
Bimo sudah kembali menyetir mobilnya membelah jalanan, setelah keluar dari Dojo.
Pikirannya kembali ke percakapan saat di Dojo.
Dari hasil pebincangan sekilas tadi rencana ke depannya nanti Dojo akan di kembangkan ke arah lebih profesional lagi.
Bukan hanya sekedar perkumpulan bela diri, tapi organisasi bela diri dengan badan hukum, nantinya akan di usaha kan agar tempat tersebut bisa menjadi sebuah tempat pelatihan yang nantinya bisa melahirkan atlit atlit tingkat nasional bahkan internasional.
Bang Fachri dan bang Anton sangat senang sekali mendengar gagasan dari Bimo yang kini di struktur organisasi itu sebagai pemilik dan pembina Dojo.
Meskipun hanya sekilas tadi bang Fachri sempat memperlihatkan pembukuan dari Dojo selama beberapa bulan terakhir.
Dari hasil kegiatan Dojo tersebut sudah tersimpan kas Dojo hingga puluhan juta rupiah.
Bimo hanya tersenyum dan mengangguk melihat pembukuan yang sangat tertib tersebut.
Kembali Bimo masih fokus melihat jalanan karena sore itu kendaraan sangat padat.
"Mas..mampir bentar di tempat penjual odading ya..apa terang bulan, mau beliin anak anak jajanan," kata Meytta.
Bimo mengangguk, meskipun di cafe juga ada makanan namun kalau tiap hari yang di hadapi itu itu terus...kan juga bosan.
"Tempat martabak aja ya sayang..di odading ramai tuuh..parkirnya susah," sahut Bimo.
"Iya..deh..," sahut Meytta menyetujui usulan suami.
"Naah ini kan pas..," sahut Bimo sambil memarkirkan mobilnya di tempat yang dirasa cocok.
Keduanya berjalan ke tempat penjual martabak.
"Bang...martabaknya ..dua manis dan dua gurih," pesan Bimo.
"Siap bos..," sahut bapak penjual martabak yang rada somplak.
Bimo hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kocak bapak itu, saat melayani pembeli.
Melihat kelucuan tersebut menimbulkan berbagai reaksi ada yang terhibur bahkan mengambil gambar video nya, namun ada juga yang biasa biasa aja.
Bimo dan Meytta duduk di kursi yang di sediakan di sana sambil sedikit mengobrol.
"Bos..pesanan sudah jadi...," kata bapak penjual martabak, sambil mengangsurkan pesanan kepada Bimo.
Bimo menyerahkan dua lembar uang kertas warna merah dan menunggu kembaliannya.
"Kembaliannya bos.."
"Makasih pak Ya..," balas Bimo sambil menggandeng istrinya meninggalkan tempat tersebut menuju ke tempat parkiran mobilnya.
Sepasang mata cantik mengawasi kedua orang tersebut.
"Bimo..!!."
Panggil gadis itu yang tak lain adalah Arlita yang juga tengah membeli sesuatu di tempat itu.
Mendengar ada seorang perempuan memanggil suaminya, dada Meytta langsung sedikit berdesir.
__ADS_1
"Sudah pulang dari bulan madu rupanya kalian..?," sapa Arlita sambil mendekat ke arah keduanya.
"Bagaimana..?, apakah pelayanan istri mu cukup memuaskan..?," goda Arlita di depan Bimo mencoba mengusap lengan Bimo.
"Hei..jangan sentuh sentuh suamiku..!," tariak Meytta dengan galak.
Bimo mengangkat tangannya menghindari sentuhan gadis itu.
"Suami..?, kau yang telah merebutnya dariku..," seru Arlita sedikit sinis.
"Aku yang mengenalnya lebih dulu, kau yang malah kini jadi istri nya..harusnya aku.. istrinya," seru Arlita lagi yang mulai tak bisa menguasai diri mencoba memeluk Bimo.
"Arlita...jangan kelewatan kau..!!," seru Bimo.
"Kita tak pernah ada hubungan apapun, bukankah kau juga sudah punya lelaki yang kau sebut kekasihmu itu...," kembali Bimo berkata.
"Aku tak pernah bisa menyukainya seperti aku menyukaimu..," teriak Arlita yang mulai histeris.
Bimo hanya mendengus memeluk istrinya dan mencoba meninggalkan tempat tersebut yang kini menjadi sangat ramai.
Sontak peristiwa tersebut jadi bahan tontonan, orang orang mengerubungi mereka bertiga, bahkan orang yang mengambil video penjual martabak beralih memvideokan peristiwa pertengkaran itu... dan di posting dengan judul "suami bingung punya istri dua".
Ada juga yang memvideokan memposting dengan judul "pilih istri apa selingkuhan". Hadeeeh..runyam.
Bimo masih menggandeng tangan istrinya yang kini jadi pendiam.
Memasuki mobilnya dan melajukan nya menuju ke arah Cafe D'JOSs.
"Sayaang..," kata Bimo sambil mengusap dan membelai rambut Istrinya.
Meytta mengangguk menoleh ke arah suaminya.
"Tapi aku khawatir lama lama wanita ular itu makin berani dalam menganggu mas Bimo, terus mas Bimo tergoda," sahut Meytta.
"Heeh..pandang mas Bimo," kata Bimo sambil menepikan mobilnya dan berhenti.
Meytta menoleh ke arah mata Bimo dan menatap kesungguhan yang ada di sana.
"Bukankah dari dulu mas Bimo tak pernah tergoda pada Arlita.. apalagi sekarang."
"Kita akan punya baby..mana mungkin mas Bimo tergoda perempuan lain," kata Bimo meyakinkan istrinya.
Meytta hanya mengangguk..namun masih ada keraguan di sana.
"Aku khawatir..nanti perut aku makin buncit mas Bimo melirik gadis lain," sungut Meytta mengungkap kan keraguannya.
Bimo tertawa..mendengar kekhawatiran itu.
"Sayang..bagi seorang suami melihat istrinya yang perutnya buncit karena mengandung anaknya itu sebuah pemandangan..yang paling indah dalam hidupnya...begitupun mas Bimo.."
"Udah..deh...gak usah pikirin yang macam macam, Ok..?," kata Bimo.
Meytta mengangguk, kemudian Bimo tersenyum dan memeluk nya.
Kemudian kembali Bimo melajukan mobil menuju Cafe D'JOSs.
__ADS_1
*
Sampai di cafe D'JOSs mereka di sambut antusias oleh para pegawai Meytta.
Sesaat Kesedihan Meytta menghilang karena sifat ceria anak buahnya yang kesenangan melihat kedatangan mereka berdua.
Bagai anak ayam yang sudah di tinggal induknya dan kini si induk balik ke sarang.
"Ni..makanan di makan bareng bareng," sahut Meytta.
"Makasih mbak Meytta..bos Bimo..," sahut teman teman Cafe.
Keduanya hanya tersenyum.
"Dimakan itu tadi belinya butuh perjuangan..," kata Bimo.
"Lho..kok bisa bos..?," tanya Iwan.
"Antri ya Bos..?," sahut Dodi sambil mengambil makanan itu.
"Bukan...begitu..belinya sih lancar jaya..cuma pas mau balik ada ulat bulu," seru Meytta yang masih sedikit jengkel.
"Ulaat...buluuu..??," seru Ruri dan Ani keheranan dan saling pandang.
"Iyaa..gadis yang pernah bikin ulah disini dulu itu masih ngejar ngejar..suami aku," kembali Meytta berkata.
"Ooh...si nenek lampir dan si kakek burik itu," seru Iwan yang juga ikut jengkel karena dulu ketendang perutnya.
"He'em..," sahut Meytta sambil berjalan ke kantornya di ikuti si Ruri yang mau memeriksa laporan pembukuan.
Bimo hanya geleng geleng kepala menanggapi istrinya yang kini over posesif.
"Mau buatin minum apa nih bos..mumpung pelanggan belum banyak," kata Dodi menawarkan.
"Coffe late dingin aja ya seperti biasa buatanmu yang mantap itu..," sahut Bimo sambil tersenyum.
"Siap bos..," sahut Dodi sambil tersenyum balik.
"Bos..bos..Lihat nih..di video viral..!," seru Ani tiba -tiba.
"Apaan sih..?," sahut Bimo dengan kaget.
"Ini lho...bos..berita kejadian bos barusan sudah masuk di video viral," sahut Ani lagi.
Bimo melihat sekilas yang di tunjukkan Ani.
"Hadeeeh... Cck..kurang kerjaan ni orang yang unggah ni video," gumam Bimo pelan.
____________
**Selamat membaca..jangan lupa tinggalkan jejaknya..
Baca juga karya lainku
* Sang Pengacau
__ADS_1
* Aku Lebih Mencintaimu**