
Di lain tempat, nampak sebuah kegalauan terlihat di wajah wajah para jajaran direksi perusahaan itu.
Perusahaan itu sedang mengalami kemunduran, semua itu di sebab kan adanya tekanan dari perusahaan lain yang merupakan kompetitor nya.
perusahaan itu adalah PT KSAJ , semenjak Bimo keluar dari perusahaan itu, perlahan tapi pasti perusahaan itu mengalami kemunduran.
Adrian yang merupakan Direktur di tempat itu merasakan bahwa kemerosotan perusahaan itu agak aneh.
Seakan ada yang sengaja menjatuhkan semua peluang nya, strategi yang di terapkan selalu bisa di bajak dan di mentahkan oleh kompetitor.
"Aku merasakan kita sedang disabotase, semua peluang yang ada seakan di tutup dan semua rencana kita di gagalkan." kata pak Adrian suatu saat saat rapat direksi.
"Coba kamu cari tahu apa penyebabnya hingga perusahaan kita ini selalu mengalami kegagalan." kembali Ardian memerintahkan kepada salah seorang staf nya.
" baik pak kami akan menyelidiki apa penyebab dari kemerosotan ini, karena saya juga yakin pak kalau kita sedang di sabotase," kata seorang staf direksi lainnya.
Semua jajaran direksi yang sedang mengadakan rapat itu, masih nampak khawatir apalagi melihat saham mereka makin hari juga makin turun.
Sementara itu di sebuah perusahaan lain
terlihat seseorang sedang mengawasi pergerakan saham dari layar komputer jinjingnya.
__ADS_1
Dia tampak tersenyum senang melihat fluktuasi angka angka di depan monitor itu.
"Akhirnya aku akan menghancurkan perusahaan mu, rasakan akibatnya bila kau berani bermain main dengan ku," Orang tersebut terlihat sangat senang.
******
Beberapa hari ini hati Meytta sangat gembira, dia sudah mendapat kepastian tentang hubungan nya dengan Bimo.
Meskipun Bimo bukan termasuk pria romantis yang suka mengobral janji dan gombalan, namun perhatian dari Bimo sudah cukup membuktikan betapa sayang dan cintanya Bimo kepadanya.
"Halo.." Meytta nampak menerima sebuah telepon.
''Iya sayang .. tidak apa-apa ,di sini sudah cukup kok tenaganya," kata Meytta.
Nampaknya Bimo meminta ijin tidak datang ke cafe karena ada suatu pertemuan di perusahaan nya.
Selama ini Bimo masuk ke kantor tidak setiap hari, dia hanya datang dua hari sekali untuk menandatangani surat-surat penting, itu juga masih sebagian di handle oleh Om Satya asisten dari ayahnya.
"Makasih sayang, atas pengertiannya," jawab Bimo dari seberang.
"Iya sayang..hati hati di jalan..bye,"
__ADS_1
'Bye..sayang...
Hari hari Bimo memang sangat sibuk, tapi baginya itu bukanlah suatu masalah yang berarti.
Pagi kuliah, bila ada waktu datang ke perusahaan malam masih ke cafe, bahkan Minggu pagi masih ke Dojo.
Ya meskipun seminggu sekali ke Dojo tapi bagi semua anggota Dojo itu, Bimo merupakan anggota inti, apalagi sejak memenangkan pertandingan tersebut.
Semua hadiah uang yang jika di total sejumlah Rp 50 jt itu semua di serahkan ke Dojo.
Bang Fachri dan bang Anton yang merupakan pengelola sudah melarang nya, setahu mereka Bimo anak kos kosan sehingga uang itu juga berhak di nikmati nya.
Tapi bagi Bimo uang tersebut hanyalah remahan saja, karena uang dari kartu kredit nya tak akan habis sampai beberapa anak turunnya, tapi Bimo masih tetap seperti yang dulu.Masih tetap balik ke kos kosan.
Malam itu Bimo bertemu dengan klien dari luar negeri untuk membicarakan kerjasama mereka. Sehingga dia tidak bisa datang ke cafe D'JOSs menemani teman temannya.
_________
**Selamat membaca jangan lupa like, vote dan koment-nya
Happy reading**....
__ADS_1