Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
166. Periksa ke dokter Kandungan


__ADS_3

Sehabis sholat ashar semua sudah berdandan berganti pakaian karena akan ikut memeriksakan kehamilan Meytta.


"Sayang..aku pakai baju yang mana..?," tanya Meytta.


Bimo terkekeh mendengar pertanyaan istrinya.


Di dekati dan di peluknya istrinya.


"Ada apa..?, tumben tanya pakaian sama mas Bimo.. kan kamu yang orang fesyen..," sahut Bimo yang tahu istrinya pasti nerves karena akan di periksa.


"Pakai aja pakaian yang menurutmu nyaman.. seperti biasa saja," kata Bimo kembali.


Meytta berjalan di lemari pakaian dan mengambil beberapa pakaiannya .


"Yang ini...apa yang ini..mas..?," tanya Meytta memperlihatkan dua gaun yang berbeda.


"Yang itu saja sayang, biar gampang saat nanti di periksa," kata Bimo pelan.


Meytta menganggukan kepalanya menurut apa yang suaminya sarankan.


Kemudian Meytta berganti pakaian di sana, Bimo hanya memandang istrinya yang kini sudah tak malu lagi melepas pakaian di depannya.


"Mas...bantuin aku naikan resleting nya," kata Meytta manja kepadanya.


"Sini mendekat..," kata Bimo.


"Cepetan mas..," kata Meytta, sambil kegelian karena Bimo malah memeluknya dan menciumi punggung istrinya yang masih sedikit terbuka.


"He..he..he..mas Bimo malah jadi mupeng sendiri," kata Bimo sambil tersenyum smirk kepada istrinya.


Begitu sudah di benarkan resleting bajunya, Meytta berbalik menghadap Bimo.


"Sabaar yaaa...entar malam.."


Cup..


Kata Meytta sambil mengecup pipi suaminya.


Bimo langsung meleleh bila sudah seperti itu.


"Udaah yuuk...mas.., nanti mama sama papa malah yang nungguin kita," sungut Meytta yang melihat suaminya malas senyum senyum gak jelas.


**


Dikamar bawah, papa Adrian dan mama Qonita masih berganti pakaian.


Papa Adrian nampak senang sekali mau mengantar anaknya periksa kehamilannya.


"Maa....mama..semoga nanti anaknya laki laki yang mah..," kata papa Adrian sambil memanggil manggil mama Qonita yang masih berhias.


"Ish..papa..ini, saat sekarang kita baru mau memastikan hamil apa enggak ..si Meytta, malah minta cucu laki laki..," sahut mama Qonita sambil tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang nampak kegirangan.


"Yaa..udah.. pokonya Meytta beneran hamil mau laki atau perempuan yang penting sehat dan jadi anak yang sholeh atau sholehah dan berbakti kepada orang tuanya," kata papa Adrian akhirnya.


"Aamiin," sahut mama mengamini doa sang suami.


"Ayuuk Pa...mama sudah selesai dandanya," kata mama qonita sambil mengajak papa keluar kamar.

__ADS_1


**


Papa dan mama keluar kamar seiring dengan Bimo yang menggandeng istrinya.


"Kalian sudah siap..?," tanya mama Qonita.


"Sudah ma...," sahut Bimo.


"Aduuh..mas.. tas ku ketinggalan di kasur..," kata Meytta begitu sudah sampai anak tangga terakhir.


"Issh..sayang tumben banget kamu..," kata Bimo sambil berlari naik kembali mengambil tasnya.


Begitu sampai di ruang tamu, terlihat di depan nampak mobil papa Adrian sudah di siapkan.


"Lho kita mau pakai mobil yang mana..Pa..?," tanya Bimo.


"Pakai satu mobil saja..enggak usah pakai sopir, biar mas Bimo yang pegang setir," sahut Meytta.


"Begitu ya mas..?," tanya papa Adrian kepada Bimo.


"Iya..Pa.., sambil nanti kita muter muter jalan jalan di sekitar sini, Meytta pingin makan yang seger seger," sahut Meytta yang malah menjawab nya.


Papa Adrian memandang Bimo meminta kepastian.


Bimo mengangguk tanda setuju.


"Baiklah..," sahut papa Adrian kemudian keluar untuk meminta pak sopir mengembalikan mobil di garasi kembali.


"Pak Dar...kita mau pakai satu mobil saja, pakai mobil mas Bimo."


"Pak Darmadi tunggu rumah dan jagain rumah sama pak satpam," sahut papa Adrian kepada pak Darmadi supir keluarga tersebut.


Bimo mengambil mobil yang ada di car port di sebelah garasi, kemudian menghampiri papa mama mertuanya dan istrinya.


Setelah semua naik Bimo melajukan mobilnya dengan santai.


"Alamatnya di daerah x ," kata mama menyebut nama sebuah daerah mengarahkan menantunya.


"Ya..mah..," sahut Bimo sambil menyetir mobil nya.


Mobil mewah itu melaju dengan tenang menuju arah yang di tunjukkan mama Qonita.


**


Tak sampai satu jam mobil sudah sampai di tempat yang di maksud.


Sebuah rumah yang juga di jadikan tempat praktek untuk dokter tersebut.


Di rumah yang lumayan mewah itu sudah nampak antrian di bagian kursi kursi tunggu para pasiennya.


Mobil mewah Bimo memasuki halaman parkir di rumah tersebut.


Mama Qonita yang ternyata sudah biasa ke sana langsung masuk dari pintu ruang tamu yang ada di tengah, sedangkan ruang praktek ada di sebelah kanan rumah itu di depannya kursi kursi yang sudah penuh pasien mengantri.


"Assalamualaikum...," mama mengucap salam sementara Papa Adrian, Bimo dan Meytta duduk di beranda depan ruang tamu.


"Waalaikumssalam..," sahut bibi pembantu yang menyambut mama.

__ADS_1


"Eeh..Nyonya Qonita..mari nyonya...silahkan masuk saja, Bu dokter tadi sudah berpesan, kalau nyonya datang langsung masuk nunggu di ruang tamu," kata pembantu tersebut.


"Ayo..pah masuk..ke dalam," ajak mama Qonita kepada suaminya dan anak serta menantunya.


Mereka masuk ke dalam ruang tamu dan menunggu di sana.


Tak berapa lama wanita yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu datang menemui tamu nya.


"Eeh.. Qonita..maaf ya..nunggu baru mau siap siap buka praktek," kata dokter Hamidah.


"Iya.. enggak pa pa Ham.., kita juga baru saja kok," kata mama Qonita sambil cipika cipiki.


"Maaf kami menggangu jeng..," kata papa Adrian kepada dokter Hamidah.


"Santai aja mas Adrian...kayak sama siapa saja," sahut dokter Hamidah.


"Mana mas Rudi..? kok sepi..?," tanya papa Adrian.


"Baru ada operasi mendadak..mas," kata dokter Hamidah.


Dokter Hamidah dan dokter Rudi adalah pasangan suami istri yang berprofesi sama yaitu sama sama dokter.


Cuma dokter Hamidah dakter obsgyn dan dokter Rudi dokter bedah ortopedi.


Bimo dan Meytta pun bersalaman dengan dokter Hamidah setelah papa Adrian juga tadi bersalaman.


"Mau periksa sekarang apa mau ngobrol dulu..?," tanya dokter Hamidah kepada Meytta.


"Sekarang aja tante..kalau ngobrol lama takutnya ganggu tugas tante..," kata Meytta yang tahu kesibukan sang dokter.


"Besok kalau mau kesini pas hari minggu nanti tante pas libur jadi kita bisa ngobrol panjang ," pesan dokter Hamidah lagi sambil tersenyum ramah.


"Iya..Tante..," sahut Meytta.


Mereka berempat mengikuti dokter Hamidah menuju ke tempat ruang praktek nya lewat dalam rumah, karena memang prakteknya belum buka.


"Ayuk.. Meytta naik ke sini," kata dokter Hamidah mengarah kan Meytta ke tempat tidur periksa.


Kemudian dokter Hamidah mulai memeriksa dengan alat USG.


"Sambil saya bertanya boleh kan dok," kata Bimo yang mendampingi istrinya di dalam ruang periksa bertanya.


"Oh..boleh...silahkan mas," kata dokter Hamidah yang tahu siapa Bimo, karena dokter Hamidah juga menghadiri pernikahan mewah Meytta dengan sang sultan muda tersebut.


"Kami kan belum sebulan, tepat nya sebulan kurang sehari apakah mungkin hamil dok..?," tanya Bimo yang kian penasaran.


Dokter Hamidah tersenyum.


"Ya..mungkin saja lah mas... seandainya pembuahan terjadi saat masa subur dalam dua mingguan sudah terlihat tanda tanda kehamilan itu, meskipun masih samar samar," jelas dokter yang bisa di bilang senior itu.


"Yaa..semoga saja istri saya hamil dok," kata Bimo sambil tersenyum dan mengelus rambut Istrinya, karena Bimo ikut duduk di tempat tidur pasien.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....


Baca juga karya lainku

__ADS_1


* Sang Pengacau


* Aku Lebih Mencintaimu**


__ADS_2