sampai saat ini....Om belum mampu mengatasi kerusakan jaringan komputer, jadi sangat merepotkan," kata om Adrian sambil menghembuskan nafasnya.
"maksud Om..?," Bimo masih bingung.
"Om mau minta bantuan nak Bimo mengatasi kerusakan di jaringan komputer di perusahaan kami," kata om Adrian.
"Bukankah itu sama saja dengan saya masuk terlalu dalam ke rahasia perusahaan om..," kata Bimo sedikit terkejut.
Papa Adrian tersenyum mendengar itu.
"Nak Bimo ... sebentar lagi kan nak Bimo jadi menantu om, dan nantinya perusahaan itu yang megang kan istri nak Bimo,yaitu Meytta."
"Sudah sewajarnya kan nak Bimo tahu yang sebenarnya tentang perusahaan itu, Om tidak ingin perusahaan itu tutup padahal menjadi gantungan hidup orang banyak," kata om Adrian lagi.
Bimo menganggukan kepalanya.
"Baiklah Om, besok akan aku periksa dengan tim dari perusahaan semoga bisa segera teratasi," kata Bimo berjanji menyelesaikan permasalah perusahaan calon mertuanya.
Mama Qonita yang datang ke ruang tamu bersama Meytta nampak sedikit terkejut melihat kedua lelaki itu masih berbincang dengan serius.
"Lagi ngebahas apa sih pah...serius amat..? ," tanya mama Qonita sambil duduk mendekat.
Mama dan Meytta duduk bergabung.
"Ini lagi bahas masalah perusahaan, papa mau minta tolong nak Bimo untuk membantu memperbaiki kerusakan di sistem komputer perusahaan kita mah."
"Toh nantinya perusahaan itu kamu juga yang pegang," kata papa Adrian sambil memandang Meytta.
"Maka sudah sepantasnya nak Bimo juga tahu permasalahan dan rahasia perusahaan itu," kata papa Adrian lagi.
Meytta mengangguk mendengar perkataan papanya.
"Kalau sudah bicaranya, kita makan siang ya pah," kata mama kembali sambil beranjak berdiri kembali.
Meytta masih di sana ikut mendengarkan pembicaraan antara papanya dengan calon suaminya.
__________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya....
Baca juga karya lainku
__ADS_1
*Sang Pengacau( silat )
* Aku lebih mencintaimu (romantis**)