
Bimo semakin sibuk saja, pagi kuliah siang sampai sore kerja part time di perusahaan properti ,Malamnya baru ke cafe.
Sebelum menerima tawaran kerja part time di perusahaan pemasaran properti, Bimo minta ijin dulu kepada Meytta, cuma ia tidak bilang bekerja di lain tempat , ia hanya beralasan pengen istirahat habis kuliah baru habis Maghrib mulai kerja di cafe.
"Mey..aku mau ngomong sama kamu masalah pekerjaan",kata Bimo suatu ketika.
''Emang kenapa ..?kamu gak betah ya kerja disini..?atau gajinya kurang?? atau..bla..?bla..?bla..? tampak kekhawatiran di muka Meytta waktu Bimo membicarakan masalah pekerjaan.
" Enggak ..sih ,bukan masalah itu semua,aku cuma mau minta ijin masuk kerja habis Maghrib ,soalnya pingin istirahat dulu setelah pulang kuliah." jawab Bimo.
"Oh..gitu...", sambil mengelus dada Meytta tersenyum lega.
Jujur dalam hati Meytta takut Bimo keluar dari pekerjaannya, karena itu berarti mereka tidak bisa bersama terus seperti sekarang.
Hari-hari Bimo makin sibuk saja ,entah bagaimana perusahaan besar itu bisa menemukannya dan menawari pekerjaan itu.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang properti ,jaringannya yang luas dan omzetnya trilyunan,membuat perusahaan itu menjadi salah satu yang terbesar.
"Wah ..dah satu bulan nih..saatnya membuat laporan bulanan", dalam hati Bimo berkata.
Keesokan harinya dengan membawa berkas laporan Bimo menuju kantor pusatnya.
"Selamat siang mbak ..saya mau ketemu dengan bapak Adrian ",kata Bimo saat melewati ruang resepsionis di kantor itu.
Bimo memang baru pertama datang ke kantor pusat itu karena biasanya kantor nya di kantor cabang.
"Dari mana ya mas? sudah buat janji belum?balik tanya mbak-mbak nya, sambil menatap tajam cowok ganteng dan tampan di depan nya.
__ADS_1
"Ooh..sudah mbak ,saya dari kantor cabang kebetulan saya orang baru , baru satu bulan kerja mbak ", jawab Bimo sambil tersenyum manis yang membuat mbak-mbak nya tambah klepek-klepek.
"Ok kalau gitu..mas naik aja lift di depan, nanti kantornya di lantai enam , keluar dari lift belok kanan dikit lalu lurus aja ,dah nanti ada tulisan kantor nya pak Adrian", jawab mbak-mbak nya berdua sambil berebutan menjawab pertanyaan Bimo.
"Duuh tampan banget mas nya ini' batin kedua gadis itu.
Setelah mengucapkan terimakasih Bimo bergegas menuju lift yang di maksud.
Baru akan berjalan tiga langkah mbak-mbak nya memanggilnya.
"Eeh..mas..mas..tunggu".
Bimo berhenti dan kembali lagi menuju meja counter resepsionis tersebut.
"Ada apa ya mbak ..." jawab Bimo tersenyum ramah.
" Boleh kenalan doong....",sahut gadis-gadis itu kepada Bimo.
",Bimo....."
Mereka berebutan menyalami tangan Bimo
"Aku suci.....
"Aku Desiana bisa di panggil Desi..",jawab gadis satunya dengan lebih genit.
Tangan Bimo terus digenggam oleh gadis yang bernama Desi tersebut cukup lama, hingga akhirnya Desi di cubit oleh Suci temannya.
__ADS_1
"Auuh...Sakit ...tahu....!! jerit Desi.
"Habisnya salaman kok lengket kayak ada lem-nya ", balas Suci sengit.
Bimo hanya mengangguk kemudian pamit berjalan menuju lift .
Seperti petunjuk tadi keluar dari lift langsung belok kanan dan benar disana ada ruangan yang bertulis nama Adrian.
di depan ruangan itu ada meja yang diduduki seorang gadis ,kayaknya sekertaris pak Adrian.
"maaf mbak saya ingin bertemu bapak Adrian apa ada ?
"Dari mana ya mas jawab gadis itu tersenyum ramah.
"Saya dari kantor cabang yang akan melaporkan kegiatan bulan ,seperti yang di minta kantong kantor pusat", Kata Bimo
"Oh ..gitu ya mas sebentar ya, " kemudian gadis itu menelfon ruangan direksi.
"Mari mas ikut saya ",kata gadis tersebut sambil berdiri dari kursinya.
Tok...tok...tok...
Gadis sekertaris tersebut mengetuk pintu yang ada tulisan Ruang Direktur.
___________
**Terima kasih sudah mampir ke karya Aku, jangan lupa kasih like vote dan koment-nya.
__ADS_1
karena dengan like,vote dan koment membuat author semangat menulis.
Happy reading.... sampai ketemu chapter berikutnya**..