Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
33. Asisten Pribadi


__ADS_3

Keesokan harinya Bimo berangkat ke kantor sebagai CEO, dengan mengendarai mobil mewah berharga milyaran dan pakaian berharga juta jutaan beserta aksesorisnya yang tak kalah mahal seperti sepatu, jam tangan dan lainnya.


"Pagi pak Bimo," Sapa resepsionis depan melihat CEO muda tersebut.


Bimo tersenyum dan mengangguk sambil berjalan menuju ruang kerjanya di lantai 6 gedung tersebut.


"Pagi om Satya..," sapa Bimo kepada pria paruh baya itu.


"Pagi Bimo,'' sapa om Satya.


Om Satya adalah sahabat pak Haryo yang juga asisten kepercayaan.


Bagi keluarga Haryo Perwira Atmaja peran Om Satya sangat penting, dialah tangan kanan tuan Haryo.


Semua permasalahan harus melewati beliau, Bimo pun menganggap om Satya sebagai orang tua sendiri.


"Tumben pagi pagi sudah ada di kantor nak ?," tanya om Satya.


"Iya nih Om, ada sesuatu yang harus aku ketahui," kata Bimo.


"Tentang apa itu, kalau Om boleh tahu."


"Makanya aku ke sini pagi pagi karena ingin membicarakan hal ini dengan om Satya."


"Masalah apa coba om akan mendengarkan, mungkin om bisa memecahkan nya," kata om Satya kembali.

__ADS_1


Bimo kemudian menceritakan tentang PT KSAJ sesuai yang di ceritakan Meytta kepada nya.


"Baiklah Om sudah mendengar semua yang kau ceritakan dan Om akan menyelidiki nya melalui orang orang yang Om percaya."


"Terima kasih om Satya, saya merasa tenang bila ada om di sini," kata Bimo.


" Oh...ya nak , om ingin juga berbicara serius kepadamu," om Satya tiba tiba dengan lebih serius.


"Masalah apa lagi om ..?" kata Bimo terkejut melihat muka om Satya.


"Om Satya sudah tua nak, tidak selamanya Om dan papamu membantu semua urusan kantor dan pekerjaanmu, kami butuh istirahat dan pensiun.


Sudah saat nya kamu memiliki orang kepercayaanmu sendiri, seperti om dan papa mu, kami memiliki chemistry yang kuat.


Pilihlah orang yang betul-betul bisa bekerja dengan baik, jujur dan rela berkorban untuk kepentingan perusahaan kita.


Kata kata Om Satya menyadarkan Bimo pentingnya seorang asisten yang akan membantu semua keperluan nya.


"Baiklah Om, terima kasih sudah mengingatkan Bimo bagaimana sistem cara kerja pemimpin perusahaan," kata Bimo kepada Om Satya.


Ya Pemimpin perusahaan tidak bisa selalu menangani pekerjaan sendiri, harus ada yang membantu menjalankan pekerjaan nya.


Hari sudah siang dan berkas yang harus di tanda tangani Bimo sudah selesai, Bimo berniat untuk pulang.


"Semua berkas sudah ku tanda tangani Om, apakah aku sudah bisa pulang?," Kata Bimo sambil memandang jam tangannya.

__ADS_1


"Ya pulanglah nak, carilah seseorang yang bisa kau percaya untuk menjadi asisten mu biar nanti om Satya mengajarinya tentang pekerjaan nya."


"Masalah yang kamu tadi cerita, om akan menyelidiki nya dulu ok,'' kembali om Satya berkata sambil tersenyum.


*******


Selama di perjalanan Bimo terngiang ngiang dengan usulan om Satya soal asisten baginya.


"Aku memang butuh seseorang yang tahu kondisi ku , yang pintar juga memiliki kesetiaan, Siapa orang tersebut ya kira kira,'' dalam hati Bimo berkata.


Setelah sampai rumah mewahnya Bimo menemui pak Joko dan Bu Siti .


"Assalamualaikum.. Bu Siti," sapa Bimo sewaktu berjalan ke arah dapur.


"Eeh mas Bimo ... Waalaikumssalam," buru buru Bu Siti menjawab salam Bimo.


"Kapan kira-kira mama dan papa pulang dari Eropa ya Bu..?," tanya Bimo.


"Kalau tidak salah dua Minggu lagi mas, tumben nanyain nyonya besar."


"Aku mau mengenal kan temanku ,'' kata Bimo sambil tersenyum.


"Waah ..calon mantu to..," teriak Bu Siti gembira.


_____________

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...


Happy reading....


__ADS_2