Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
194. Lamaran Andre


__ADS_3

Pekan terakhir itu Bimo sengaja pulang awal, selain karena memang ada keperluan juga karena Andre besok ada acara.


Sampai di rumah Meytta masih menata beberapa pakaian di dalam tas yang akan di bawanya menginap di rumah mama Qonita.


"Assalamualaikum.." ucap Bimo memasuki kamarnya yang tak tertutup pintu nya


"Waalaikumssalam..," balas Meytta sambil menoleh ke arah suaminya sambil melipat beberapa pakaian nya


"Lho..kok sudah pulang mas..?."


"Iya... sengaja..biar Andre bisa bersiap untuk besok, soalnya aku suruh cuti dia nya enggak mau."


"Jadi ya aku buat aja kita pulang awal..,"sahut Bimo sambil mendekati istrinya lalu memeluk dan menciumnya.


"Ini masih kemas kemas..?."


"He'em.., biar besok langsung berangkat aja...," sahut Meytta sambil menggelayut manja di pelukan sang suami.


**


Sesudah sholat ashar di mushola rumah utama, keluarga tersebut duduk duduk bersantai di taman belakang rumah tersebut.


Di sana ada Gasebo dan lapangan tenis dan juga kolam renang.


Sambil menikmati suasana sore yang cerah itu keluarga itu berbincang.


"Untuk Andre sebaiknya kita kasih hadiah apa ya ..Pah..?," tanya Bimo.


"Ya..apa..ya..?, papa juga bingung terserah kamu saja .."


"Bagaimana kalau mobil..?,"kata mama Halimah memberi saran.


"Emm..jangan deh mah..soalnya kan dia udah pakai mobil kantor kemana pun..," sahut Bimo.


"Terus apa dong mas..?," tanya Meytta.


Bimo terdiam sejenak.


"Aku punya ide..bagaimana jika rumah ..Mah..Pah..?," kata Bimo sambil meminta saran papa dan mama nya.


"Rumah..?..boleh juga tuh..," kata Mama Halimah sambil tersenyum.


"Iya..papa rasa itu hadiah yang pantas untuk nya..," timpal papa Haryo.


"Memangnya mas Bimo sudah punya gambaran daerah mana nanti..?," tanya Meytta .


"Didekat lokasi kantor papa Adrian saja sayang.."


"Kan si Rani biar deket sama keluarganya juga pekerjaannya, biar Andre yang nanti pulang balik agak jauhan dikit gak masalah," sahut Bimo.


"Aku setuju mas...biar besok besok kalau aku udah megang di perusahaan papa, Rani bisa konsen bekerja," kata Meytta sambil tersenyum senang.


"Ya udah kalau gitu segera suruh orang buat cari rumah daerah sekitar sana," perintah papa Haryo.


Bimo pun mengangguk," nanti Bimo akan suruh saja Abah kumis yang rumahnya dekat Dojo buat nyari rumah di sekitar sana, kan kantor papa Adrian dekat Dojo milik Bimo pah."


"Terserah kamu... papa ikut aja ," sahut papa Haryo sambil menyeruput kopi nya.

__ADS_1


**


Di rumah Babe dan emak masih nampak sibuk dengan persiapan besok pagi.


"Kita berangkat nya jam berapa dari sini Ndre..?," tanya Babe.


"Jam setengah delapan Be.., takutnya macet di jalan...," sahut Andre yang masih membungkus beberapa barang hantaran.


"Sini Bang biar putri sama Nissa yang bungkus , Abang lihat aja..," seru adiknya tersebut.


Andre kemudian menyerahkan barang barang tersebut kepada adiknya.


"Mak..pesenan kue kue untuk besok sudah beres kan..?," tanya Andre.


"Iya..sudah beres, besok tinggal ambil saja," sahut emak.


"Memang nya cuma kue doang..?," apa emak tak buat makanan tradisional..kayak nagasari mumpung masih sore, kebetulan pisang yang Babe petik tiga hari yang lalu sudah pada matang."


"Boleh juga Mak.."


"Sebenarnya untuk makan siang Andre sudah pesen nasi kotak di tetangga sana, cuma kalau kita enggak bawa kue lagi kok ada yang kurang," sahut Andre yang tahu kondisi keluarga calon istri nya.


"Emang enggak pa pa ndre cuman nasi kotak dan kue kotak..," sahut emak sedikit khawatir pandangan tetangga.


"Yan.enggak pa pa lah..Mak..cuma lamaran aja kok.."


"Nanti uangnya buat besok kalau pas nikahan aja," sahut Andre.


"Emang mas Bimo enggak ngasih apa apa bang..?," tanya Nissa.


"Iya...kita sudah banyak di bantu keluarga mas Bimo..," kata Babe.


"Tapi besok mas Bimo datang kan Bang..?," tanya Rizal.


"Terus mau apa kamu..?," sahut Nissa.


"Paling minta uang..ih..malu malu in kamu Zal..," sahut Putri


"Alaa..Kaka putri dan kak Nissa juga senang waktu di kasih uang jajan sama mas Bimo dan mbak Meytta," kata Rizal malah ngeyel.


"Sudah ah..kalian ini malah mbahas kayak gituan..," sahut Babe.


"Iya besok mas Bimo dan mbak Meytta datang, bahkan tuan Haryo dan nyonya halimah juga berjanji datang," sahut Andre.


"Mereka memang keluarga yang hebat ," kata Babe yang di angguki oleh emak.


**


Pagi Hari di rumah Mamak sadur sudah sepi, semua malah sudah berkumpul di masjid "Baitul janah" sehabis subuh malahan.


Di masjid itu nantinya acara lamaran di langsungkan, tepatnya di Salasar Madjid Baitul janah.


Hal seperti ini sudah sering di lakukan karena sempitnya rumah rumah warga di sana.


Karena Mamak sadur seorang janda semua malah di bantu oleh warga sekitar nya dengan di koordinir oleh pak RT.


Tenda sudah di dirikan hanya ada berapa plong saja, karena tamunya tak banyak hanya keluarga Andre , dan keluarga tuan Haryo serta papa Adrian.

__ADS_1


dari pihak Rani juga hanya warga sekitar saja.


Kursi kursi sudah di tata menghadap salasar masjid, untuk menjadi saksi proses lamaran nantinya.


Sebelum jam delapan keluarga Andre sudah datang, lalu di sambut pak RT mewakili tuan rumah.


Tak berapa lama tiba Rombongan tuan Haryo, Bimo dan juga papa Adrian karena Rani sudah bekerja di PT KSAJ.


Mereka di sambut Babe dan Andre Juda pak RT.


Semua sudah duduk di kursi lalu menyaksikan prisesi acara lamaran tersebut.


Meskipun sederhana namun tak mengurangi ke sakralan acara tersebut.


Rani tak bisa menyembunyikan rasa senangnya dengan menangis terharu setelah resmi acara lamaran selesai, dan rencana pernikahan di langsungkan dalam waktu satu bulan kedepan.


Semua menikmati makanan kardusan tersebut tak terkecuali tuan Haryo dan mama Halimah juga papa Adrian dan mama Qonita.


Rani sudah berkumpul dengan Bimo dan Meytta serta Andre calon suaminya, mereka makan nasi kotak yang lumayan enak tersebut.


"Pesen di mana ni .., lumayan rasanya enak..," kata Meytta.


"Beneran Non..?," tanya Rani senang karena makanannya tak memalukan.


"Iya...enak..," sahut Bimo sambil mengunyah makanan nya.


"Pesen dari tetangga sini aja kok Non..," sahut Andre," biar enggak terlalu repot," katanya lagi.


"Tapi ini enak kok, kemasannya juga bagus.."


"Makasih non..," sahut Rani.


Acara sudah selesai, papa Haryo dan mama Halimah sudah pulang duluan bersama pengawalnya.


Masih ada satu mobil pengawal lagi yang nanti mengikuti Bimo ke rumah mertuanya.


"Putri..!., Nissa ..!, Rizal..!, sini..!," teriak Meytta kepada adik adik Andre.


Ketiganya mendekat.


"Ni ..buat jajan kalian..," sahut Meytta sambil memberikan amplop angpao warna dan gambar karakter lucu.


Ketiganya tersenyum senang.


"Makasih mbak Meytta mas Bimo," sahut ketiganya yang tak merubah panggilannya.


Meytta dan Bimo tersenyum menganggukan kepalanya.


_____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku....


* Sang Pengacau


* Aku Lebih Mencintaimu**

__ADS_1


__ADS_2