
Papa Adrian dan mama Qonita sudah berpamitan sejak hari mendekati siang.
Sebenarnya papa Haryo dan mama Halimah sudah mencegahnya.
"Mbok ya..nginep di sini lagi to mas," kata papa Haryo.
"Mau lihat perusahaan dulu mas, besok besok lagi lah nginap di sini," kata papa Adrian kemudian.
Bimo sedang berbincang dengan Andre di ruang kerja yang ada di rumah.
Sehabis papa Adrian dan mama Qonita pulang Andre kemudian datang, sehingga Bimo bisa menemui dengan lebih santai.
Meytta masih berkutat dengan Bu Siti di dapur mempelajari masakan tradisional yang menurutnya sangat lezat, tak kalah sama makanan yang di makan di restoran Eropa dengan harga selangit.
Rencananya Meytta ingin memperbanyak varian menu di cafe D'JOSs nantinya.
Bahkan bila perlu dia ingin menggabungkan butik dan cafenya seperti yang di lihatnya di Eropa.
Drrt..drrt...
"Non .. telponnya bunyi..," kata Bu Siti kepada Meytta.
"Oh iyaa Bu....makasih soalnya enggak dengar karena bising mixser..," sahut Meytta sambil menyerahkan mixser nya kepada Bu Siti.
"Halo.. assalamualaikum..?." Meytta mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang telpon.
"Waalaikumssalam..beib.."
"Eeh.. Deborah...maaf aku enggak lihat layar ponselku..langsung aja ku angkat..."
"Kami sudah di depan gerbang..tapi di portal..," sahut Deborah lagi.
"Ok..kalian tunggu dulu nanti aku kesana," sahut Meytta sambil melepas celemek yang di pakai nya.
Ketiga teman Meytta masih nampak berada di depan gapura jalan pribadi menuju rumah utama yang ada penjaganya dan di portal.
"Rumahnya..yang mana sih..kok belum keliatan..? ," gerutu Shinta.
"Tau..katanya sih alamat nya sini," sahut Wulan yang juga nampak celingak-celinguk mencari keberadaan rumah yang kini di tinggali Meytta.
"Tenang teman teman..sebentar lagi Meytta mau kesini," kata Deborah.
Mereka masih kasak kusuk di sana hingga penjaga keamanan mendekatinya.
"Maaf...mbak-mbaknya ini mau kemana..?," tanya petugas keamanan gerbang gapura jalan pribadi tersebut.
"kami mencari rumah teman kami pak..?," tanya Shinta.
"Katanya sih rumah nya ada di jalan ini, tapi kok cuma taman aja yang tampak di sini pak ya," sahut Wulan.
"Maaf di sini memang tak ada rumah penduduk karena ini tanah pribadi menuju rumah utama tuan Haryo," kata penjaga tersebut.
"Ooh..eh..punya siapa pak...?," tanya ketiganya seakan tersadar.
"Tuan Haryo mbak.."
"Tuan Haryo ...bapaknya mas Bimo..kan pak..," tanya Wulan.
__ADS_1
"Lho..mbak mbaknya ini temannya Tuan Muda Bimo...?."
"Bukan pak..teman istrinya mas Bimo..," sahut Shinta.
"Oh..temannya Nona muda Meytta..?." kata penjaga itu lagi.
"Iya pak.."
"Kenapa mbaknya.. enggak bilang dari tadi...? mari mari..silahkan masuk ," kata penjaga tersebut sambil tergesa gesa membukanya portal di gapura jalan pribadi tersebut.
Belum juga ketiganya memasuki mobilnya ...untuk masuk ke gapura jalan pribadi, tampak Meytta menjemput dengan motor listrik yang biasa di pakai di lingkungan rumah utama tersebut.
"Haii...!!," teriak Meytta sambil melambaikan tangan ke arah ketiga temannya.
Kemudian ketiganya masuk Kembali ke mobilnya dan mengikuti motor listrik yang di naiki Meytta menyusuri jalanan pribadi menuju rumah mewah mertua Meytta.
Kembali mereka melewati gerbang dengan banyak penjaga, namun kini sudah merupakan gerbang rumah utama tersebut.
"Waaah...pantesan kita enggak lihat rumahnya, ternyata rumahnya masih masuk ke dalam dari jalan utama," gumam gumam pelan Shinta.
"Iyaa...wuiihh...itu rumah apa istana..?? Ck..ck..ck..," kata Wulan.
"Iyaa...pasti deh..makanannya nanti enak enak..," sahut Deborah yang berbadan bongsor sedikit..gendut.
"Ish..kamu ini...makanan..mulu," cibir Wulan menggoda.
"Eeh..jangan ngremehin makanan..sist...itu pokok lho..," Deborah masih bersikeras.
"Iya..iya..semoga kita di suguhi makanan yang enak enak..," sahut ketiganya sebelum tertawa bersama.
Mobil mereka sudah memasuki halaman rumah super mewah tersebut.
Kembali Shinta yang pegang setir memajukan mobilnya menuju garasi yang di arahkan pekerja di sana.
"Ck..ck..ck..ini garasi apa show room..," kata ketiganya melihat banyaknya mobil di sana.
Ketiga teman Meytta malah terbelalak melihat isi garasi mobil tuan Haryo.
"Sisters...sini..!!," teriak Meytta yang melihat ketiga temannya malah clingak clinguk melihat sekeliling garasi.
"Hehehe...masih lihat isi garasi mertuamu," kata Shinta pelan setelah menghampiri Meytta.
Meytta tersenyum saja mendengar perkataan teman teman nya.
"Iyaa..ni beib..banyak banget mobilnya," sahut Wulan.
Meytta kembali tersenyum..habis mau bilang apa...coba... emang kenyataan mobilnya banyak.
"Udah ah..kita masuk dulu..yuuk," ajak Meytta kepada ketiga temannya.
Mereka memasuki rumah utama yang super mewah tersebut..langsung menuju taman samping rumah yang biasa di jadikan tempat bersantai.
"Duduk dulu teman teman..," kata Meytta mempersilahkan teman teman nya duduk.
"Waah..kamu beruntung deh beib..jadi menantunya sultan..,"goda Shinta kepada Yolanda.
"Mas Bimo punya adik enggak sih..kenalin ke aku dong...biar kita jadi sodaraan," kata Wulan pura pura merengek.
__ADS_1
Meytta tersenyum, "anak tunggal kalee..." sahut Meytta kembali.
"Yaah..," kata Wulan pura pura sedih.
Mereka bercakap dan bergurau di taman samping rumah yang asri tersebut.
Hingga mama Halimah menghampiri mereka.
"Eeh..ada teman temanmu..to..," kata mama Halimah.
"Iya...ma.."
"Teman teman.. kalian udah tahu kan, ini mama mas Bimo..," kata Meytta memperkenalkan mama mertua nya.
"Selamat siang Tante..," sapa ketiga gadis itu.
"Iyaa selamat siang...., teman kuliah Meytta yaa.?."
"Iyaa..Tante.." balas ketiganya.
"Ya..sudah ..main main di sini dulu ya..nanti sekalian kita makan siang sama sama, Tante sudah masak banyak..hari ini.," kata mama Halimah sambil berpamitan masuk ke dalam rumah.
"Iya..tante..," kembali ketiganya menjawab mama Halimah.
Kembali mereka bercanda canda di taman itu.
Bu Siti datang sambil membawa minuman dan makanan kecil.
"Mari di minum dan di makan non.," kata Bu Siti sambil menghidangkan makanan dan minuman tersebut.
"Makasih Bu Siti..," kata Meytta.
"Makasih Bu..," sahut teman teman Meytta kepada Bu Siti.
Bu Siti tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil menata minuman dan makanan.
**
Di ruang kerjanya, di rumah utama Bimo sedang berbincang dengan Andre.
Sambil mendengarkan dan meneliti laporan tentang semua kegiatan perusahaan nya selama dia cuti, mereka juga berbincang tentang perkembangan kasus tuan Hartono.
"Bagaimana perkembangan kasus hukum Hartono..?," tanya Bimo.
"Sebentar lagi putusan pengadilan akan di bacakan, mungkin sekitar minggu minggu ini," jawab Andre.
"Kalau wisuda kita kapan sih, aku kok malah..jadi.. Blank."
"Hehehe...terang aja "blank" habis bulan madu kegiatan nya cuma itu..dan itu.. mulu," goda Andre sambil terkekeh-kekeh.
"Ish...kamu sok tahu ..," Bimo jadi malu..karena emang iya.
___________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
Baca juga karya lainku...
__ADS_1
*Sang Pengacau (silat)
* Aku Lebih Mencintaimu (roman**)