
Setelah beberapa saat Andre berhasil menghidupkan motor tersebut.
Motor masih di biarkan tegak dengan mesin hidup, Andre duduk di dekat motor itu sambil bernafas ngos-ngosan sehabis memancal kick starter yang sempat macet.
Meskipun nafas tersengal namun terpancar di wajahnya kepuasan bisa menolong orang yang kesusahan.
"Sudah motor nya dah idup lagi, bisa di lanjutkan perjalanan mu," kata Andre lagi.
Rani tersenyum melihat ketulusan Andre .
"Makasih banyak kalau tidak ada kamu entah bagaimana aku mengatasi masalah ini," kata Rani sambil tersenyum kecut.
"Udah santai aja lagian bukan hal yang berat bagi seorang lelaki melakukan itu.''
Mereka pun berjabat tangan kembali tanda akan berpisah, sebelumnya mereka bertukar nomor telepon dan berjanji untuk saling menghubungi.
Hari sudah mulai gelap Andre melajukan mobilnya kembali menuju kediaman orang tuanya, tak lupa sebelum sampai di rumah nya di sempat kan membeli sedikit oleh-oleh untuk keluarga nya .
Deru suara mobil mengagetkan semua yang ada di rumah sederhana itu, meskipun mereka hidup di kota besar namun kawasan pemukiman itu masih di daerah kumuh yang tidak terlalu tersentuh pembangunan jadi malah lebih jarang perumahan dan masih banyak tanah kosong.
Mobil berhenti di depan rumah Babe, sedikit agak ke samping supaya tidak menghalangi gerobak Babe bila ingin keluar masuk.
"Mobil siapa ya Be ?," tanya Emak sedikit bingung dan bertanya tanya.
"Tau Mak, selama ini belum ada mobil masuk sini," jawab Babe masih dengan santai.
"Mungkin mobil tetangga nitip parkir di sini Mak," kata Nissa sambil menyajikan kopi bikinannya di meja Babe.
__ADS_1
"Assalamualaikum,"
Sebuah suara yang tak asing bagi mereka mengucapkan salam.
"Waalaikumssalam," jawab semua yang ada di dalam rumah sambil sontak berdiri menuju ke arah beranda depan.
Andre yang masih beres beres barang bawaan dan oleh oleh tampak kerepotan membawa nya.
Semua memandang Andre dengan takjub
"Bang Andre..?," teriak Rizal kegirangan, lalu berlari menyambut Andre dan membawakan barang bawaan nya.
Nissa dan putri juga berlari menyambut membawakan bungkusan yang ada di tangan kanan dan kirinya Andre.
Emak dan Babe seakan tak percaya dengan pemandangan di depan matanya.
Mereka berpelukan seakan sudah bertahun tahun tak ketemu padahal hanya baru beberapa Minggu hampir dua bulan.
"Ndre emak sampai kaget tak percaya ini kamu," kata emak sambil matanya berkaca-kaca melihat perubahan anaknya.
Mungkin bagi orang lain ini sebuah hal biasa, namun bagi keluarga itu pulang dengan mengendarai mobil seumur umur tidak terbayangkan, bahkan untuk berhayalpun mustahil.
Semua anggota keluarga masuk ke rumah sederhana itu dengan hati membuncah.
Semua terlihat gembira dan bangga dengan pencapaian yang di dapat Andre.
*****
__ADS_1
Tuut...tuut...
Suara telepon Bimo terdengar dan bergetar di saku celana nya.
"Assalamualaikum , halo ma," jawab Bimo menerima panggilan dari mama nya.
"Alhamdulillah..sudah sampai bandara, sudah ada yang jemput belum ma?," kata Bimo lagi.
"Ya sudah sebentar lagi aku ke rumah ma," kata Bimo mengakhiri percakapan itu.
Rupanya kedua orang tua nya sudah pulang dari lawatan ke Eropa, dan sudah sampai di bandara kota tersebut.
Bimo berkemas berganti pakaian bersiap pulang ke rumahnya.
Sudah hampir tiga bulan kedua orang tuanya keluar negeri mengurus perusahaannya disana.
Bimo sangat senang dan sudah kangen kepada kedua orang tuanya tersebut.
Di ambilnya telepon genggamnya kembali, dia berniat ijin kepada Meytta untuk tidak ke cafe malam itu karena ada keperluan.
___________
Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya....
Baca juga karya lainku bergenre silat yang berjudul SANG PENGACAU..
Happy reading........
__ADS_1